Category Archives: Penyakit Menular Seksual

Inilah Kuman Penyebab Penyakit Menular Seksual

Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah penyakit yang penularannya terutama melalui hubungan seksual. Sejak tahun 1998, istilah STD mulai berubah menjadi STI (Sexually Transmitted Infection), agar dapat menjangkau penderita asimtomatik atau tanpa gejala. Menurut WHO (2009), terdapat lebih kurang 30 jenis mikroba (bakteri, virus, dan parasit) yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Kondisi yang paling sering ditemukan adalah infeksi gonorrhoeae, chlamydia, syphilis, trichomoniasis, chancroid, herpes genitalis, infeksi human immunodeficiency virus (HIV) dan hepatitis B. Dalam semua masyarakat, Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan penyakit yang paling sering dari semua infeksi. 

Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan salah satu dari sepuluh penyebab pertama penyakit yang tidak menyenangkan pada dewasa muda laki- laki dan penyebab kedua terbesar pada dewasa muda perempuan di negara berkembang. Dewasa dan remaja (15- 24 tahun) merupakan 25% dari semua populasi yang aktif secara seksual, tetapi memberikan kontribusi hampir 50% dari semua kasus IMS baru yang didapat. Kasus- kasus IMS yang terdeteksi hanya menggambarkan 50%- 80% dari semua kasus IMS yang ada di Amerika. Ini mencerminkan keterbatasan “screening” dan rendahnya pemberitaan akan IMS.
Diperkirakan lebih dari 340 juta kasus baru dari IMS yang dapat disembuhkan (sifilis, gonore, infeksi klamidia, dan infeksi trikomonas) terjadi setiap tahunnya pada laki- laki dan perempuan usia 15- 49 tahun.

Inilah Kuman Penyebab Penyakit Menular Seksual

  • Pathogen Bacteria Associated Disease or Syndrome
    Neisseria gonorrhoeae. Gangguan penyakit Menular seksual Yang Terjadi Urethritis, epididymitis, proctitis, cervicitis, endometritis, salpingitis, perihepatitis, bartholinitis, pharyngitis, conjunctivitis, prepubertal vaginitis, prostatitis, accessory gland infection, disseminated gonococcal infection (DGI), chorioamnionitis, premature rupture of membranes, premature delivery, amniotic infection syndrome
  • Chlamydia trachomatis , seperti keluhan ditambah otitis media, rhinitis, and pneumonia in infants, and Reiter’s syndrome
  • Ureaplasma urealyticumNongonococcal urethritis (NGU)  Mycoplasma genitalium(?) Nongonococcal urethritis  M. hominisPostpartum fever, salpingitis (?)  Treponema pallidumSyphilis  Gardnerella vaginalis
  • Bacterial (“nonspecific”) vaginosis (in conjunction withMycoplasma hominis and vaginal anaerobes, such as Mobiluncusspp.)  Mobiluncus curtisiiBacterial vaginosis  M. mulieris
  • Bacterial vaginosis  Haemophilus ducreyiChancroid  Calymmatobacterium granulomatis
  • Donovanosis (granuloma inguinale)  Shigella spp.Shigellosis in men who have sex with men (MSM)  Campylobacterspp.Enteritis, proctocolitis in MSM  Helicobacter cinaedi(?) Proctocolitis; dermatitis, bacteremia in AIDS  H. fenneliae(?) Proctocolitis; dermatitis, bacteremia in AIDS
  • Viruses
  • HIV-1 and -2HIV disease, AIDS  HSV types 1 and 2Initial and recurrent genital herpes, aseptic meningitis, neonatal herpes  HPV
  • Condyloma acuminata; laryngeal papilloma; intraepithelial neoplasia and carcinoma of the cervix, vagina, vulva, anus, penis  Hepatitis A virus (HAV)
  • Acute hepatitis A  Hepatitis B virus (HBV)Acute hepatitis B, chronic hepatitis B, hepatocellular carcinoma, polyarteritis nodosa, chronic membranous glomerulonephritis, mixed cryoglobulinemia (?), polymyalgia rheumatica (?)  Hepatitis C virus (HCV)
  • Acute hepatitis C, chronic hepatitis C, hepatocellular carcinoma, mixed cryoglobulinemia, chronic glomerulonephritis  Cytomegalovirus (CMV)
  • Heterophil-negative infectious mononucleosis; congenital CMV infection with gross birth defects and infant mortality, cognitive impairment (e.g., mental retardation, sensorineural deafness); protean manifestations in the immunosuppressed host  Molluscum contagiosum virus (MCV)Genital molluscum contagiosum  Human T cell lymphotrophic virus (HTLV-I)Human T cell leukemia or lymphoma, tropical spastic paraparesis  Human herpes virus type 8 (HHV-8)Kaposi’s sarcoma, body cavity lymphoma, multicentric Castleman’s disease
  • Protozoa
    Trichomonas vaginalisVaginal trichomoniasis, NGU  Entamoeba histolyticaAmebiasis in MSM  Giardia lambliaGiardiasis in MSM
  • Fungi atau Jamur
    Candida albicansVulvovaginitis, balanitis
  • Ectoparasites  Phthirus pubisPubic lice infestation  Sarcoptes scabieiScabies
www.dokterindonesiaonline.com

Provided By DOKTER INDONESIA ONLINE Yudhasmara Foundation   Medicine is not only a science; it is also an art. It does not consist of compounding pills and plasters; it deals with the very processes of life, which must be understood before they may be guided. Address MENTENG SQUARE Jl Mataraman 30 Menteng Phone 021-29614252 – 081315922012 – 081315922013 email : dokterindonesiaonline@gmail.com   http://dokterindonesiaonline.com   Supported By “GRoW UP CLINIC”  Editor in Chief : Audi Yudhasmara. Editor: : Sandiaz Yudhasmara Medical Advisory Panel : Dr Widodo Judarwanto, pediatrician email : judarwanto@gmail.com curriculum vitae: twitter @WidoJudarwanto facebook: www.facebook.com/widodo.judarwanto Mobile Phone O87880001083 PIN BB  76211048. Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation. Komunikasi dan Konsultasi: Dokter Indonesia Online-Facebook  Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online DOKTER INDONESIA ONLINE: Dokter Indonesia Online DOKTER ANAK ONLINE : Dokter Anak Online ALERGI ASMA : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online SULIT MAKAN DAN GANGGUAN BERAT BADAN : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online

Copyright © 2016 @Dokter Indonesia Online – Informasi Edukasi Networking. All rights reserved

Iklan

Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Seksual

Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah penyakit yang penularannya terutama melalui hubungan seksual. Sejak tahun 1998, istilah STD mulai berubah menjadi STI (Sexually Transmitted Infection), agar dapat menjangkau penderita asimtomatik atau tanpa gejala. Menurut WHO (2009), terdapat lebih kurang 30 jenis mikroba (bakteri, virus, dan parasit) yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Kondisi yang paling sering ditemukan adalah infeksi gonorrhoeae, chlamydia, syphilis, trichomoniasis, chancroid, herpes genitalis, infeksi human immunodeficiency virus (HIV) dan hepatitis B. Dalam semua masyarakat, Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan penyakit yang paling sering dari semua infeksi. 

Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan salah satu dari sepuluh penyebab pertama penyakit yang tidak menyenangkan pada dewasa muda laki- laki dan penyebab kedua terbesar pada dewasa muda perempuan di negara berkembang. Dewasa dan remaja (15- 24 tahun) merupakan 25% dari semua populasi yang aktif secara seksual, tetapi memberikan kontribusi hampir 50% dari semua kasus IMS baru yang didapat. Kasus- kasus IMS yang terdeteksi hanya menggambarkan 50%- 80% dari semua kasus IMS yang ada di Amerika. Ini mencerminkan keterbatasan “screening” dan rendahnya pemberitaan akan IMS.
Diperkirakan lebih dari 340 juta kasus baru dari IMS yang dapat disembuhkan (sifilis, gonore, infeksi klamidia, dan infeksi trikomonas) terjadi setiap tahunnya pada laki- laki dan perempuan usia 15- 49 tahun.

Pencegahan dan pengendalian Penyakit Menular Seksual didasarkan pada lima strategi utama sebagai berikut:

1. Pendidikan dan penyuluhan pada orang yang beresiko terhadap cara-cara untuk menghindari STIs melalui perubahan perilaku seksual;
2. identifikasi asymptomatically infeksi pada orang-orang tanpa gejala untuk mencari diagnostik dan perawatan;
3. Diagnosis yang efektif dan pengobatan adekuat pada orang yang terinfeksi;
4. Evaluasi, pengobatan, dan konseling pasangan seks dari orang yang terinfeksi dengan STIs, dan
5. Preexposure vaksinasi terhadap orang yang berisiko STIs

PEDOMAN PENCEGAHAN KLINIS

Pencegahan dan pengendalian STIs didasarkan pada lima strategi utama sebagai berikut:

1. Pendidikan dan penyuluhan pada orang yang beresiko terhadap cara-cara untuk menghindari STIs melalui perubahan perilaku seksual;
2. Identifikasi asymptomatically infeksi pada orang-orang tanpa gejala untuk mencari diagnostik dan perawatan;
3. Diagnosis yang efektif dan pengobatan adekuat pada orang yang terinfeksi;
4. Evaluasi, pengobatan, dan konseling pasangan seks dari orang yang terinfeksi dengan STIs, dan
5 Preexposure vaksinasi terhadap orang yang berisiko STIs

Pencegahan primer STIs dimulai dengan mengubah perilaku seksual yang menempatkan orang-orang berisiko terinfeksi. Penyediaan layanan kesehatan memiliki kesempatan unik untuk memberikan pendidikan dan konseling kepada pasien. Sebagai bagian dari wawancara klinis, penyediaan layanan kesehatan harus secara rutin dan teratur mendapatkan sejarah seksual dari pasien. Konseling secara terampil, ditandai dengan hormat, kasih sayang, dan sikap menghormati terhadap semua pasien, sangat penting untuk mendapatkan riwayat seksual menyeluruh dan untuk memberikan pesan-pesan pencegahan efektif.

Vaksinasi. Vaksinasi Preexposure adalah salah satu metode yang paling efektif untuk mencegah penularan dari beberapa STIs. Misalnya,karena infeksi hepatitis B virus, vaksinisasi hepatitis B dianjurkan untuk semua yang tidak divaksinasi. Vaksin quadrivalent terhadap human papillomavirus (HPV tipe 6, 11, 16, 18) sekarang tersedia dan berlisensi untuk perempuan berusia 9-26 tahun. Vaksinisasi lain untuk STIs sedang dalam tahap penelitian4.

Kondom. Ketika digunakan secara konsisten dan benar, kondom sangat efektif dalam mencegah penularan infeksi HIV dan dapat mengurangi resiko penyakit menular seksual lainnya, termasuk klamidia, gonore, dan trikomoniasis, dan mungkin mengurangi risiko wanita mengembangkan penyakit radang panggul (PID). Menggunakan kondom bisa mengurangi risiko penularan herpes simplex virus-2 (HSV-2), meskipun data untuk efek ini lebih terbatas Penggunaan kondom bisa mengurangi resiko penyakit HPV terkait (misalnya, ruam genital dan kanker seviks dan mengurangi konsekuensi yang merugikan dari infeksi HPV, seperti telah dikaitkan dengan tingginya tingkat regresi cervical intraepithelial neoplasia (CIN ), dan dengan regresi lesi penis terkait HPV pada laki-laki. Sejumlah studi terbatas prospektif telah menunjukkan efek perlindungan kondom pada HPV kelamin; suatu penelitian prospektif baru-baru ini di kalangan perempuan aktif secara seksual perguruan tinggi yang baru menunjukkan bahwa penggunaan kondom secara konsisten dikaitkan dengan penurunan 70% risiko untuk penularan HPV9. Tingkat kerusakan kondom selama hubungan seksual dan penarikan sekitar dua kondom patah per 100 kondom digunakan di Amerika Serikat. Kegagalan kondom untuk melindungi terhadap penularan PMS atau kehamilan yang tidak diinginkan biasanya hasil dari penggunaan yang tidak konsisten atau tidak benar daripada kondom. Pasien harus diberitahu bahwa kondom harus digunakan secara konsisten dan benar untuk menjadi efektif dalam mencegah PMS, dan mereka harus diinstruksikan dalam penggunaan kondom yang benar

.

www.dokterindonesiaonline.com

Provided By DOKTER INDONESIA ONLINE Yudhasmara Foundation   Medicine is not only a science; it is also an art. It does not consist of compounding pills and plasters; it deals with the very processes of life, which must be understood before they may be guided. Address MENTENG SQUARE Jl Mataraman 30 Menteng Phone 021-29614252 – 081315922012 – 081315922013 email : dokterindonesiaonline@gmail.com   http://dokterindonesiaonline.com   Supported By “GRoW UP CLINIC”  Editor in Chief : Audi Yudhasmara. Editor: : Sandiaz Yudhasmara Medical Advisory Panel : Dr Widodo Judarwanto, pediatrician email : judarwanto@gmail.com curriculum vitae: twitter @WidoJudarwanto facebook: www.facebook.com/widodo.judarwanto Mobile Phone O87880001083 PIN BB  76211048. Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation. Komunikasi dan Konsultasi: Dokter Indonesia Online-Facebook  Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online DOKTER INDONESIA ONLINE: Dokter Indonesia Online DOKTER ANAK ONLINE : Dokter Anak Online ALERGI ASMA : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online SULIT MAKAN DAN GANGGUAN BERAT BADAN : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online

Copyright © 2016 @Dokter Indonesia Online – Informasi Edukasi Networking. All rights reserved

4 Tanda dan Gejala Penyakit Menular Seksual Herpes 

Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah penyakit yang penularannya terutama melalui hubungan seksual. Sejak tahun 1998, istilah STD mulai berubah menjadi STI (Sexually Transmitted Infection), agar dapat menjangkau penderita asimtomatik atau tanpa gejala. Menurut WHO (2009), terdapat lebih kurang 30 jenis mikroba (bakteri, virus, dan parasit) yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Kondisi yang paling sering ditemukan adalah infeksi gonorrhoeae, chlamydia, syphilis, trichomoniasis, chancroid, herpes genitalis, infeksi human immunodeficiency virus (HIV) dan hepatitis B. Dalam semua masyarakat, Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan penyakit yang paling sering dari semua infeksi. 

Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan salah satu dari sepuluh penyebab pertama penyakit yang tidak menyenangkan pada dewasa muda laki- laki dan penyebab kedua terbesar pada dewasa muda perempuan di negara berkembang. Dewasa dan remaja (15- 24 tahun) merupakan 25% dari semua populasi yang aktif secara seksual, tetapi memberikan kontribusi hampir 50% dari semua kasus IMS baru yang didapat. Kasus- kasus IMS yang terdeteksi hanya menggambarkan 50%- 80% dari semua kasus IMS yang ada di Amerika. Ini mencerminkan keterbatasan “screening” dan rendahnya pemberitaan akan IMS.
Diperkirakan lebih dari 340 juta kasus baru dari IMS yang dapat disembuhkan (sifilis, gonore, infeksi klamidia, dan infeksi trikomonas) terjadi setiap tahunnya pada laki- laki dan perempuan usia 15- 49 tahun.

4 Tanda dan Gejalab Penyakit Menular Seksual  Herpes 

Penyakit ini lebih dikenal dengan sebutan herpes genitalis (herpes kelaim). Penyebab herpes ini adalah Virus Herpes Simplex (HSV) dan di tularkan melalui hubungan seks, pakaian.

Tanda dan Gejala

  1. Gejala awal biasanya berupa gatal, kesemutan dan sakit.
  2. Lalu akan muncul bercak kemerahan yang kecil, yang diikuti oleh sekumpulan lepuhan kecil yang nyeri. Lepuhan ini pecah dan bergabung membentuk luka yang melingkar.
  3. Herpes timbul antara 3 sampai 10 hari setelah berhubungan dengan orang yang mempunyai penyakit tersebut.
  4. Tetapi antara 5-10 hari, gejala ini akan hilang dan muncul kembali. Gelaja ini timbul tergantung tergantung daya tahan tubuhnya.
www.dokterindonesiaonline.com

Provided By DOKTER INDONESIA ONLINE Yudhasmara Foundation   Medicine is not only a science; it is also an art. It does not consist of compounding pills and plasters; it deals with the very processes of life, which must be understood before they may be guided. Address MENTENG SQUARE Jl Mataraman 30 Menteng Phone 021-29614252 – 081315922012 – 081315922013 email : dokterindonesiaonline@gmail.com   http://dokterindonesiaonline.com   Supported By “GRoW UP CLINIC”  Editor in Chief : Audi Yudhasmara. Editor: : Sandiaz Yudhasmara Medical Advisory Panel : Dr Widodo Judarwanto, pediatrician email : judarwanto@gmail.com curriculum vitae: twitter @WidoJudarwanto facebook: www.facebook.com/widodo.judarwanto Mobile Phone O87880001083 PIN BB  76211048. Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation. Komunikasi dan Konsultasi: Dokter Indonesia Online-Facebook  Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online DOKTER INDONESIA ONLINE: Dokter Indonesia Online DOKTER ANAK ONLINE : Dokter Anak Online ALERGI ASMA : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online SULIT MAKAN DAN GANGGUAN BERAT BADAN : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online

Copyright © 2016 @Dokter Indonesia Online – Informasi Edukasi Networking. All rights reserved

5 Tanda Gejala Penyakit Menular Seksual Syphillis 

Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah penyakit yang penularannya terutama melalui hubungan seksual. Sejak tahun 1998, istilah STD mulai berubah menjadi STI (Sexually Transmitted Infection), agar dapat menjangkau penderita asimtomatik atau tanpa gejala. Menurut WHO (2009), terdapat lebih kurang 30 jenis mikroba (bakteri, virus, dan parasit) yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Kondisi yang paling sering ditemukan adalah infeksi gonorrhoeae, chlamydia, syphilis, trichomoniasis, chancroid, herpes genitalis, infeksi human immunodeficiency virus (HIV) dan hepatitis B. Dalam semua masyarakat, Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan penyakit yang paling sering dari semua infeksi. 

Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan salah satu dari sepuluh penyebab pertama penyakit yang tidak menyenangkan pada dewasa muda laki- laki dan penyebab kedua terbesar pada dewasa muda perempuan di negara berkembang. Dewasa dan remaja (15- 24 tahun) merupakan 25% dari semua populasi yang aktif secara seksual, tetapi memberikan kontribusi hampir 50% dari semua kasus IMS baru yang didapat. Kasus- kasus IMS yang terdeteksi hanya menggambarkan 50%- 80% dari semua kasus IMS yang ada di Amerika. Ini mencerminkan keterbatasan “screening” dan rendahnya pemberitaan akan IMS.
Diperkirakan lebih dari 340 juta kasus baru dari IMS yang dapat disembuhkan (sifilis, gonore, infeksi klamidia, dan infeksi trikomonas) terjadi setiap tahunnya pada laki- laki dan perempuan usia 15- 49 tahun.

5 Tanda Gejala Penyakit Menular Seksual Syphillis 

Sifilis adalah penyakit menular seksual yang sangat berbahaya, karena mengganggu otak dan fungsi organ lainnya, disebabkan oleh Treponema pallidum, Penularannya terjadi lewat hubungan seksual yang tidak sehat.

Tanda dan gejala : 

1. Muncul benjolan di sekitar kelamin

2. Kadang-kadang disertai pusing dan nyeri tulang seperti flu, yang akan hilang sendiri tanpa diobati.

3. Ada bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu setelah berhubungan seksual.

4. Selama 2-3 tahun pertama, penyakit ini tidak menunjukkan gejala apapun. Namun setelah 5-10 panyakit ini menyerang susunan saraf otak, pembuluh darah, dan jantung.

5. Pada perempuan penyakit ini dapat menular pada bayi yang di kandung.

Pengobatan

* Pengobatan pada penderita syphilis dengan memberikan penisiln intra muskulus.
* Pada pasien hamil, diberikan ertiromisin atau setriakson. Doksiklin atau tetrasiklin diberikan pada pasien yang alergi penisilin tapi tidak hamil.

www.dokterindonesiaonline.com

Provided By DOKTER INDONESIA ONLINE Yudhasmara Foundation   Medicine is not only a science; it is also an art. It does not consist of compounding pills and plasters; it deals with the very processes of life, which must be understood before they may be guided. Address MENTENG SQUARE Jl Mataraman 30 Menteng Phone 021-29614252 – 081315922012 – 081315922013 email : dokterindonesiaonline@gmail.com   http://dokterindonesiaonline.com   Supported By “GRoW UP CLINIC”  Editor in Chief : Audi Yudhasmara. Editor: : Sandiaz Yudhasmara Medical Advisory Panel : Dr Widodo Judarwanto, pediatrician email : judarwanto@gmail.com curriculum vitae: twitter @WidoJudarwanto facebook: www.facebook.com/widodo.judarwanto Mobile Phone O87880001083 PIN BB  76211048. Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation. Komunikasi dan Konsultasi: Dokter Indonesia Online-Facebook  Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online DOKTER INDONESIA ONLINE: Dokter Indonesia Online DOKTER ANAK ONLINE : Dokter Anak Online ALERGI ASMA : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online SULIT MAKAN DAN GANGGUAN BERAT BADAN : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online

Copyright © 2016 @Dokter Indonesia Online – Informasi Edukasi Networking. All rights reserved

4 Tanda dan Gejala Kencing Nanah atau Gonorrhea 

image

Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah penyakit yang penularannya terutama melalui hubungan seksual. Sejak tahun 1998, istilah STD mulai berubah menjadi STI (Sexually Transmitted Infection), agar dapat menjangkau penderita asimtomatik atau tanpa gejala. Menurut WHO (2009), terdapat lebih kurang 30 jenis mikroba (bakteri, virus, dan parasit) yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Kondisi yang paling sering ditemukan adalah infeksi gonorrhoeae, chlamydia, syphilis, trichomoniasis, chancroid, herpes genitalis, infeksi human immunodeficiency virus (HIV) dan hepatitis B. Dalam semua masyarakat, Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan penyakit yang paling sering dari semua infeksi. 

Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan salah satu dari sepuluh penyebab pertama penyakit yang tidak menyenangkan pada dewasa muda laki- laki dan penyebab kedua terbesar pada dewasa muda perempuan di negara berkembang. Dewasa dan remaja (15- 24 tahun) merupakan 25% dari semua populasi yang aktif secara seksual, tetapi memberikan kontribusi hampir 50% dari semua kasus IMS baru yang didapat. Kasus- kasus IMS yang terdeteksi hanya menggambarkan 50%- 80% dari semua kasus IMS yang ada di Amerika. Ini mencerminkan keterbatasan “screening” dan rendahnya pemberitaan akan IMS. 
Diperkirakan lebih dari 340 juta kasus baru dari IMS yang dapat disembuhkan (sifilis, gonore, infeksi klamidia, dan infeksi trikomonas) terjadi setiap tahunnya pada laki- laki dan perempuan usia 15- 49 tahun.

4 Tanda dan Gejala Kencing Nanah atau Gonorrhea 

Gonorrhea juga dikenal sebagai kencing nanah, dapat terjadi pada wanita maupun pria. Penyakit ini disebabkan karena Infeksi bakteri Neissiria gonorrhoae. Bakteri ini menyerang selaput lendir dari alat kelamin ( saluran kencing ), daerah rahim atau leher rahim, saluran tuba fallopi, anus, kelopak mata, dan tenggorokan. Penyakit ini menular melalui hubungan seksual. 

Tanda dan gejala

1. Keluar cairan putih kekuning-kuningan dari alat kelamin 
2. Terasa panas dan nyeri pasa saat buang air kecil 
3. Terjadi pembengkakan pada testis ( pria ) 
4. Keluhan dan gejala terkadang belum Nampak meskipun sudah menyebar keseluruh tuba fallopi ( wanita ) 

Pengobatan dengan memberikan antibiotika seperti, Ceftriaxone, Cefixisme, Ciprofloxacin dan Ofloxacin 

www.dokterindonesiaonline.com

Provided By DOKTER INDONESIA ONLINE Yudhasmara Foundation   Medicine is not only a science; it is also an art. It does not consist of compounding pills and plasters; it deals with the very processes of life, which must be understood before they may be guided. Address MENTENG SQUARE Jl Mataraman 30 Menteng Phone 021-29614252 – 081315922012 – 081315922013 email : dokterindonesiaonline@gmail.com   http://dokterindonesiaonline.com   Supported By “GRoW UP CLINIC”  Editor in Chief : Audi Yudhasmara. Editor: : Sandiaz Yudhasmara Medical Advisory Panel : Dr Widodo Judarwanto, pediatrician email : judarwanto@gmail.com curriculum vitae: twitter @WidoJudarwanto facebook: www.facebook.com/widodo.judarwanto Mobile Phone O87880001083 PIN BB  76211048. Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation. Komunikasi dan Konsultasi: Dokter Indonesia Online-Facebook  Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online DOKTER INDONESIA ONLINE: Dokter Indonesia Online DOKTER ANAK ONLINE : Dokter Anak Online ALERGI ASMA : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online SULIT MAKAN DAN GANGGUAN BERAT BADAN : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online

Copyright © 2016 @Dokter Indonesia Online – Informasi Edukasi Networking. All rights reserved

Angka Kejadian Penyakit Menular Seksual di Indonesia dan Dunia

image

Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah penyakit yang penularannya terutama melalui hubungan seksual. Sejak tahun 1998, istilah STD mulai berubah menjadi STI (Sexually Transmitted Infection), agar dapat menjangkau penderita asimtomatik atau tanpa gejala. Menurut WHO (2009), terdapat lebih kurang 30 jenis mikroba (bakteri, virus, dan parasit) yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Kondisi yang paling sering ditemukan adalah infeksi gonorrhoeae, chlamydia, syphilis, trichomoniasis, chancroid, herpes genitalis, infeksi human immunodeficiency virus (HIV) dan hepatitis B. Dalam semua masyarakat, Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan penyakit yang paling sering dari semua infeksi. 

Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan salah satu dari sepuluh penyebab pertama penyakit yang tidak menyenangkan pada dewasa muda laki- laki dan penyebab kedua terbesar pada dewasa muda perempuan di negara berkembang. Dewasa dan remaja (15- 24 tahun) merupakan 25% dari semua populasi yang aktif secara seksual, tetapi memberikan kontribusi hampir 50% dari semua kasus IMS baru yang didapat. Kasus- kasus IMS yang terdeteksi hanya menggambarkan 50%- 80% dari semua kasus IMS yang ada di Amerika. Ini mencerminkan keterbatasan “screening” dan rendahnya pemberitaan akan IMS. 
Diperkirakan lebih dari 340 juta kasus baru dari IMS yang dapat disembuhkan (sifilis, gonore, infeksi klamidia, dan infeksi trikomonas) terjadi setiap tahunnya pada laki- laki dan perempuan usia 15- 49 tahun.

Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah penyakit yang penularannya terutama melalui hubungan seksual. Sejak tahun 1998, istilah STD mulai berubah menjadi STI (Sexually Transmitted Infection), agar dapat menjangkau penderita asimtomatik atau tanpa gejala. Menurut WHO (2009), terdapat lebih kurang 30 jenis mikroba (bakteri, virus, dan parasit) yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Kondisi yang paling sering ditemukan adalah infeksi gonorrhoeae, chlamydia, syphilis, trichomoniasis, chancroid, herpes genitalis, infeksi human immunodeficiency virus (HIV) dan hepatitis B. Dalam semua masyarakat, Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan penyakit yang paling sering dari semua infeksi. 

Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan salah satu dari sepuluh penyebab pertama penyakit yang tidak menyenangkan pada dewasa muda laki- laki dan penyebab kedua terbesar pada dewasa muda perempuan di negara berkembang. Dewasa dan remaja (15- 24 tahun) merupakan 25% dari semua populasi yang aktif secara seksual, tetapi memberikan kontribusi hampir 50% dari semua kasus IMS baru yang didapat. Kasus- kasus IMS yang terdeteksi hanya menggambarkan 50%- 80% dari semua kasus IMS yang ada di Amerika. Ini mencerminkan keterbatasan “screening” dan rendahnya pemberitaan akan IMS. 
Diperkirakan lebih dari 340 juta kasus baru dari IMS yang dapat disembuhkan (sifilis, gonore, infeksi klamidia, dan infeksi trikomonas) terjadi setiap tahunnya pada laki- laki dan perempuan usia 15- 49 tahun.

Secara epidemiologi penyakit ini tersebar di seluruh dunia, angka kejadian paling tinggi tercatat di Asia Selatan dan Asia Tenggara, diikuti Afrika bagian Sahara, Amerika Latin, dan Karibean. Jutaan IMS oleh virus juga terjadi setiap tahunnya, diantaranya ialah HIV, virus herpes, human papilloma virus, dan virus hepatitis B. Di Amerika, jumlah wanita yang menderita infeksi klamidial 3 kali lebih tinggi dari laki- laki. Dari seluruh wanita yang menderita infeksi klamidial, golongan umur yang memberikan kontribusi yang besar ialah umur 15-24 tahun.

Di Indonesia sendiri, telah banyak laporan mengenai prevalensi infeksi menular seksual ini. Beberapa laporan yang ada dari beberapa lokasi antara tahun 1999 sampai 2001 menunjukkan prevalensi infeksi gonore dan klamidia yang tinggi antara 20%-35%. Selain klamidia, sifilis maupun gonore , infeksi HIV/AIDS saat ini juga menjadi perhatian karena peningkatan angka kejadiannya yang terus bertumbuh dari waktu ke waktu. Jumlah penderita HIV/AIDS dapat digambarkan sebagai fenomena gunung es, yaitu jumlah penderita yang dilaporkan jauh lebih kecil daripada jumlah sebenarnya. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia yang sebenarnya belum diketahui secara pasti. Diperkirakan jumlah orang dengan HIV di Indonesia pada akhir tahun 2003 mencapai 90.000 – 130.000 orang. Sampai dengan Desember 2008, pengidap HIV positif yang terdeteksi adalah sebanyak 6.015 kasus. Sedangkan kumulatif kasus AIDS sebanyak 16.110 kasus atau terdapat tambahan 4.969 kasus baru selama tahun 2008. Kematian karena AIDS hingga tahun 2008 sebanyak 3.362 kematian. Di Propinsi Sumatera Utara sendiri, dari 12.855.845 jumlah penduduk yang tercatat, ada sedikitnya 2947 yang menderita infeksi menular seksual. 

Penyakit menular seksual juga merupakan penyebab infertilitas yang tersering, terutama pada wanita. Antara 10% dan 40% dari wanita yang menderita infeksi klamidial yang tidak tertangani akan berkembang menjadi pelvic inflammatory disease. Dari data dan fakta di atas, jelas bahwa infeksi menular seksual telah menjadi problem tersendiri bagi pemerintah. Tingginya angka kejadian infeksi menular seksual di kalangan remaja dan dewasa muda, terutama wanita, merupakan bukti bahwa masih rendahnya pengetahuan remaja akan infeksi menular seksual. Wanita dalam hal ini sering menjadi korban dari infeksi menular seksual. Hal ini mungkin disebabkan masih kurangnya penyuluhan- penyuluhan yang diakukan oleh pemerintah dan badan-badan kesehatan lainnya. Tidak adanya mata pelajaran yang secara khusus mengajarkan dan memberikan informasi bagi murid sekolah menengah atas, terutama siswi, juga menjadi salah satu penyebab tingginya angka kejadian infeksi menular seksual di kalangan remaja. 

www.dokterindonesiaonline.com

Provided By DOKTER INDONESIA ONLINE Yudhasmara Foundation   Medicine is not only a science; it is also an art. It does not consist of compounding pills and plasters; it deals with the very processes of life, which must be understood before they may be guided. Address MENTENG SQUARE Jl Mataraman 30 Menteng Phone 021-29614252 – 081315922012 – 081315922013 email : dokterindonesiaonline@gmail.com   http://dokterindonesiaonline.com   Supported By “GRoW UP CLINIC”  Editor in Chief : Audi Yudhasmara. Editor: : Sandiaz Yudhasmara Medical Advisory Panel : Dr Widodo Judarwanto, pediatrician email : judarwanto@gmail.com curriculum vitae: twitter @WidoJudarwanto facebook: www.facebook.com/widodo.judarwanto Mobile Phone O87880001083 PIN BB  76211048. Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation. Komunikasi dan Konsultasi: Dokter Indonesia Online-Facebook  Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online DOKTER INDONESIA ONLINE: Dokter Indonesia Online DOKTER ANAK ONLINE : Dokter Anak Online ALERGI ASMA : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online SULIT MAKAN DAN GANGGUAN BERAT BADAN : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online

Copyright © 2016 @Dokter Indonesia Online – Informasi Edukasi Networking. All rights reserved

7 Tanda dan Gejala Awal Penyakit Menular Seksual

image
Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah penyakit yang penularannya terutama melalui hubungan seksual. Sejak tahun 1998, istilah STD mulai berubah menjadi STI (Sexually Transmitted Infection), agar dapat menjangkau penderita asimtomatik atau tanpa gejala. Menurut WHO (2009), terdapat lebih kurang 30 jenis mikroba (bakteri, virus, dan parasit) yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Kondisi yang paling sering ditemukan adalah infeksi gonorrhoeae, chlamydia, syphilis, trichomoniasis, chancroid, herpes genitalis, infeksi human immunodeficiency virus (HIV) dan hepatitis B. Dalam semua masyarakat, Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan penyakit yang paling sering dari semua infeksi. 

7 Tanda dan Gejala Awal Penyakit Menular Seksual

1. Rasa sakit atau nyeri pada saat kencing atau berhubungan seksual.
2. Rasa nyeri pada perut bagian bawah.
3. Pengeluaran lender pada vagina/alat kelamin.
4. Keputihan berwarna putih susu, bergumpal dan disertai rasa gatal dan kemerahan pada alat kelamin atau sekitarnya.
5. Keputihan yang berbusa, kehijauan, berbau busuk, dan gatal.
6. Timbul becak-bercak darah setelah berhubungan seks.
7. Bintil – bintil berisi cairan, lecet atau borok pada alat kelamin.

Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan salah satu dari sepuluh penyebab pertama penyakit yang tidak menyenangkan pada dewasa muda laki- laki dan penyebab kedua terbesar pada dewasa muda perempuan di negara berkembang. Dewasa dan remaja (15- 24 tahun) merupakan 25% dari semua populasi yang aktif secara seksual, tetapi memberikan kontribusi hampir 50% dari semua kasus IMS baru yang didapat. Kasus- kasus IMS yang terdeteksi hanya menggambarkan 50%- 80% dari semua kasus IMS yang ada di Amerika. Ini mencerminkan keterbatasan “screening” dan rendahnya pemberitaan akan IMS. 
Diperkirakan lebih dari 340 juta kasus baru dari IMS yang dapat disembuhkan (sifilis, gonore, infeksi klamidia, dan infeksi trikomonas) terjadi setiap tahunnya pada laki- laki dan perempuan usia 15- 49 tahun.

Secara epidemiologi penyakit ini tersebar di seluruh dunia, angka kejadian paling tinggi tercatat di Asia Selatan dan Asia Tenggara, diikuti Afrika bagian Sahara, Amerika Latin, dan Karibean. Jutaan IMS oleh virus juga terjadi setiap tahunnya, diantaranya ialah HIV, virus herpes, human papilloma virus, dan virus hepatitis B. Di Amerika, jumlah wanita yang menderita infeksi klamidial 3 kali lebih tinggi dari laki- laki. Dari seluruh wanita yang menderita infeksi klamidial, golongan umur yang memberikan kontribusi yang besar ialah umur 15-24 tahun.

Di Indonesia sendiri, telah banyak laporan mengenai prevalensi infeksi menular seksual ini. Beberapa laporan yang ada dari beberapa lokasi antara tahun 1999 sampai 2001 menunjukkan prevalensi infeksi gonore dan klamidia yang tinggi antara 20%-35%. Selain klamidia, sifilis maupun gonore , infeksi HIV/AIDS saat ini juga menjadi perhatian karena peningkatan angka kejadiannya yang terus bertumbuh dari waktu ke waktu. Jumlah penderita HIV/AIDS dapat digambarkan sebagai fenomena gunung es, yaitu jumlah penderita yang dilaporkan jauh lebih kecil daripada jumlah sebenarnya. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia yang sebenarnya belum diketahui secara pasti. Diperkirakan jumlah orang dengan HIV di Indonesia pada akhir tahun 2003 mencapai 90.000 – 130.000 orang. Sampai dengan Desember 2008, pengidap HIV positif yang terdeteksi adalah sebanyak 6.015 kasus. Sedangkan kumulatif kasus AIDS sebanyak 16.110 kasus atau terdapat tambahan 4.969 kasus baru selama tahun 2008. Kematian karena AIDS hingga tahun 2008 sebanyak 3.362 kematian. Di Propinsi Sumatera Utara sendiri, dari 12.855.845 jumlah penduduk yang tercatat, ada sedikitnya 2947 yang menderita infeksi menular seksual. 

Penyakit menular seksual juga merupakan penyebab infertilitas yang tersering, terutama pada wanita. Antara 10% dan 40% dari wanita yang menderita infeksi klamidial yang tidak tertangani akan berkembang menjadi pelvic inflammatory disease. Dari data dan fakta di atas, jelas bahwa infeksi menular seksual telah menjadi problem tersendiri bagi pemerintah. Tingginya angka kejadian infeksi menular seksual di kalangan remaja dan dewasa muda, terutama wanita, merupakan bukti bahwa masih rendahnya pengetahuan remaja akan infeksi menular seksual. Wanita dalam hal ini sering menjadi korban dari infeksi menular seksual. Hal ini mungkin disebabkan masih kurangnya penyuluhan- penyuluhan yang diakukan oleh pemerintah dan badan-badan kesehatan lainnya. Tidak adanya mata pelajaran yang secara khusus mengajarkan dan memberikan informasi bagi murid sekolah menengah atas, terutama siswi, juga menjadi salah satu penyebab tingginya angka kejadian infeksi menular seksual di kalangan remaja. 

www.dokterindonesiaonline.com

Provided By DOKTER INDONESIA ONLINE Yudhasmara Foundation   Medicine is not only a science; it is also an art. It does not consist of compounding pills and plasters; it deals with the very processes of life, which must be understood before they may be guided. Address MENTENG SQUARE Jl Mataraman 30 Menteng Phone 021-29614252 – 081315922012 – 081315922013 email : dokterindonesiaonline@gmail.com   http://dokterindonesiaonline.com   Supported By “GRoW UP CLINIC”  Editor in Chief : Audi Yudhasmara. Editor: : Sandiaz Yudhasmara Medical Advisory Panel : Dr Widodo Judarwanto, pediatrician email : judarwanto@gmail.com curriculum vitae: twitter @WidoJudarwanto facebook: www.facebook.com/widodo.judarwanto Mobile Phone O87880001083 PIN BB  76211048. Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation. Komunikasi dan Konsultasi: Dokter Indonesia Online-Facebook  Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online DOKTER INDONESIA ONLINE: Dokter Indonesia Online DOKTER ANAK ONLINE : Dokter Anak Online ALERGI ASMA : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online SULIT MAKAN DAN GANGGUAN BERAT BADAN : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online

Copyright © 2016 @Dokter Indonesia Online – Informasi Edukasi Networking. All rights reserved

« Older Entries