Category Archives: **Pencegahan Penyakit

Inilah Pencegahan Terbaik Terhindar Penyakit Jantung Koroner

Permasalahan Penyakit arteri koroner

Penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyakit yng menyerang organ jantung. Gejala dan keluhan dari PJK hampir sama dengan gejala yang dimiliki oleh penyakit jantung secara umum. Penyakit jantung koroner juga salah satu penyakit yang tidak menular. Kejadian PJK terjadi karena adanya faktor resiko yang antara lain adalah tekanan darah tinggi (hipertensi), tingginya kolesterol, gaya hidup yang kurang aktivitas fisik (olahraga), diabetes, riwayat PJK pada keluarga, merokok, konsumsi alkohol dan faktor sosial ekonomi lainnya. Penyakit jantung koroner ini dapat dicegah dengan melakukan pola hidup sehat dan menghindari fakto-faktor resiko.seperti pola makan yang sehat, menurunkan kolesterol, melakukan aktivitas fisik dan olehraga secara teratur, menghindari stress kerja

Penyakit arteri koroner atau yang dikenal juga sebagai penyakit jantung arteriosklerosis, penyakit jantung koroner, atau penyakit jantung iskemik adalah suatu penyakit yang terjadi ketika ada penyumbatan parsial aliran darah ke jantung.

Masalah ini dapat berdampak pada penumpukan plak di arteri. Ini disebut arteriosklerosis yang merupakan pengerasan pembuluh darah. Hal ini dapat mengakibatkan penggumpalan darah yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke. Pengerasan pembuluh darah dan penyumbatan arteri utama adalah salah satu penyebab utama kematian. Bahkan pada penyakit jantung sendiri membunuh lebih banyak orang setiap tahunnya.

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu dari banyak penyakit yang mematikan dan sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Data statistik dunia melaporkan tentang insiden terbesar dan prevalensi PJK di dunia ternyata semakin meningkat. Menurut WHO diperkirakan pada tahun 2005 tardapat 17,5 juta orang meninggal karena penyakit kardiovaskuler, mewakili 30% dari seluruh kasus kematian di dunia. Dari kematian ini, 7,6 juta diantaranya terkena serangan jantung dan 5,7 juta diantaranya stroke.

Beban PJK meningkat di India. Diperkirakan prevalensi PJK adalah sekitar 3-4% di daerah pedesaan dan 8-11% di daerah perkotaan dan diantaranya adalah usia di atas 20 tahun, mewakili dua kali lipat di daerah pedesaan dan enam kali lipat di daerah perkotaan selama empat dekade terakhir. Pada tahun 2003 di India mencapai 29,8 juta orang diperkirakan menderita PJK, 14,1 juta diantaranya adalah di daerah perkotaan dan 15,7 juta di daerah pedesaan. Diperkirakan dua kali lipat dalam dua dekade mendatang, menjadikannya penyebab utama terbesar kematian pada tahun 2020 Sementara penyebab utama PJK di India masih diperdebatkan, dari sudut pandang kesehatan masyarakat terlihat jelas bahwa peralihan pada pola makan (diet) dan gaya hidup dengan urbanisasi dapat menjadi potensi meningkatnya resiko terkena PJK.

image

Pencegahan

SARAPAN BUBUR GANDUM
Gandum mengandung beta-glucan, serat yang dapat menurunkan kolesterol jahat penyebab sakit jantung. Ini membentuk gel tebal seperti pasta yang mengikat kolesterol dalam usus dan mencegah penyerapan ke dalam aliran darah. Konsumsi hanya 3 gram beta-glucan per hari (setara semangkuk berukuran rata-rata bubur) dapat menurunkan kolesterol sebesar 5 sampai 10 persen.

MAKAN KACANG.. Sebuah penelitian yang dipublikasikan diInternational Journal of Epidemiologymengungkapkan, makan kacang sekitar 10 gram per hari atau sekitar satu genggam tangan dapat mengurangi risiko berbagai penyakit. Mulai dari penyakit tekait pernapasan seperti asma,neurodegenerative atau terkait sistem saraf, penyakit kanker, diabetes, hingga penyakit kardiovaskular seperti jantung. Menurut penelitian, makan kacang memiliki dampak yang sama pada pria maupun wanita. Efeknya pun sama pada hampir semua jenis kacang-kacangan seperti kacang mete, almond, dan kenari. Namun, dampaknya bagi kesehatan tidak ditemukan jika makan selai kacang. Peneliti menduga, pengolahan selai kacang yang menggunakan minyak sayur dan garam dapat menghilangkan kandungan bermanfaat dari kacang. Selai kacang tidak berdampak baik bagi kesehatan mungkin juga karena mengandung asam lemak trans yang cukup tinggi. Ketua penelitian Profesor Piet van den Brandt dari Maastricht University mengungkapkan, kacang tanah dan kacang pohon mengandung berbagai senyawa seperti asam lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda, berbagai vitamin, serat, antioksidan, dan senyawa lainnya yang dapat melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Peneliti pun menyimpulkan, cukup konsumsi kacang 10-15 gram atau segenggam tangan saja per hari dapat mencegah kematian dini, karena mengurangi risiko berbagai penyakit kronis. Namun, konsumsi kacang lebih dari itu, dinilai tidak memengaruhi tingkat risiko terkena penyakit menjadi lebih rendah.

MEMBERSIHKAN GIGI SECARA TERATUR
Penyakit gusi telah dikaitkan dengan pengerasan arteri dan serangan jantung. Bakteri yang menyebabkan kerusakan gigi diperkirakan memicu peradangan, yang telah dikaitkan dengan penyakit jantung. Para ahli merekomendasikan menyikat gigi secara teratur dan membersihkan dengan benang gigi (ketika ada makanan yang terjebak di antara gigi Anda). Benang gigi juga memecah biofilm yang memerangkap massa lengket bakteri).

BERCINTA DUA KALI SEMINGGU Pria yang berhubungan seks, setidaknya dua kali seminggu, 45 persen lebih rendah terserang penyakit jantung dibanding mereka yang melakukannya sekali sebulan atau kurang dari itu. Hal ini mungkin karena manfaat fisik dan emosional, serta pengurangan stres.

PAKAILAH MASKER TIDUR. Kurang tidur terkait dengan risiko yang lebih besar terkena serangan jantung bahkan kematian. Pastikan kamar tidur Anda gelap atau memakai masker tidur, karena cahaya menekan produksi hormon tidur melatonin.

KURANGI KONSUMSI GULA. Studi di Amerika Serikat yang diterbitkan tahun lalu menunjukkan bahwa gula dapat menjadi kontributor besar untuk tekanan darah tinggi. Dr James DiNicolantonio, seorang ilmuwan penelitian kardiovaskular di St Luke Mid America Heart Institute, yang memimpin penelitian, mengatakan: “Mendorong konsumen untuk mengatakan tidak pada gula, bukan garam, mungkin strategi diet yang lebih baik untuk mencapai kontrol tekanan darah.”

BERLIBUR KE TEMPAT YANG CERAH Pergi berlibur secara teratur mengurangi sepertiga risiko kematian akibat penyakit jantung , kata para peneliti di University of Pittsburgh, Amerika. Dan liburan di suatu tempat yang cerah bisa meningkatkan keuntungan. Tahun lalu, universitas-universitas di Southampton dan Edinburgh menemukan bahwa sinar matahari mengubah kadar oksida nitrat, yang merenggangkan pembuluh darah, membantu tekanan darah turun.

MAKAN SEMANGKUK YOGHURT 
Menurut sebuah studi dari Institut Kesehatan Griffith dan School of Medicine di Australia, dosis harian ‘bakteri baik’ atau probiotik dari yoghurt bisa membantu menurunkan tekanan darah, terutama pada orang dengan tekanan darah tinggi. Satu teori mengatakan bahwa bakteri ‘baik’ melawan proses inflamasi terkait dengan penyakit jantung.

MENONTON FILM KOMEDI DENGAN TEMAN. Tertawa dapat meningkatkan aliran darah dengan lebih dari 20 persen. Beberapa studi menunjukkan, tertawa memiliki efek penghilang stres yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung.

JANGAN MENUNDA BUANG AIR KECIL. Sebuah studi terhadap orang dengan penyakit jantung dini di Taiwan menunjukkan bahwa kandung kemih yang terlalu penuh dapat menyebabkan jantung Anda berdetak lebih cepat dan menempatkan tekanan yang tidak perlu pada arteri koroner, memicu mereka untuk berkontraksi.

JANGAN TERLALU LAMA DUDUK. Penelitian menyarankan duduk selama 8 jam sehari meningkatkan risiko penyakit jantung, kanker, dan diabetes sebesar 40 persen. “Usahakan jangan duduk lebih dari 4 jam, cobalah sekali-kali berdiri,” kata John Buckley, profesor ilmu olahraga terapan di Chester University. “Maksimal duduk dua jam, selingi dengan berdiri 30 menit.”

Rutin check up,

Gaya Hidup S4hat. Mulailah dengan membuat pilihan gaya hidup sehat untuk menurunkan risiko serangan jantung, diantaranya makan 5 porsi buah dan sayuran tiap hari.

Hindari makanan berkadar garam tinggi seperti makanan yang diawetkan, makanan cepat saji dan makanan beku.

Asupan Serat. Jangan lupa meningkatkan asupan serat, mengkonsumsi setidaknya 2 porsi ikan kaya omega 3, membatasi alkohol, membatasi makanan yang kaya lemak

Hentikan Rokok . menghentikan kebiasaan merokok, memperbanyak aktivitas fisik, relaksasi dan tertawa, dan melakukan
Periksa Laboratorium. Pemeriksaan laboratorium dan tekanan darah secara berkala.

www.dokterindonesiaonline.com

Provided By DOKTER INDONESIA ONLINE Yudhasmara Foundation   Medicine is not only a science; it is also an art. It does not consist of compounding pills and plasters; it deals with the very processes of life, which must be understood before they may be guided. Address MENTENG SQUARE Jl Mataraman 30 Menteng Phone 021-29614252 – 081315922012 – 081315922013 email : dokterindonesiaonline@gmail.com   http://dokterindonesiaonline.com   Supported By “GRoW UP CLINIC”  Editor in Chief : Audi Yudhasmara. Editor: : Sandiaz Yudhasmara Medical Advisory Panel : Dr Widodo Judarwanto, pediatrician email : judarwanto@gmail.com curriculum vitae: twitter @WidoJudarwanto facebook: www.facebook.com/widodo.judarwanto Mobile Phone O87880001083 PIN BB  76211048. Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation. Komunikasi dan Konsultasi: Dokter Indonesia Online-Facebook  Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online DOKTER INDONESIA ONLINE: Dokter Indonesia Online DOKTER ANAK ONLINE : Dokter Anak Online ALERGI ASMA : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online SULIT MAKAN DAN GANGGUAN BERAT BADAN : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online

Copyright © 2016 @Dokter Indonesia Online – Informasi Edukasi Networking. All rights reserved

Iklan

Konsumsi Kacang Tanah Cegah Penyakit Jantung

Penelitian terkini menyebutkan kebiasaan makan kacang merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan kadar trigliserida dan membantu meningkatkan fungsi pembuluh darah. Kacang tanah adalah camilan sehat bila dimakan sebagai bagian dari diet yang sehat.

Peneliti mengamati15 responden yang mengalami kelebihan berat badan. Setengah dari mereka mengonsumsi tiga ons kacang tanah dalam bentuk minuman shake, sementara setengah lainnya diberi minuman tanpa kandungan kacang.

Hasil penelitian menunjukkan orang-orang yang mengonsumsi minuman olahan kacang memiliki profil yang lebih sehat dari lemak darah, gula darah, dan kadar insulin. Selain itu, mereka juga memiliki fungsi pembuluh darah yang lebih baik, dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsinya.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi kacang lebih dari dua kali seminggu memiliki risiko yang lebih rendah untuk mengalami penyakit jantung koroner.

Cegah Alergi Sejak Bayi, Hindari Penyakit Alergi di Masa Depan

Cegah Alergi Sejak Bayi, Hindari Penyakit Alergi di Masa Depan

Alergi  termasuk gangguan  yang menjadi permasalahan kesehatan penting  pada usia anak. Gangguan ini ternyata dapat menyerang semua organ tanpa terkecuali. Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan berbagai bahaya dan komplikasi yang mungkin bisa terjadi. Belakangan terungkap bahwa alergi menimbulkan komplikasi yang cukup berbahaya, karena alergi dapat mengganggu semua organ atau sistem tubuh kita termasuk gangguan fungsi otak. Gangguan fungsi otak itulah maka timbul gangguan perkembangan dan perilaku pada anak seperti gangguan konsentrasi, gangguan emosi, keterlambatan bicara, gangguan konsentrasi hingga memperberat gejala penderita Autism dan ADHD. Alergi pada bayi adalah awal perjalanan alamiah penyakit alergi di masa depan. Dengan melakukan pencegahan alergi sejak dini maka penyakit alergi di masa depan dapat dihindari.

Deteksi dan pencegahan alergi sejak bayi penting karena apat mencegah atau menghilangkan perjalanan alamiah alergi jangka panjang (allergy March). Perjalanan alamiah alergi jangka panjang adalah gejala alergi setiap usia dan setiap orang akan berbeda. Pada kelmpok tertentu usia di bawah 5 tahun akan mengaklami sensitif saluran cerna dan kulit, usia 5-12 tahun asma dan sering pilek pada usia di atas 15 tahun lebih sensitif hidung atau sinusitis.

Melihat demikian luas dan banyaknya pengaruh alergi yang mungkin bisa terjadi, maka deteksi dan pencegahan alergi sejak dini sebaiknya dilakukan. Gejala serta faktor  resiko alergi dapat dideteksi sejak lahir, bahkan mungkin sejak dalam kandungan. Alergi makanan tidak terjadi pada semua orang, tetapi sebagian besar orang mempunyai potensi  menjadi alergi. Tampaknya sebagian besar orang bila dicermati pernah mengalami reaksi alergi. Namun sebagian lainnya tidak pernah mengalami reaksi alergi. Terdapat 3 faktor penyebab terjadinya alergi makanan, yaitu faktor genetik, imaturitas usus, pajanan alergi yang kadang memerlukan faktor pencetus.

Alergi dapat diturunkan dari orang tua atau kakek dan nenek pada penderita. Bila ada orang tua menderita alergi kita harus mewaspadai tanda alergi pada anak sejak dini. Bila ada salah satu orang tua yang menderita gejala alergi maka dapat menurunkan resiko pada anak sekitar 20 – 40%, ke dua orang tua alergi resiko meningkat menjadi 40 –  80%. Sedangtkan bila tidak ada riwayat alergi pada kedua orang tua maka resikonya adalah 5 – 15%. Pada kasus terakhir ini bisa saja terjadi bila nenek, kakek atau saudara dekat orang tuanya mengalami alergi.

Awal perjalanan alamiah penyakit alergi di masa depan.

Alergi pada bayi adalah awal perjalanan alamiah penyakit alergi di masa depan. Peneliti di bidang alergi terkini telah mengamati dan mencermati allergy March atau perjalanan alamiah alaergi. Berbagai pendapat dan teori baik dari kalangan awam dan para ahli tentang perjalanan alergi sangat beragam. Sebagian orang awam meyakini dahulu dirinya mengalami asma pada saat usia anak, tetapi setelah rajin olahraga dan berenang asmanya hilang. Orang lain berkesaksian setelah minum vitamin, atau darah ular asmanya hilang. Sedangkan orangtua lain menceritakan setelah sering bermain di pantai asmanya hilang. Sedangkan dokter berpendapat lain, setelah memberikan pasiennya obat pencegahan asma golongan ketotifen, gejala asma pasiennya menghilang setelah usia 12 tahun.

Benarkah berbagai hal tersebut dapat menghilangkan penyakit asma? Ternyata berbagai penelitian mengungkapkan bahwa terdapat Allergy March atau perjalanan alamiah penyakit alergi yang timbul sesuai dengan perkembangan usia. Perjalanan alamiah alergi tersebut menunjukkan bahwa pada usia tertentu manifestasi klinisatau organ tubuh yang terganggu tampak berbeda.

Meskipun banyak variasi Allergy March yang terjadi tetapi secara umum digambarkan setiap usia manifestasi organ yang terganggu berbeda.

  1. Usia sejak lahir – 5 tahun organ tubuh yang sangat sensitif adalah kulit dan saluran cerna.
  2. Usia 5 – 12 tahun  saluran napas termasuk asma dan hidung mulai sering terganggu.
  3. Usia 15 tahun hingga dewasa. Pada usia remaja setalah memasuli usia dewasa asma berkurang tetapi gangguan hidung masih berkepanjangan seperti rinitis alergi dan sinusitis.

Dari penelitian penulis ternya allergy march tidak harus selalu sama yang di atas. Tetapi ada beberapa variasi yang terdapat dalam beberapa kelompok anak lainnya. Ada juga yang di bawah usia 5 tahun sesak tetapi setelah 5 tahun sesak membaik tetapi berganti menjadi mudah pilek dan hidung buntu. Anak kelompok lainnya ada yang di usia balita tidak sesak tetapi hanya pencernaannya yang sensitif tetapi di atas usia balita kulitnya semakin senssitif. Jadi variasi tersebut tidak sama dalam setiap anak.  Tetapi pada prinsipnya semua tanda dan gejala alergi seringan dan dalam bentuk napapun merupakan awal perjalanan panjang penyakit alergi. Sehingga mencegah alergoi pada bayi dapat mencegah gangguan alergi di masad epan seperti asma, rinitis alergi atau sinusitis.

Tampaknya fenomena perjalanan alamiah alergi inilah yang menunjukkan pada usia tertentu asma akan menghilang. Hal inilah yang sering dikaitkan dengan intervensi upaya pengobatan pada penyakit asma dan tingkat keberhasilannya. Contohnya, gangguan kulit, saluran cerna dan asma dianggap hilang saat usia tertentu karena olah raga renang, bermain dipantai, minum darah ular, atau binatang ”tokek”. Tetapi orangtua jangan berharap senang, karena ternyata setelah gangguan kulit, gangguan saluran cerna dan asmanya menghilang orag tubuh yang terganggu adalah hidung. Jadi, sebenarnya alegi tidak membaik, hanya organ tubuh yang terganggu berpindah tempat dari kulit, ke asma dan berikutnya ke hidung.

Manifestasi klinis yang sering dikaitkan dengan penderita alergi pada bayi.

  • GANGGUAN SALURAN CERNA : Sering muntah/gumoh, kembung,“cegukan”, sering buang angin, sering “ngeden /mulet”, sering REWEL / GELISAH/COLIK terutama malam hari), Sering buang air besar (> 3 kali perhari), tidak BAB tiap hari, BERAK DARAH. Feses cair, hijau, bau tajam, kadang seperti biji cabe. Hernia Umbilikalis (pusar menonjol), Scrotalis, inguinalis (benjolan di selangkangan, daerah buah zakar atau pusar atau “turun berok”) karena sering ngeden sehingga tekanan di dalam perut meningkat.
  • Kulit sensitif. Sering timbul bintik atau bisul kemerahan terutama di pipi, telinga dan daerah yang tertutup popok. Kerak di daerah rambut.Timbul bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Mata, telinga dan daerah sekitar rambut sering gatal, disertai pembesaran kelenjar di kepala belakang. Kotoran telinga berlebihan kadang sedikit berbau.
  • Lidah. Lidah sering timbul putih (seperti jamur). Bibir tampak kering atau bibir bagian tengah berwarna lebih gelap (biru).
  • Napas Berbunyi (Hipersekresi bronkus). Napas grok-grok, kadang disertai batuk sesekali terutama malam dan pagi hari siang hari hilang. Bayi seperti ini beresiko sering batuk atau bila batuk sering lama (>7hari) dan dahak berlebihan )
  • Sesak segera setelah lahir. Sesak bayi baru lahir saat usia 03 hari, biasanya akan membaik paling lama 7-10 hari.  disertai kelenjar thimus membesar (TRDN (Transient respiratory ditress Syndrome) /TTNB). BILA BERAT SEPERTI PARU-PARU TIDAK MENGEMBANG (LIKE RDS). Bayi usia cukup bulan (9 bulan) secara teori tidak mungkin terjadi paru2 yang belum mengembang. Paru tidak mengembang hanya terjadi pada bayi usia kehamilan < 35 minggu)  Bayi seperti ini menurut penelitian beresiko asthma (sering batuk/bila batuk sering dahak berlebihan )sebelum usia prasekolah. Keluhan ini sering dianggap infeksi paru atau terminum air ketuban.
  • Hidung Sensitif. Sering bersin, pilek, kotoran hidung banyak, kepala sering miring ke salah satu sisi (Sehingga beresiko kepala “peyang”) karena hidung buntu, atau minum dominan hanya satu sisi bagian payudara. Karena hidung buntu dan bernapas dengan mulut waktu minum ASI sering tersedak
  • Mata Sensitif. Mata sering berair atau sering timbul kotoran mata (belekan) salah satu sisi atau kedua sisi.
  • Keringat Berlebihan. Sering berkeringat berlebihan, meski menggunakan AC keringat tetap banyak terutama di dahi
  • Berat Badan Berlebihan atau kurang. Karena minum yang berlebihan atau sering minta minum berakibat berat badan lebih dan kegemukan (umur <1tahun). Sebaliknya terjadi berat badan turun setelah usia 4-6 bulan, karena makan dan minum berkurang
  • Saluran kencing. Kencing warna merah atau oranye (orange) denagna sedikit bentukan kristal yang menempel di papok atau diapers . Hal ini sering dianggap inmfeksi saluran kencing, saat diperiksa urine seringkali normal bukan disebabkan karena darah.
  • Kepala, telapak tangan atau telapak kaki sering teraba sumer/hangat.
  • Gangguan Hormonal. Mempengaruhi gangguan hormonal berupa keputihan/keluar darah dari vagina, timbul jerawat warna putih. timbul bintil merah bernanah, pembesaran payudara, rambut rontok, timbul banyak bintil kemerahan dengan cairan putih (eritema toksikum) atau papula warna putih

GANGGUAN PERILAKU YANG SERING MENYERTAI  PENDERITA ALERGI PADA BAYI )

  • GANGGUAN NEURO ANATOMIS : Mudah kaget bila ada suara yang mengganggu. Gerakan tangan, kaki dan bibir sering gemetar. Kaki sering dijulurkan lurus dan kaku. Breath Holding spell : bila menangis napas berhenti beberapa detik kadang disertai sikter bibir biru dan tangan kaku. Mata sering juling (strabismus). Kejang tanpa disertai ganggguan EEG (EEG normal)
  • GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN Usia < 1 bulan sudah bisa miring atau membalikkan badan.  Usia < 6 bulan: mata/kepala bayi sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak berlebihan, tidak bisa diselimuti (“dibedong”). Kepala sering digerakkan secara kaku ke belakang, sehingga posisi badan bayi “mlengkung” ke luar. Bila digendomg tidak senang dalam posisi tidur, tetapi lebih suka posisi berdiri.  Usia > 6 bulan bila digendong sering minta turun atau sering bergerak/sering menggerakkan kepala dan badan atas ke belakang, memukul dan membentur benturkan kepala. Kadang timbul kepala sering bergoyang atau mengeleng-gelengkan kepala. Sering kebentur kepala atau jatuh dari tempat tidur.
  • GANGGUAN TIDUR  (biasanya MALAM-PAGI) gelisah,bolak-balik ujung ke ujung; bila tidur posisi “nungging” atau tengkurap; berbicara, tertawa, berteriak dalam tidur; sulit tidur atau mata sering terbuka pada malam hari tetapi siang hari tidur terus; usia lebih 9 bulan malam sering terbangun atau tba-tiba duduk dan tidur lagi,
  • AGRESIF MENINGKAT, pada usia lebih 6 bulan sering memukul muka atau menarik rambut orang yang menggendong. Sering menarik puting susu ibu dengan gusi atau gigi, menggigit, menjilat tangan atau punggung orang yang menggendong. Sering menggigit puting susu ibu bagi bayi yang minum ASI, Setelah usia 4 bulan sering secara berlebihan memasukkan sesuatu ke mulut. Tampak anak sering memasukkan ke dua tangan atau kaki ke dalam mulut. Tampak gampang seperti gemes atau menggeram
  • GANGGUAN KONSENTRASI : cepat bosan terhadap sesuatu aktifitas bermain, memainkan mainan,  bila diberi cerita bergambar sering tidak bisa lama memperhatikan. Bila minum susu sering terhenti dan teralih perhatiannya dengan sesuatu yang menarik tetapi hanya sebentar
  • EMOSI MENINGKAT, sering menangis, berteriak dan bila minta minum susu sering terburu-buru tidak sabaran. Sering berteriak dibandingkan mengiceh terutama saat usia 6 bulan
  • GANGGUAN MOTORIK KASAR, GANGGUAN KESEIMBANGAN DAN KOORDINASI : Pada POLA PERKEMBANGAN NORMAL adalah BOLAK-BALIK, DUDUK, MERANGKAK, BERDIRI DAN BERJALAN  sesuai usia. Pada gangguan keterlambatan motorik biasanya bolak balik pada usia lebih 5 bulan, usia 6 – 8 bulan tidak duduk dan merangkak, setelah usia 8 bulan langsung berdiri dan berjalan.
  • GANGGUAN ORAL MOTOR: KETERLAMBATAN BICARA:  Kemampuan bicara atau ngoceh-ngoceh hilang dari yang sebelumnya bisa. Bila tidak ada gangguan kontak mata, gangguan pendengaran, dan gangguan intelektual biasanya  usia lebih 2 tahun membaik. GANGGUAN MENGUNYAH DAN MENELAN: Gangguan makan makanan padat, biasanya bayi pilih-pilih makanan hanya bisa makanan cair dan menolak makanan yang berserat. Pada usia di atas 9 bulan yang seharusnya dicoba makanan tanpa disaring tidak bisa harus di blender terus sampai usia di atas 2 tahun.
  • IMPULSIF : banyak tersenyum dan tertawa berlebihan, lebih dominan berteriak daripada mengoceh.
  • Memperberat ADHD dab Autis. Jangka panjang akan memperberat gangguan perilaku tertentu bila anak mengalami bakat genetik seperti  ADHD (hiperaktif) dan AUTIS (hiperaktif, keterlambatan bicara, gangguan sosialisasi). Tetapi alergi bukan penyebab Autis tetapi hanya memperberat. Penderita alergi dengan otak yang normal atau tidak punya bakat Autis tidak akan pernah menjadi Autis.

PATOGENESIS DAN IMUNOPATOLOGI PENYAKIT ALERGI

Alergi adalah penyakit dengan pola Th2. Pada orang normal yang non atopi, pola sitokin Th1 dan Th2 dalam keadaan seimbang. Sedangkan pada penderita atopi, keseimbangan lebih berat pada pola sitokin Th2 .  Pada masa kehamilan dominasi juga pada pola sitokin Th2. Sawar darah placenta masih transparan terhadap alergen dalam lingkungan ibu. Faktor lingkungan dapat bekerja sebelum dan sesudah lahir. Faktor lingkungan sebelum lahir dapat mempengaruhi diferensiasi sel T yang allergen spesifik menjadi fenotipe Th2, sehingga alergi atopi sudah bekerja sebelum lahir. Kehamilan yang berhasil ditandai dengan pergeseran Th1 ke Th2 di fase antar fetomaternal untuk mengurangi reaktifitas sistem imun maternal terhadap allograft janin. Setelah kelahiran sistem imán menjadi matang, kesimbangan bergeser ke arah Th1, sehingga profil sitokin Th1 daTh2 menjadi seimbang. Pada bayi yang punya bakat atopi keseimbangan ini tidak pernah tercapai sehingga dominasi Th2 terus terjadi, mengakibatkan sensitisasi dan timbulnya gangguan alergi. Dalam perkembangan terakhir ditemukan T regulator, sehingga ada peluang terjadi supresi imun toleran. Fenomena ini dapat digunakan upaya pencegahan primer.

DETEKSI SEJAK DALAM KANDUNGAN

Secara teori deteksi dini penderita alergi dapat dilakukan sejak dalam kandungan. Meskipun hingga saat ini belum ada cara yang optimal, praktis, aman dan murah untuk mengetahui resiko alergi sejak dalam kandungan. Sebuah penelitian  mengungkapkan bahwa paparan terhadap aeroalergen pada ibu saat kehamilan dapat meningktakan resiko senjmsitisiasi terhadap janin dan bida terjadi gejala asma pada usia bayi. Pajanan alergi yang merangsang produksi IgE spesifik sudah dapat terjadi sejak bayi dalam kandungan. Diketahui adanya IgE spesifik pada janin terhadap penisilin, gandum, telur dan susu. Beberapa penelitian membuktikan bahwa pada darah tali pusat sudah ditemukan monosit yang dapat mengenali epitop alergen makanan atau hirupan dan merespon rangsangan dengan proliferasi.

Hingga saat ini deteksi dini alergi sejak dalam kandungan belum dilakukan secara mendalam dan hanya dilakukan sebatas penelitian.

Penulis telah melakukan pengamatan bahwa  gerakan refluk osephagus atau gerakan hiccups (cegukan) pada janin  dan gerakan janin di dalam perut yang sangat meningkat terutama saat malam hari hingga pagi hari adalah faktor prediktif yang kuat sebagai bayi yang beresiko alergi. Terlalu kuatnya tendangan tersebut, biasanya disertai rasa sakit di ulu hati si Ibu. Dalam penelitian awal yang terbatas  penulis mendapatkan hasil yang cukup penting. Dilakukan pengamatan pada 25 ibu hamil dengan gerakan janin yang berlebihan dan gerakan refluks osephagus (hiccups/cegukan) pada janin saat kehamilan terutama malam hari. Setelah dilakukan eliminasi makanan tertentu tampak secara signifikan gerakan janin tersebut jauh berkurang.

Sensitisasi dalam kandungan sudah terjadi hal ini dapat dilihat bahwa terdapat reaksi alergi susu sapi pada neonatus. IgE ibu tidak dapat melalui sawar plasenta, jadi yang terjadi adalah partikel protein susu sapi yang beredar dalam darah ibu melewati plasenta. Hal ini dapat dibuktikan bahwa terdapat proliferasi lomfosit pada tali pusat neonatus. Bayi baru lahir sudah tersentisisasi  sejak dalam kehamilan bila kadar IgE spesifik tali pusat > 0,35 kU/l.

Resiko dan gejala alergi bisa diketahui dan di deteksi sejak dalam kandungan dan sejak lahir, sehingga pencegahan gejala alergi dapat dilakukan sedini mungkin kalau perlu sejak dalam kandungan. Resiko terjadinya komplikasi, gangguan organ tubuh dan gangguan perilaku pada anak  diharapkan dapat dikurangi atau dihindari.

DETEKSI DINI MANIFESTASI KLINIS SEJAK BAYI

Alergi adalah suatu proses inflamasi yang tidak hanya berupa reaksi cepat dan lambat tetapi juga merupakan proses inflamasi kronis yang kompleks  dipengaruhi faktor genetik, lingkungan dan pengontrol internal. Berbagai sel mast, basofil, eosinofil, limfosit dan molekul seperti IgE, mediator sitokin, kemokin merupakan komponen yang berperanan inflamasi. Gejala klinis terjadi karena reaksi imunologik melalui pelepasan beberapa mediator tersebut dapat  mengganggu organ tertentu yang disebut organ sasaran. Ahli alergi modern berpendapat serangan alergi atas dasar target organ (organ sasaran). Organ sasaran tersebut misalnya paru-paru maka manifestasi klinisnya adalah batuk atau asma. Bila sasarannya kulit akan terlihat sebagai gatal dan bercak merah di kulit. Bila organ sasarannya saluran pencernaan maka gejalanya adalah diare dan sebagainya. Sistem Susunan Saraf Pusat atau otak juga dapat sebagai organ sasaran, apalagi otak adalah merupakan organ tubuh yang sensitif dan lemah. Sistem susunan saraf pusat adalah merupakan pusat koordinasi tubuh dan fungsi luhur. Maka bisa dibayangkan kalau otak terganggu maka banyak kemungkinan manifestasi klinik ditimbulkannya termasuk gangguan perilaku pada anak. Apalagi pada alergi sering terjadi proses inflamasi kronis yang kompleks.

Beberapa manifestasi klinik tersebut sangat sering dijumpai pada usia bayi, atau mungkin dialami lebih dari 50% anak. Sehingga banyak pendapat baik dari awam bahkan sebagian dokter yang mengatakan bahwa gangguan tersebut adalah normal terjadi pada semua bayi nanti juga juga membaik. Tetapi bila kita cermat mengamati sebenarnya hal ini tidak terjadi pada semua bayi. Tampak jelas bila orang tua mempunyai anak lebih dari satu. Akan terlihat jelas kalau beberapa anaknya berbeda dalam mengalami gangguan-gangguan tersebut.

Gangguan ringan yang terjadi pada bayi ini mungkin dapat dijadikan prediksi untuk gangguan alergi dikemudian hari. Gangguan sesak pada bayi baru lahir atau TRDN beresiko terjadi astma pada usia sebelum sekolah. Gejala hipersekresi bronkus atau suara napas ”grok-grok” yang terjadi pada usia bayi, ke depan anak seperti ini akan beresiko mengalami gangguan sensitif pada saluran napasnya.  Anak akan beresiko mudah batuk, dan bila terkena Infeksi Saluran napas gejala batuknya lebih berat, sesak dan lebih lama sembuh.  Anak yang mengalami gangguan saluran cerna seperti malam sering rewel atau kolik. Di kemudian hari anak akan beresiko sensitif gangguan mengalami gangguan saluran cerna misalnya sering sakit perut, sulit BAB, sulit makan atau berat badan yang sulit naik. Sedangkan bayi yang mengalami gangguan motorik yang berlebihan dan mudah bosan terhadap mainan dan ruangan sempit maka dikemudian haru beresiko terjadi gangguan konsentrasi. Gangguan ini dapat mengganggu prestasi sekolah anak.

Banyak gangguan pada usia bayi tersebut, dikemudian hari akan mengakibatkan resiko terjadinya gangguan alergi dan gangguan perilaku lainnya dikemudian hari. Gangguan yang dapat terjadi di kemudian hari adalah astma, sinusitis, Iritabel Bowel Disease (gangguan saluran cerna), migrain dan sebagainya. Sedangkan gangguan perilaku yang bisa terjadi dikemudian hari adalah keterlambatan bicara, sulit tidur, gangguan konsentrasi,  emosi meningkat, gangguan belajar, gangguan motorik kasar seperti mudah jatuh dan tersandung, gangguan proses mengunyah dan lain sebagainya. Bahkan anak yang mempunyai bakat genetik ADHD dan Autis yang disertai alergi mungkin dapat diminimalkan gangguannnya sejak dini.

Gangguan pada bayi yang sering dianggap normal ini memang ringan dan tampaknya tidak berbahaya. Dalam keadaan seperti ini sebenarnya bisa dilakukan pencegahan dan intervensi sejak dini. Sehingga gangguan organ tubuh dan gangguan perilaku yang terjadi dikemudian hari bisa dicegah atau paling tidak diminimalkan sejak dini. Bila sudah divonis normal dan dianggap biasa maka upaya pencegahan yang seharusnya bisa dilakukan menjadi terabaikan

PENYEBAB ALERGI MAKANAN PADA BAYI

Alergi makanan  lebih sering terjadi pada usia bayi atau anak dibandingkan pada usia dewasa. Hal itu terjadi karena belum sempurnanya saluran cerna pada anak. Secara mekanik integritas mukosa usus dan peristaltik merupakan pelindung masuknya alergen ke dalam tubuh. Secara kimiawi asam lambung dan enzim pencernaan menyebabkan denaturasi allergen. Secara imunologik sIgA pada permukaan mukosa dan limfosit pada lamina propia dapat menangkal allergen masuk ke dalam tubuh. Pada usus imatur sistem pertahanan tubuh tersebut masih lemah dan gagal berfungsi sehingga memudahkan alergen, virus dan bakteri masuk ke dalam tubuh. Dengan pertambahan usia, ketidakmatangan saluran cerna tersebut semakin membaik. Biasanya setelah 2 tahun saluran cerna tersebut berangsur membaik. Hal ini juga yang mengakibatkan penderita alergi  sering sakit pada usia sebelum 2 tahun. Fenomena tersebut juga menunjukkan bahwa sewaktu bayi atau usia anak mengalami alergi makanan tetapi dalam pertambahan usia membaik.

Gejala dan tanda karena reaksi alergi pada anak dapat ditimbulkan oleh adanya alergen dari beberapa  makanan tertentu yang dikonsumsi bayi. Penyebab alergi di dalam makanan adalah protein, glikoprotein atau polipeptida dengan berat molekul lebih dari 18.000 dalton, tahan panas dan tahan ensim proteolitik. Sebagian besar alergen pada makanan adalah glikoprotein dan berkisar antara 14.000 sampai 40.000 dalton. Molekul-molekul kecil lainnya juga dapat menimbulkan kepekaan (sensitisasi) baik secara langsung atau melalui mekanisme hapten-carrier.

Susu sapi dianggap sebagai penyebab alergi makanan pada bayi yang paling sering. Beberapa penelitian di beberapa negara di dunia prevalensi alergi susu sapi pada anak dalam tahun pertama kehidupan sekitar 2%. Alergi susu sapi adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan system tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap susu sapi. Reaksi hipersensitif terhadap protein susu sapi dengan keterlibatan mekanisme sistem imun. Reaksi simpang makanan yang tidak melibatkan mekanisme sistem imun dikenal sebagai intoleransi susu. Sekitar 1-7% bayi pada umumnya menderita alergi terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi. Sedangkan sekitar 80% susu formula bayi yang beredar di pasaran ternyata menggunakan bahan dasar susu sapi. Alergi susu sapi adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan system tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap susu sapi. Reaksi hipersensitif terhadap protein susu sapi dengan keterlibatan mekanisme sistem imun. Alergi terhadap protein susu sapi atau alergi terhadap susu formula yang mengandung protein susu sapi merupakan suatu keadaan dimana seseorang  memiliki sistem reaksi kekebalan tubuh yang abnormal terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi. Sistem kekebalan tubuh bayi akan melawan protein yang terdapat dalam susu sapi sehingga gejala-gejala reaksi alergi pun akan muncul.

Pada bayi yang hanya mendapatkan ASI eksklusif maka diet yang dikonsumsi ibu sangat berpotensi menimbulkan gangguan alergi. Diet ibu yang sangat berpotensi menimbulkan gangguan pada bayi yang paling sering adalah ikan laut (terutama yang kecil seperti udang, kerang, cumi dan sebagainya), kacang tanah dan buah-buahan (tomat, melon, semangka).

Saat pemberian makanan tambahan usia 4-6 bulan, gejala alergi pada bayi sering timbal. Jenis makanan yang sering diberikan dan menimbulkan gangguan adalah pemberian buah-buahan (jeruk, dan  pisang), bubur susu (kacang hijau), nasi tim (tomat, ayam, telor, ikan laut (udang, cumi,teri), keju,  dan sebagainya. Sehingga penundaan pemberian makanan tertentu dapat mengurangi resiko gangguan alergi pada anak. Menurut beberapa penelitian pemberian multivitamin pada bayi beresiko alergi ternyata meningkatkan gangguan penyakit  alergi di kemudian hari.

PENCEGAHAN  ALERGI SEJAK DINI 

Bila terdapat riwayat keluarga baik saudara kandung, orangtua, kakek, nenek atau saudara dekat lainnya  yang alergi atau asma. Dan bila anak sudah terdapat ciri-ciri  alergi sejak lahir atau bahkan bila mungkin deteksi sejak kehamilan maka harus dilakukan pencegahan sejak dini. Resiko alergi pada anak dikemudian hari dapat dihindarkan bila kita dapat mendeteksi dan mencegah sejak dini.

Pencegahan alergi makanan terbagi menjadi 3 tahap, yaitu pencegahan primer, sekunder dan tersier.

Pencegahan Primer , bertujuan menghambat sesitisasi imunologi oleh makanan terutama mencegah terbentuknya Imunoglobulin E (IgE).. Pencegahan ini dilakukan sebelum terjadi sensitisasi atau terpapar dengan penyebab alergi. Hal ini dapat dilakukan sejak saat kehamilan.

Pencegahan sekunder, bertujuan untuk mensupresi (menekan) timbulnya penyakit setelah sensitisasi. Pencegahan ini dilakukan setelah terjadi sensitisasi tetapi manifestasi penyakit alergi belum muncul. Keadaan sensitisasi diketahui dengan cara pemeriksaan IgE spesifik dalam serum darah, darah tali pusat atau uji kulit. Saat tindakan yang optimal adalah usia 0 hingga 3 tahun.

Pencegahan tersier, bertujuan untuk mencegah dampak lanjutan setelah timbulnya alergi. Dilakukan pada anak yang sudah mengalami sensitisasi dan menunjukkan manifestasi penyakit yang masih dini tetapi belum menunjukkan gejala penyakit alergi yang lebih berat. Saat tindakan yang optimal adalah usia 6 bulan hingga 4 tahun.

Kontak dengan antigen harus dihindari selama periode rentan pada bulan-bulan awal kehidupan, saat limfosit  T belum matang dan mukosa usus kecil dapat ditembus oleh protein makanan. Ada beberapa upaya pencegahan  yang perlu diperhatikan supaya anak terhindar dari keluhan alergi yang lebih berat dan berkepanjangan dikemudian hari :

  • Hindari atau minimalkan penyebab alergi sejak dalam kandungan, dalam hal ini oleh ibu. Bila ibu hamil didapatkan gerakan atau tendangan janin yang keras dan berlebihan pada kandungan disertai gerakan denyutan keras (hiccups/cegukan) terutama malam atau pagi hari, maka sebaiknya ibu harus mulai menghindari penyebab alergi sedini mungkin. Committes on Nutrition AAP menganjurkan elinasi diet jenis kacang-kacangan untuk pencegahan alergi sejak dalam kehamilan.
  • Pemberian makanan padat dini dapat meningkatkan resiko timbulnya alergi. Bayi yang mendapat makanan pada usia 6 bulan mempunyai angka kejadian dermatitis alergi yang lebih rendah dibandingkan dengan bayi yang mulai mendapat makanan tambahan pada usia 3 bulan.
  • Hindari paparan debu di lingkungan seperti pemakaian karpet, korden tebal, kasur kapuk, tumpukan baju atau buku. Hindari pencetus binatang (bulu binatang piaraan kucing dsb, kecoak, tungau pada kasur kapuk).
  • Tunda pemberian makanan penyebab alergi, seperti ayam di atas 1 tahun, telor, kacang tanah di atas usia 2 tahun dan ikan laut di atas usia 3 tahun.
  • Bila membeli makanan dibiasakan untuk mengetahui komposisi makanan atau membaca label komposisi di produk makanan tersebut.
  • Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dapat mencegah resiko alergi pada bayi . Bila bayi minum ASI, ibu juga hindari makanan penyebab alergi. Makanan yang dikonsumsi oleh ibu dapat masuk ke bayi melalui ASI. Terutama kacang-kacangan, dan dipertimbangkan menunda telur,  susu sapi dan ikan. Meskipun masih terdapat beberapa penelitian yang bertolak belakang tentang hal ini.
  • Committes on Nutrition AAP menganjurkan pemberian suplemen kalsium dan vitamin selama menyusui.
  • Bila ASI tidak memungkinkan atau kalau perlu kurang gunakan susu hipoalergenik formula untuk pencegahan terutama usia di bawah 6 bulan.Bila dicurigai alergi terhadap susu sapi bisa menggunakan susu protein hidrolisat. Penggunaan susu soya harus tetap diwaspadai karena 30 – 50% bayi masih mengalami alergi terhadap soya.
  • Bila timbul gejala alergi, identifikasi pencetusnya dan hindari.

Pemberian ASI atau Susu protein hidrolisa selama bulan pertama. yang terbukti sangat kuat secara ilmiah.  Sedangkan yang terbukti kuat lainnya adalah eliminasi tungau debu rumah pada awal kehidupan, eliminasi penyebab alergi pada usia > 4 – 6 bulan dan pemakaian Prebiotik. Pencegahan dengan menunda makanan padat masih belum banyak penelitian yang mengungkapkan. Sedangkan pencegahan dengan Penambahan PUFA omega 3, penambahan nutrisi lain (Zn, Ca, Fe, nukleotida) dan imunoterapi masih diragukan dan perlu penelitian lebih jauh.  Pemberian obat-obatan antihistamin dan ketotifen dengan efek antiinflamasi sebagai pencegahan tidak terbukti secara klinis dan sudah mulai ditinggalkan sebagai upaya pencegahan.

 

DAFTAR PUSTAKA

  • Crittenden RG, Bennett LE..Cow’s milk allergy: a complex disorder. J Am Coll Nutr. 2005 Dec;24(6 Suppl):582S-91S.
  • Tokodi I, Maj C, Gabor S. Cycle vomiting syndrome as a clinical appearance of eosinophilic gastroenteritis. Orv Hetil. 2005 Oct 30;146(44):2265-9. Hungarian..
  • Oldak E. The incidence and clinical manifestation of food allergy in unselected Polish infants: follow-up from birth to one year of age. Rocz Akad Med Bialymst. 1997;42(1):196-204.
  • Julge K, Vasar M, Bjorksten B. The development of atopic sensitization in Estonian infants. Acta Paediatr. 1997 Nov;86(11):1188-94.
  • Cantani A, Gagliesi D..Severe reactions to cow’s milk in very young infants at risk of atopy. Allergy Asthma Proc. 1996 Jul-Aug;17(4):205-8.
  • Iacono G, Cavataio F, Montalto G, Soresi M, Notarbartolo A, Carroccio A..Persistent cow’s milk protein intolerance in infants: the changing faces of the same disease. Clin Exp Allergy. 1998 Jul;28(7):817-23.
  • Paajanen L, Korpela R, Tuure T, Honkanen J, Jarvela I, Ilonen J, Knip M, Vaarala O, Kokkonen J..Cow milk is not responsible for most gastrointestinal immune-like syndromes–evidence from a population-based study. Am J Clin Nutr. 2005 Dec;82(6):1327-35.
  • Kaczmarski M, Wasilewska J, Lasota M..Hypersensitivity to hydrolyzed cow’s milk protein formula in infants and young children with atopic eczema/dermatitis syndrome with cow’s milk protein allergy. Rocz Akad Med Bialymst. 2005;50:274-8..
  • Kim KH, Hwang JH, Park KC.Periauricular eczematization in childhood atopic dermatitis. Pediatr Dermatol. 1996 Jul-Aug;13(4):278-80.
  • Stogmann W, Kurz H. Atopic dermatitis and food allergy in infancy and childhood. Wien Med Wochenschr. 1996;146(15):411-4. Review. German.
  • Bock SA: Evaluation of IgE-mediated food hypersensitivities. J Pediatr Gastroenterol Nutr 2000; 30 Suppl: S20-7.
  • Carroccio A, Montalto G, Custro N, et al: Evidence of very delayed clinical reactions to cow’s milk in cow’s milk-intolerant patients. Allergy 2000 Jun; 55(6): 574-9..
  • Dupont C, Heyman M: Food protein-induced enterocolitis syndrome: laboratory perspectives. J Pediatr Gastroenterol Nutr 2000; 30 Suppl: S50-7.
  • Hill DJ, Heine RG, Cameron DJ: The natural history of intolerance to soy and extensively hydrolyzed formula in infants with multiple food protein intolerance. J Pediatr 1999 Jul; 135(1): 118-21.
  • Host A, Halken S, Jacobsen HP, et al: Clinical course of cow’s milk protein allergy/intolerance and atopic diseases in childhood. Pediatr Allergy Immunol 2002; 13 Suppl 15: 23-8.
  • Kelly KJ: Eosinophilic gastroenteritis. J Pediatr Gastroenterol Nutr 2000; 30 Suppl: S28-35.
  • Kelly KJ, Lazenby AJ, Rowe PC: Eosinophilic esophagitis attributed to gastroesophageal reflux: improvement with an amino acid-based formula. Gastroenterology 1995 Nov; 109(5): 1503-12.
  • Lake AM: Food-induced eosinophilic proctocolitis. J Pediatr Gastroenterol Nutr 2000; 30 Suppl: S58-60.
  • Lake AM, Whitington PF, Hamilton SR: Dietary protein-induced colitis in breast-fed infants. J Pediatr 1982 Dec; 101(6): 906-10.
  • Lindberg T: Infantile colic: aetiology and prognosis. Acta Paediatr 2000 Jan; 89(1): 1-2.
  • Novembre E, Vierucci A: Milk allergy/intolerance and atopic dermatitis in infancy and childhood. Allergy 2001; 56 Suppl 67: 105-8.
  • Sampson HA, Anderson JA: Summary and recommendations: Classification of gastrointestinal manifestations due to immunologic reactions to foods in infants and young children. J Pediatr Gastroenterol Nutr 2000; 30 Suppl: S87-94.
  • Vandenplas Y, Hauser B, Van den Borre C, Clybouw C, Mahler T, Hachimi-Idrissi S, Deraeve L, Malfroot A, Dab I.. The long-term effect of a partial whey hydrolysate formula on the prophylaxis of atopic disease.Eur J Pediatr. 1995 Jun;154(6):488-94.
  • Egger, J et al. Controlled trial of oligoantigenic treatment in the hyperkinetic syndrome. Lancet (1) 1985: 540-5
  • Overview Allergy Hormone. htpp://www.allergycenter/allergy Hormone.
  • Allergy induced Behaviour Problems in chlidren . htpp://www.allergies/wkm/behaviour.
  • Brain allergic in Children.htpp://www.allergycenter/UCK/allergy.
  • William H., Md Philpott, Dwight K., Phd Kalita, Dwight K. Kalita PhD, Linus Pauling PhD, Linus. Pauling, William H. Philpott MD. Brain Allergies: The Psychonutrient and Magnetic Connections.
  • Ray C, Wunderlich, Susan PPrwscott. Allergy, Brains, and Children Coping. London.2003
  • Hall K. Allergy of the nervous system : a reviewAnn Allergy 1976 Jan;36(1):49-64.
  • Goyal RK, Hirano I. The enteric nervous system. N Engl J Med 1996;334:1106-1115.

Supported By:

GRoW UP CLINIC JAKARTA Yudhasmara Foundation GRoW UP CLINIC I Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210, phone (021) 5703646 – 44466102 GRoW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430, Phone (021) 44466103 – 97730777email : judarwanto@gmail.com  
http://growupclinic.com http://www.facebook.com/GrowUpClinic Creating-hashtag-on-twitter@growupclinic
“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: *** Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***

Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967  Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician
We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life.

Pemberian Probiotik Kehamilan Kurangi Risiko Alergi Bayi

Pemberian Probiotik Kehamilan Kurangi Risiko Alergi Bayi

Probiotik ternyata sudah memberi manfaat sejak bayi masih dalam kandungan. Bayi yang ibunya rutin mengonsumsi suplemen prebiotik selama kehamilan, memiliki risiko rendah mengalami alergi. Bayi yang terpapar probiotik selama dalam rahim memiliki ketahanan tubuh yang baik di tahun pertama setelah lahir. Penelitian yang dilakukan Dr Eric Forno dari Children’s Hospital, Pittsburgh, mengungkapkan ketahanan tubuh ini membantu anak melawan segala bentuk alergi. Hasil ini didasarkan pada analisis 25 percobaan pemberian suplemen, yang diberikan selama kehamilan. Suplemen juga diberikan pada tahun pertama kehidupan anak. Dosis pemberian adalah sekali sehari atau lebih, selama beberapa bulan dalam setahun

Probiotik sudah lama diakui manfaatnya bagi tubuh. Beberapa contoh asupan yang berisi bakteri baik ini antara lain yogurt, sauerkraut, miso soup, soft cheeses, dan beberapa jenis susu.

Setelah itu, peneliti menanyakan adanya gejala asma atau bentuk alergi lain pada anak. Gejala asma ini mencakup batuk dan sesak, sedangkan alergi lain yang ditanyakan adalah alergi pada kacang dan serbuk bunga.

Riset menemukan, bayi yang diberi probiotik selama dalam rahim, berpeluang 12 persen lebih kecil menderita alergi. Bayi yang mengonsumsi probiotik setelah lahir tidak menunjukkan perubahan pada risiko alergi. Konsumsi suplemen juga tidak berefek pada gejala asma. Kecuali, seperti kata peneliti, bergantung pada usia bayi.

Sekitar 60-70 persen sistem ketahanan tubuh seseorang berada dalam ususnya. Walaupun probiotik belum terbukti berefek positif pada sistem ketahanan tubuh, adanya bakteri baik yang hidup di dalam usus menjadi pertahanan kuat melawan patogen. Mengonsumsi probiotik, membantu bayi baru lahir melawan infeksi pada tahun awal hidupnya dan di kemudian hari.

Teorinya adalah, paparan probiotik di awal kehidupan menolong sistem imun mengatur diri dan mengetahui siapa yang dilawan. Kami berharap penelitian selanjutnya tidak lagi mempertanyakan manfaat probiotik, tapi bagaimana membuat ibu mau mengonsumsinya.
Meski demikian, para ahli lain menyebutkan, karena para peneliti hanya mengikuti riwayat kesehatan bayi sampai usia 5 tahun, agak sulit menentukan apakah memang probiotik mencegah asma. Pasalnya, asma cukup sulit didiagnosis di usia ini.

Tanda Dan Gejala Harus Diwaspadai Saat Anak Diare dan Muntah

Di jaman modern ini ternyata diare dan muntah  masih merupakan salah satu masalah kesehatan utama dari masyarakat di Indonesia. Diare dan muntah hampir selalu termasuk dalam kelompok 3 penyebab utama kunjungan pasien ke puskesmas atau layanan dokter lainnya.

Diare merupakan salah satu penyakit yang paling sering ditemukan pada anak di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Diperkirakan anak berumur di bawah 3 tahun mengalami 2-3 kejadian diare per tahunnya. Meskipun sebagian besar diare pada anak akan sembuh sendiri (self limited), namun penanganan yang akurat tetap sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kekurangan cairan (dehidrasi).1

Pada orang dewasa, dperkirakan setiap tahunnya mengalami diare akut atau gastroenteritis akut sebanyak 99.000.000 kasus. Di Amerika Serikat, diperkirakan 8.000.000 pasien berobat ke dokter dan lebih dari 250.000 pasien dirawat di rumah sakit tiap tahun (1,5% merupakan pasien dewasa) yang disebabkan karena diare atau gastroenteritis. Kematian yang terjadi, kebanyakan berhubungan dengan kejadian diare pada anak-anak atau lansia, dimana kesehatan pada usia pasien tersebut rentan terhadap dehidrasi sedang sampai berat. Frekuensi kejadian diare pada Negara-negara berkembang termasuk Indonesia lebih banyak 2 sampai 3 kali dibandingkan Negara maju.2

Angka kejadian diare, di sebagian besar wilayah Indonesia hingga saat ini masih tinggi. Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2004 angka kematian akibat diare 23 per 100 ribu penduduk dan pada balita 75 per 100 ribu balita. Selama tahun 2006 sebanyak 41 kabupaten di 16 provinsi melaporkan KLB diare di wilayahnya. Jumlah kasus diare yang dilaporkan sebanyak 10.980 dan 277 diantaranya menyebabkan kematian. Hal tersebut, utamanya disebabkan rendahnya ketersediaan air bersih, sanitasi buruk dan perilaku hidup tidak sehat.

Tanda dan gejala

  • Pasien dengan diare akut datang dengan berbagai gejala klinik tergantung penyebab penyakit dasarnya. Keluhan diarenya berlangsung kurang dari 15 hari. Diare karena penyakit usus halus biasanya berjumlah banyak, diare air dan sering berhubungan dengan malabsorbsi, dan dehidrasi sering didapatkan.
  • Tinja berjumlah kecil tetapi sering, bercampur darah dan ada sensasi ingin ke belakang. Pasien dengan diare akut infektif datang dengan keluhan yang khas yaitu nausea, muntah, nyeri abdomen, demam, dan tinja yang sering, biasa air, malabsorbsi, atau berdarah tergantung bakteri patogen yang spesifik.
  • Pada bayi dan anak, mula-mula akan menjadi cengeng, gelisah, suhu badan mungkin meningkat, nafsu makan berkurang atau bahkan tidak ada kemudian akan timbul diare. Tinja makin cair mungkin mengandung darah atau lendir, warna tinja berubah menjadi kehijau-hijauan karena bercampur empedu. Karena seringnya defekasi, anus dan sekitarnya lecet karena tinja makin lama menjadi asam akibat banyaknya asam laktat yang terjadi dari pemecahan laktosa yang tidak dapat di absorbsi oleh usus.
  • Gejala muntah dapat terjadi sebelum atau sesudah diare. Bila penderita telah banyak kehilangan air dan elektrolit, terjadilah gejala dehidrasi. Berat badan turun, pada bayi akan terlihat ubun-ubun cekung. Tonus dan turgor kulit berkurang, selaput lendir mulut dan bibir terlihat kering.

Tanda Dan Gejala Harus Diwaspadai Saat Anak Diare dan Muntah

Dehidrasi terjadi karena kehilangan air lebih banyak daripada pemasukan air. Derajat dehidrasi dapat dibagi berdasarkan gejala klinis dan kehilangan berat badan. Derajat dehidrasi menurut kehilangan berat badan, diklasifikasikan menjadi empat, dapat dilihat dari tabel berikut :

Derajat dehidrasi berdasarkan kehilangan berat badan

Derajat dehidrasi Penurunan berat badan (%)
Tidak dehidrasi < 2
Dehidrasi ringan 2 – 5
Dehidrasi sedang 5-8
Dehidrasi berat 8-10

Derajat dehidrasi berdasarkan gejala klinis

Penilaian Tanp0a dehidrasi Dehidrasi ringan/ sedang Dehidrasi berat
Keadaan umum Baik, sadar Gelisah, rewel Lesu, tidak sadar
Mata Normal Cekung Sangat cekung
Air mata Ada Tidak ada Tidak ada
Mulut, lidah Basah Kering Sangat kering
Rasa haus Minum seperti biasa Haus, ingin minum banyak Malas minum, tidak bisa minum
Periksa: Turgor kulit Baik (kembali cepat) Kurang-buruk (kembali lambat) Sangat buruk (kembali sangat lambat)
Hasil pemeriksaan Tanpa dehidrasi Dehidrasi ringan/ sedang

Bila ada 1 tanda ditambah 1/lebih tanda lain

Dehidrasi berat

Bila ada 1 tanda ditambah 1/lebih tanda lain

Bila mengalami tanda dan gejala dehidrasi ringan, sedang atau Dehidrasi berat harus segera ke dokter atau ke rumah sakit

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA:

supported by

GRoW UP CLINIC JAKARTA Yudhasmara Foundation Inspirasi Orangtua Cerdas, Tumbuhkan Anak Semakin Sehat, Kuat dan Pintar

WORKING TOGETHER SUPPORT TO THE HEALTH OF ALL CHILDREN BY CLINICAL, RESEARCH AND EDUCATIONS. Advancing of the future pediatric and future parenting to optimalized physical, mental and social health and well being for fetal, newborn, infant, children, adolescents and young adult
“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on:

Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC”

  • Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967
  • Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician
  • Fisioterapis dan terapi okupasi lainnya

Clinical – Editor in Chief :

Dr WIDODO JUDARWANTO, pediatrician

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2012, GRoW UP CLINIC Information Education Network. All rights reserved

Rekomendasi Pemberian Garam Pada Anak dan Dampak Bila Berlebihan

Rekomendasi Pemberian Garam Pada Anak dan Dampak Bila Berlebihan

Anak yang terlalu sering konsumsi garam dapat berujung pada masalah kesehatan serius, bahkan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Jika orang dewasa banyak mengonsumsi garam,  hal itu akan memicu tekanan darahnya sehingga meningkatkan risiko sakit jantung dan stroke. Pada anak, konsumsi natrium dengan kadar yang sama seperti halnya orang dewasa akan membuat berat badannya berlebihan, yang akhirnya tekanan darah naik secara dramatis.

Dalam studi terbaru yang dipublikasikan Journal Pediatrics dan Trading Standar Institute (TSI), para ahli kesehatan merekomendasikan

  • Konsumsi garam pada anak-anak tidak lebih dari 2.300 miligram atau setara 1 sendok teh per hari.

  • Dari hasil penelitian, selama ini orang dewasa dan anak-anak masih konsumsi garam rata-rata 3.400 miligram setiap hari.
  • Menurut survei Trading Standar Institute (TSI), anak di bawah usia satu tahun harus mendapatkan asupan garam setidaknya satu gram garam setiap hari.
  • Usia satu hingga tiga tahun harus memiliki dua gram garam per hari dan tiga gram garam untuk anak-anak yang berusia di bawah usia empat hingga enam tahun.
  • Sedangkan jumlah garam yang baik untuk anak-anak antara usia tujuh hingga 10 tahun dibatasi sampai lima gram per hari.
  • Ginjal anak Anda tidak dapat mengatasi kelebihan asupan garam. Jadi, jangan tambahkan garam pada menu makan anak Anda sampai mereka berusia satu tahun.
  • ASI itu sendiri memenuhi kebutuhan garam dalam tubuh mereka. Semua makanan olahan, seperti saus dan keripik juga sangat kaya akan natrium.
  • 2.300 mg garam sama dengan satu sendok teh konsumsi garam secara keseluruhan.

Dampak kelebihan garam pada anak

  • Para peneliti di Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika menyebutkan bahwa anak-anak yang mengonsumsi garam sebanyak asupan orang dewasa, menempatkan mereka pada risiko yang sama untuk terkena hipertensi, demikian menurut studi yang dipublikasikan di jurnal Pediatrics.
  • Garam benar-benar dapat berakibat buruk bagi anak-anak jika  asupannya terlalu banyak, karena dapat menyebabkan berbagai penyakit. Jika untuk alasan apa pun ginjal kita gagal untuk menjaga keseimbangan sodium dalam tubuh, maka ini akan mengarah pada peningkatan tekanan di arteri dan penyakit ginjal kronis.
  • Apa yang anak-anak makan sekarang dapat mempengaruhi tingkat kesehatannya di kemudian hari. Tingkat tinggi asupan garam pada anak-anak juga telah dikaitkan dengan penyakit seperti asma dan batu ginjal. Bahkan, menyebabkan obesitas pada anak-anak. Jadi, batasi asupan garam dalam diet anak Anda untuk mencegah efek berbahaya dari sodium.
  • Menurut penelitian tersebut, ketika kadar konsumsi garam setiap hari 1.000 miligram, resiko tekanan darah tinggi bisa meningkat sampai 74 persen pada anak dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Sedangkan untuk anak berbadan normal kenaikannya sampai 6 persen. Data ini berdasarkan kajian yang melibatkan berjumlah 6.200 anak dan remaja berusia 8 sampai 18 tahun. Lebih dari sepertiga responden adalah anak dengan kelebihan berat badan atau memiliki tekanan darah tinggi.
  • Menurut laporan Pusat Pengendalian Penyakit dan Pencegahan (CDC) Amerika Serikat, asupan garam banyak didapatkan dari kebiasaan memakan roti, pizza, daging segar dan olahan, sup, sandwich, keju, pasta, daging dan makanan ringan.
  • Kebiasaan mengonsumsi makanan yang sudah diproses juga menyumbang asupan natrium yang cukup tinggi. Sup, kaldu, sayuran dalam kaleng, mi ayam, saus, juga sosis merupakan sumber natrium yang belum banyak disadari. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan terhadap sosis yang dijual di supermarket di Inggris diketahui 80 persen dari 300 jenis sosis di sana mengandung kadar garam lebih tinggi dari yang disarankan. Rata-rata mengandung lebih dari 2 gram per 100 gram sosis. Makanan seperti susu, daging, dan sayuran merupakan sumber alami natrium. Jadi, ketika anak Ternyata kandungan garam terbanyak terdapat dalam makanan kalengan dan makanan siap saji, Anda memiliki salah satu makanan yang disebutkan di atas dalam makanannya, maka Anda harus mengurangi sedikit asupan garam mentah dalam diet mereka untuk mempertahankan proporsi. Karena tingginya asupan garam dapat berakibat buruk bagi kesehatan anak Anda.
  • Jika memiliki tekanan darah tinggi sejak kecil, kemungkinan hal tersebut akan berlangsung sampai dewasa. Tekanan darah tinggi adalah salah satu faktor paling signifikan untuk penyakit jantung. elihat hasil studi ini, para orang tua kembali diingatkan akan adanya ancaman tekanan darah tinggi pada anak-anak mereka akibat pola makan. Sebagian besar natrium dari makanan berasal dari kemasan dan makanan di restaurant.  Untuk mencegah asupan garam berlebih, para orang tua juga  wajib mengamati label pada kemasan makanan.
    Disarankan bagi orang tua memberi makan anak-anaknya dengan mengutamakan kandungan nutrisi dan menghindari tambahan garam. Anak-anak yang terlanjur obesitas, lanjutnya, ada baiknya diajak berolahraga dan makan makanan kaya serat seperti buah dan sayuran.

.

.

.

Provided By

DOKTER INDONESIA ONLINE Yudhasmara Foundation Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210, phone (021) 5703646 – 44466102 –  08567805533 email : dokterindonesiaonline@gmail.com   http://dokterindonesiaonline.com http://www.facebook.com/ Creating-hashtag-on-twittertwitter
Supported By “GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: *** Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen *** 
Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967  Clinical – Editor in Chief : Dr WIDODO JUDARWANTO, pediatrician email : judarwanto@gmail.com curriculum vitae Creating-hashtag-on-twitter: @WidoJudarwanto www.facebook.com/widodo.judarwanto Mobile Phone O8567805533 PIN BB 25AF7035

Copyright © 2014, @ Dokter Indonesia Online – Informasi Edukasi Networking. All rights reserved

 

Rekomendasi Diet Anak Untuk Kesehatan Jantung di Masa Depan Menurut AHA

Rekomendasi Diet Anak Untuk Kesehatan Jantung di Masa Depan Menurut AHA (The American Heart Association)

Penyakit  jantung masih merupakan pembunuh nomor satu yang menyebabkan lebih dari  17 juta kematian di dunia per tahun. Penyakit jantung itu juga menjadi  salah satu hal yang berbahaya karena diperkirakan hingga 90 persen  muncul tanpa adanya gejala atau sering disebut the silent killer. Terdapat  lima faktor resiko terbesar bagi penyakit kardio vaskular adalah total  kolesterol yang tinggi, tekanan darah tinggi, obesitas, alkohol dan  rokok.  Terdapat fenomena pergeseran usia, sekarang sebelum menopause sudah kena kardio vaskular. Sekarang umur 40-an juga sudah mulai kena. Risiko penyakit jantung (kardiovaskuler) diduga mulai terjadi sejak masih anak-anak atau di bawah usia 10 tahun. Anak obesitas berisiko menderita penyakit jantung saat dewasa. Mulai dari bayi sudah ada proses. Jika ada anak obesitas, resiko akan lebih tinggi lagi. Pada anak berat badan lebih atau  gemuk bisa terjadi percepatan proses  aterosklerosis. Sehingga pencegahan penyakit jantung sat dewasa harus dilakukan saat bayi dan usia anak. Salah satu yang bisa dilakukan adalah melakukan pemberian diet yang terencana dan terukur khususnya pada anak yang beresiko dan makanan yang beresiko tinggi terjadinya penumpukan faktor ateroskerosis sejak usia dini. The American Heart Association memiliki rekomendasi diet untuk bayi, anak-anak dan remaja untuk meningkatkan kesehatan jantung

Terdapat beberapa faktor risiko terjadinya penyakit jantung koroner pada usia dewasa. Namun, pada prinsipnya dapat dilakukan upaya pencegahan sejak anak-anak atau usia dini. Penyakit jantung koroner (PJK) sendiri merupakan penyakit jantung yang terjadi akibat penyempitan pada arteri koroner di jantung.

Faktor-faktor risiko penyebab jantung koroner adalah obesitas (kegemukan), hiperkolestrolemia (kadar kolesterol yang terlalu tinggi), merokok (aktif dan pasif), aktivitas fisik yang kurang, dan hipertensi. Data patologis dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa proses aterosklerosis terjadi sejak usia anak-anak. Perubahan pada dinding dalam pembuluh darah hampir selalu ditemukan pada usia 20 tahun, dan akan menjadi plaq (fibrous plaque) sejak dekade kedua kehidupan. Prosesnya berjalan perlahan namun pasti.

Belakangan ini tampak kecenderungan PJK sudah mulai ditemukan pada usia relatif muda. Tren saat ini adalah ditemukan banyak anak yang obesitas, anak-anak dan remaja yang merokok.

Pola makan dan jenis makanan tentu akan banyak mempengaruhi terjadinya kegemukan dan peningkatan kadar kolesterol. Karena manifestasi klinis PJK pada orang dewasa memerlukan waktu lama dari proses aterosklerosis, maka selayaknya deteksi faktor risiko PJK dilakukan sejak usia dini, masa bayi, anak, dan remaja.

Makanan anak akan mempengaruhi kadar kolesterol dalam darah. Untuk mengendalikan kadar kolesterol dapat dilakukan dengan diet sesuai rekomendasi American Heart Asociation (AHA) sebagai berikut; Makanan bervariasi, cukup kalori untuk pertumbuhan, dan pemeliharaan lemak tidak melebihi 30%, total kalori polyunsaturated fatty acid (PUFA) minimal 10%, total kalori konsumsi kolesterol kurang dari 300 mg. Hal tersebut adalah strategi umum yang harus kita kerjakan.

Strategi khusus individual ditujukan pada anak-anak dengan riwayat PJK dini (umur kurang 55 tahun) pada orang tua, nenek, kaker, paman, dan keluarga dekat lainnya dengan hiperkolesterolemia. Anak dengan hiperkolesterolemia memerlukan intervensi nutrisi, pemantauan kadar kolesterol, penyuluhan gizi, dan identifikasi interaksi dengan faktor risiko lainnya. Anak yang kegemukan perlu dilakukan pemeriksaan kolesterol pada umur di atas dua tahun untuk mengetahui apakah ada faktor risiko lain seperti hiperkolesterolemia.

Rekomendasi Diet Anak Untuk Kesehatan Jantung di Masa Depan Menurut AHA (The American Heart Association)

Usia Bayi

  • Menyusui adalah nutrisi yang ideal dan cukup untuk mendukung pertumbuhan optimal dan pengembangan tentang 4-6 bulan pertama setelah kelahiran. Cobalah untuk mempertahankan menyusui selama 12 bulan. Transisi ke sumber nutrisi harus dimulai pada sekitar 4-6 bulan untuk memastikan mikronutrien yang cukup dalam diet.
  • Keterlambatan memperkenalkan jus 100 persen sampai setidaknya usia 6 bulan dan batas tidak lebih dari 4-6 oz / hari. Juice hanya harus diberi makan dari cangkir.
  • Jangan mmemaksakan makanan berlebihan pada bayi dan anak, karena biasanya dapat mengatur diri jumlah kalori yang mereka butuhkan setiap hari. Anak-anak tidak boleh dipaksa untuk menyelesaikan makanan jika mereka tidak lapar karena mereka sering bervariasi asupan kalori dari makanan untuk makan.
  • Memperkenalkan makanan sehat dan terus menawarkan mereka jika mereka awalnya menolak. Jangan memperkenalkan makanan tanpa nilai gizi keseluruhan hanya untuk memberikan kalori.

The American Heart Association merekomendasikan pola makan untuk keluarga:

  • Energi (kalori) harus memadai untuk mendukung pertumbuhan dan pembangunan dan untuk mencapai atau mempertahankan berat badan yang diinginkan.
  • Makan makanan rendah lemak jenuh, lemak trans, kolesterol, garam (natrium), dan ditambahkan gula.
  • Jaga asupan lemak total antara 30 sampai 35 persen dari kalori untuk anak-anak 2 sampai 3 tahun dan antara 25 sampai 35 persen dari kalori untuk anak-anak dan remaja 4 sampai 18 tahun, dengan lemak sebagian besar berasal dari sumber asam lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal , seperti ikan, kacang-kacangan dan minyak sayur.
  • Pilih berbagai makanan untuk mendapatkan cukup karbohidrat, protein dan nutrisi lainnya.
  • Makan hanya cukup kalori untuk menjaga berat badan yang sehat untuk tinggi badan Anda dan membangun. Secara fisik aktif selama setidaknya 60 menit sehari.
  • Sajikan roti dan sereal whole-grain/high-fiber daripada produk biji-bijian olahan. Carilah “gandum” sebagai bahan pertama pada label makanan dan membuat setidaknya setengah butir gandum Anda porsi utuh. Rekomendasi asupan berkisar gandum dari 2 oz / hari. Untuk hari satu tahun sampai 7 oz / untuk anak 14-18-tahun..
  • Sajikan berbagai buah-buahan dan sayuran setiap hari, sementara membatasi asupan jus. Setiap makan harus berisi minimal 1 buah atau sayur. Asupan buah berkisar Anak direkomendasikan dari 1 cangkir / hari, antara usia 1 dan 3, untuk 2 cangkir untuk anak 14-18-tahun. Rekomendasi asupan sayuran berkisar dari ¾ cangkir sehari pada usia satu sampai 3 cangkir untuk anak 14-18-tahun.
  • Memperkenalkan dan teratur melayani ikan sebagai hidangan. Hindari ikan komersial goreng.
  • Sajikan bebas lemak dan rendah lemak makanan susu. Dari usia 1-8, anak-anak membutuhkan 2 cangkir susu atau setara setiap hari. Anak-anak usia 9-18 membutuhkan 3 cangkir.
  • Jangan memaksakan makanan pada anak. Perkiraan kalori yang dibutuhkan oleh anak-anak dari berbagai 900/day untuk 1-tahun untuk 1.800 untuk gadis berusia 14-18-tahun dan 2.200 untuk anak 14-18-tahun.

Pola makan mendukung pertumbuhan normal dan perkembangan anak. Rekomendasi ini menyediakan cukup energi total dan memenuhi atau melebihi tunjangan harian yang disarankan untuk semua nutrisi untuk anak-anak dan remaja, termasuk zat besi dan kalsium.

Rekomendasi Perkiraan Diet harian Kalori dan Porsi  untuk bijian, buah-buahan, Sayur, dan Susu menurut Umur dan Jenis Kelamin

1 Tahun 2–3 Tahun 4–8 Tahun 9–13 Tahun 14–18 Tahun
Kalori† 900 kcal 1000 kcal
Perempuan 1200 kcal 1600 kcal 1800 kcal
laki-laki 1400 kcal 1800 kcal 2200 kcal
Lemak 30-40% kcal 30-35% kcal 25-35% kcal 25-35% kcal 25-35% kcal
Susu‡ 2 Mangkuk¶ 2 Mangkuk 2 Mangkuk 3Mangkuk 3 Mangkuk
Lean Meat/Beans 1.5 oz 2 oz 5 oz
Perempuan 3 oz 5 oz
laki-laki 4 oz 6 oz
Buah§ 1 cup 1 cup 1.5 cups 1.5 cups
Perempuan 1.5 cups
Laki-laki 2 cups
Sayur§ 3/4 cup 1 cup
Perempuan 1 cup 2 cups 2.5 cups
Laki-laki 1.5 cup 2.5 cups 3 cups
Grains_ 2 oz 3 oz
Perempuan 4 oz 5 oz 6 oz
Laki-laki 5 oz 6 oz 7 oz

* Perkiraan kalori didasarkan pada gaya hidup. Peningkatan aktivitas fisik akan membutuhkan kalori tambahan: by 0-200 kkal / d jika aktivitas fisik yang cukup, dan oleh 200-400 kkal / d jika sangat aktif secara fisik.
† Untuk pemuda 2 tahun dan lebih tua, yang diadopsi dari Tabel 2, Tabel 3, dan Lampiran A-2 dari Pedoman Diet untuk
Amerika (2005) 14; http://www.healthierus.gov/dietaryguidelines. Kontribusi nutrisi dan energi dari masing-masing kelompok dihitung sesuai dengan padat nutrisi bentuk makanan di masing-masing kelompok (misalnya, daging tanpa lemak dan susu bebas lemak).
‡ Susu tercantum adalah bebas lemak (kecuali untuk anak di bawah usia 2 tahun). Jika 1%, 2%, atau seluruh lemak susu diganti, ini akan memanfaatkan, untuk setiap cangkirnya, 19, 39, atau 63 kkal kalori diskresioner dan menambahkan 2,6, 5,1, atau 9,0 g lemak total, yang 1,3, 2,6, atau 4,6 g lemak jenuh yang.
§ ukuran Melayani adalah 1/4 cangkir untuk usia 1 tahun, 1/3 cangkir untuk 2 sampai 3 tahun, dan 1/2 gelas untuk _4 tahun.
Berbagai sayuran harus dipilih dari setiap subkelompok selama seminggu.
_Half Dari semua biji-bijian harus biji-bijian.
¶ Untuk anak usia 1-tahun anak-anak, perhitungan didasarkan pada lemak susu 2%. Jika 2 cangkir susu diganti, 48 kkal kalori diskresioner akan digunakan. The American Academy of Pediatrics merekomendasikan bahwa lemak susu low-fat/reduced tidak diberikan sebelum usia 2 tahun.

supported by

CHILDREN GRoW UP CLINIC Yudhasmara Foundation Inspirasi Orangtua Cerdas, Tumbuhkan Anak Semakin Sehat, Kuat dan Pintar

WORKING TOGETHER FOR STRONGER, SMARTER AND HEALTHIER CHILDREN BY EDUCATION, CLINICAL INTERVENTION, RESEARCH AND NETWORKING INFORMATION . Advancing of the future pediatric and future parenting to optimalized physical, mental and social health and well being for fetal, newborn, infant, children, adolescents and young adult
LAYANAN KLINIK KHUSUS “CHILDREN GRoW UP CLINIC”

PROFESIONAL MEDIS “CHILDREN GRoW UP CLINIC”

  • Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967
  • Dr Widodo Judarwanto SpA, Pediatrician
  • Fisioterapis dan terapiokupasi lainnya

Clinical – Editor in Chief :

Dr WIDODO JUDARWANTO SpA, pediatrician

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2012, CHILDREN GRoW UP CLINIC Information Education Network. All rights reserved

« Entri Lama