Category Archives: Kontroversi

11 Mitos Salah Tentang Sakit Jantung Koroner

wp-1459667909697.jpg

11 Mitos Salah Tentang Penyakit Jantung Koroner

1. Penyakit jantung hanya terjadi pada orang gemuk saja.

2. Penyakit jantung tidak bisa pada anak atau orang muda.

3. Penyakit jantung hanya satu macam
.
4. Jantungnya sehat, tak mungkin bisa sakit jantung.

5. Tidak ada hubungan dengan seranganstroke.

6. Penyakit jantung merupakan penyakit keturunan.

7. Penyakit jantung tidak dapat dicegah.

8. Terkena penyakit jantung sebab sering dikagetkan.
10Penyakit jantung muncul sebab sering mengonsumsi menu jantung pisang.

10 Wanita terbebas dari penyakit jantung.

11. Kolesterol rendah bebas sakit jantung

www.dokterindonesiaonline.com

Provided By DOKTER INDONESIA ONLINE Yudhasmara Foundation   Medicine is not only a science; it is also an art. It does not consist of compounding pills and plasters; it deals with the very processes of life, which must be understood before they may be guided. Address MENTENG SQUARE Jl Mataraman 30 Menteng Phone 021-29614252 – 081315922012 – 081315922013 email : dokterindonesiaonline@gmail.com   http://dokterindonesiaonline.com   Supported By “GRoW UP CLINIC”  Editor in Chief : Audi Yudhasmara. Editor: : Sandiaz Yudhasmara Medical Advisory Panel : Dr Widodo Judarwanto, pediatrician email : judarwanto@gmail.com curriculum vitae: twitter @WidoJudarwanto facebook: www.facebook.com/widodo.judarwanto Mobile Phone O87880001083 PIN BB  76211048. Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation. Komunikasi dan Konsultasi: Dokter Indonesia Online-Facebook  Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online DOKTER INDONESIA ONLINE: Dokter Indonesia Online DOKTER ANAK ONLINE : Dokter Anak Online ALERGI ASMA : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online SULIT MAKAN DAN GANGGUAN BERAT BADAN : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online

Copyright © 2016 @Dokter Indonesia Online – Informasi Edukasi Networking. All rights reserved

Water Birth, Persalinan Di Air. Manfaat, Kerugian dan Kontroversinya

image

Water Birth, Persalinan di Air. Manfaat, Kerugian dan Kontroversinya

Persalinan di air (waterbirth) adalahproses persalinan atau proses melahirkan yang dilakukan di dalam air hangat. Persalinan di air merupakan perkembangan yang relatif baru yang diperkenalkan di Eropa,Perancis pada tahun 1803. Pada 1970-an, beberapa bidan dan dokter di Rusia dan Prancis menjadi tertarik dengan cara-cara membantu bayi melakukan transisi dari dalam kehidupan di dalam rahim dengan kehidupan di luar sehalus mungkin.

Keprihatinan mereka bahwa perawatan bersalin modern, dengan banyak intervensi, membuat bayi menjadi traumatis.[2] Beberapa dokter, termasuk dokter kandungan PerancisFrederic Leboyer (1983), berpikir bayi dapat terkena dampak seumur hidup karena cara mereka lahir ke dunia.

Manfaat Bagi ibu

Ibu akan merasa lebih relaks karena semua otot yang berkaitan dengan proses persalinan menjadi elastis.[3]. Metode ini juga akan mempermudah proses mengejan. Sehingga rasa nyeri selama persalinan tidak terlalu dirasakan. Di dalam air proses pembukaan jalan lahir akan berjalan lebih cepat.

Manfaat Bagi bayi

Manfaat persalinan di air bagi bayi adalah dapat menurunkan risiko cedera kepala bayi, peredaran darah bayi akan lebih baik sehingga tubuh bayi akan cepat memerah setelah dilahirkan.
Meskipun belum dilakukan penelitian mendalam, namun pakar kesehatan meyakini bahwa lahir dengan metode ini memungkinkan IQ bayi menjadi lebih tinggi dibandingkan bayi yang lahir dengan metode lain.

Resiko dan prasyarat

Kemungkinan air kolam tertelan oleh bayi sangat besar. Kondisi ini menyebabkan proses membutuhkan bantuan dokter kebidanan dan kandungan, juga spesialis anak yang akan melakukan pengecekan langsung saat bayi lahir. Sehingga jika ada gangguan bisa langsung terdeteksi dan diatasi.

Hipotermia atau suhu tubuh terlalu rendah akan dialami ibu jika proses melahirkan berlangsung lebih lama dari perperkiraan.

Bayi berisiko mengalami temperature shockjika suhu air tidak sama dengan suhu si ibu saat melahirkan yaitu 37 derajat celcius. Tidak dapat dilakukan oleh ibu yang memiliki panggul kecil , sehingga harus melahirkan dengan bedah caesar. Bila bayi berisiko sungsang lebih baik hindari melakukan persalinan di air. 

Bila si ibu memiliki penyakit herpes, bisa berisiko menularkan penyakit tersebut melalui mata, selaput lendir dan tenggorokan bayi, karena kuman herpes dapat bertahan diair.

Kolam plastik yang digunakan harus benar benar steril agar tidak rentan terinfeksi kuman dan virus lainnya.

Tahapan persalinan

Proses persalinan di air memiliki tahapan yang sama seperti melahirkan normal. Pada persalinan dalam air siibu merendamkan tubuhnya ke dalam air hangat yang diyakini dapat membuat sirkulasi pembuluh darah jadi lebih baik. 

Air hangat dapat memengaruhi efektivitas kontraksi rahim.Sehingga waktu tempuh dalam proses persalinan ini lebih singkat daripada proses melahirkan normal biasa.

Metode

Ada dua metode persalinan di air. Yang pertama adalah persalinan di air murni, Ibu masuk ke kolam persalinan setelah mengalami pembukaan 6 (enam) sampai proses melahirkan terjadi. Metode lainnya adalah persalinan di air emulsion. Ibu hanya berada di dalam kolam hingga masa kontraksi akhir. Proses melahirkan tetap dilakukan di tempat tidur.

Kontroversi

Kontroversi water birth atau metode melahirkan di air sudah terjadi sejak lama. Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) tidak pernah melarang metode ini, tetapi juga tidak merekomendasikan. Hasil kajian POGI menunjukkan belum ada bukti yang cukup bahwa water birth memberikan manfaat seperti yang banyak diungkapkan.

Bukti-bukti penelitian yang ada selama ini tidak cukup kuat bila dibandingkan dengan risiko maupun ongkos water birth yang memang tidak bisa dibilang murah. Untuk menjamin air yang digunakan selalu steril misalnya, water birth mengharuskan adanya bak atau kolam khusus yang dilengkap ifilter. Tanpa ada perlengkapan semacam itu, maka risiko infeksi akan lebih tinggi karena kontaminasi yang terjadi selama proses persalinan. Water birth memiliki risiko pada pernapasan bayi. Jika ada air yang terhirup oleh bayi selama proses persalinan, maka paru-parunya berisiko mengalami bronkitis dan pneumonia.

Kontroversi persalinan water birth puncaknya terjadi pads tahun 2011. Ketika seorang dokter kandungan harus berurusan dengan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) karena membantu kelahiran bayi dengan metode water birth. Dalam kasus tersebut, sang bayi meninggal.

Kontroversi Kedokteran dan Kesehatan di Indonesia www.dokterindonesiaonline.com

wpid-wp-1446806342704.jpg

image

Pemberian Kopi Mencegah Kejang

Pada Anak  Pemberian kopi kepada anak sampai saat ini masih tidak terbukti untuk dapat  mencegah terjadinya kejang. Sebab, kejang pada anak di diakibatkan oleh demam tinggi atau faktor penyebab lainnya. Untuk mencegah demam, maka penyebab demam itulah yang harus dicari kemudian diatasi. Justru beberapa penelitian menunjukkan pemberian kafein pada binatang percobaan dapat meningkatkan resiko kejang epilepsi.Pemberian kopi beresiko menyebabkan detak jantung berdebar-debar, gelisah, dan anak tidak bisa tidur. Padahal pada anak yang badannya panas, detak jantungnya sudah meningkat dan gelisah. Pada anak dengan saluran cerna yang sensitif maka kopi akan beresiko berdampak terhadap keluhan mual, muntah dan nyeri perut.
Jalan di Pantai menyembuhkan asma. Jalan di pantau belum terbukti dapat mencegah asma.  Asma adalah keadaan saluran napasyang mengalami penyempitan karenahiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu khsusnya alergi bisa karena alergi makanan atau debu. Asma juga dapat dipicu atau diperberat karena infeksi saluran napas, stres, aktifitas belerbihan dan udara dingin.  Tetapi pemicu bukanlah yang utama bila penyebab dapat dikendalikan.

image

Mi Instan berbahaya bagi kesehatan

Sampai saat ini banyak oipini berkembang baik dari oprang awam bahkan sebagian dokter mengatakan bahwa mi instan harus dihinbdari karena berbahaya bagi kesehatan. Berbagai berita dan mitos tidak jelas mengatakan bahwa mi instan mengandung lilin, menyebabkan operasi pemotongan usus dan berbagai hal menyeramkan lainnya. Padahal produk mi instant diawasi ketat melalui standarisasi internasional yang ditetapkan Codex Alimentarius Commission (CAC) dam standarisasi nasional oleh Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).  Forum CAC (Codex Alimentarius Commission) merupakan organisasi perumus standar internasional untuk bidang pangan. Berbagai produk dan industri makanan yang ada dsi Indonesia harus dibuat berdasarkan CODEX Alimentarius Commission, badan standar makanan internasional. Memang Mi Instan mengandung bahan tambahan seperti seperti nipagin (methyl p-hydroxybenzoate) yang berfungsi sebagai pengawet dengan batas maksimum penggunaan. Juga terdapataasam benzoat dan propeonat. Methylparaben nama tehnisnya Methyl p-hydroxybenzoate (disebut juga Methyl parahydroxybenzoate) dalam makanan instant dan makanan lainnya. Menurut Codex Alimentarius Commission (CAC), Permenkes No.722/1988 dan bPOM bahan pengawet tersebut diizinkan dan tidak berbahaya.Untuk makanan seperti mie instan, asalkan tidak melebihkan kadar maksimum yang ditentukan Badan POM, yakni 250 mg per kg. Di setiap Negara batas maksimum pemakaian Nipagin berbeda seperti Amerika Serikat, Kanada dan Singapura, kadar maksimum Nipagin itu 1.000 mg per kg. di Hongkong 550 mg per kg. Penentuan batas keamanan yang sangat bervariatif tersebut karena sampai saat ini belum ada data dasar dan data ilmiah yang mendasari penentuannya. Anehnya, orangtua tampaknya tetap merasa aman dengan mi industri lain yang juga banyak dikonsumsi untuk rumah makan, restoran dan penjaja mi goreng keliling. Padahal produk lainnya tersebut belum tentu mengikuti standarisasi yang ketat. Banyak mi buatan home industri atau produksi pabrik tersebut yang mengandung bahwan perwarna berbahaya dan pengawet berbahaya yang tidak terdeteksi tetapi masyarakat tidak pernah takut.

image

Minum Es, Debu, makan gorengan sebagai penyebab sakit Flu  

Saat mengalami keluhan radang tenggorok, pilek, bersin atau demam seringkali masyarakat menjadikan kambing hitam minum es, debu atau udara dingin. ”. Hal lain yang sering dijadikan alasan penyebab sakit flu, demam, batuk atau pilek karena kecapekan, kena hujan, kena angin, kena debu, naik sepeda motor, kena kipas angin atau karena di rumah sedang membangun. Ternyata alasan yang dikemukan orang  tersebut adalah tidak benar sebagai penyebab atau bukan penyebab langsung sakit infeksi batuk, pilek dan demam yang di alami anaknya. Banyak yang meyakini bahwa sakitnya yang diderita selama ini karena hal tersebut. Padahal bila dicermati penularan penyakit yang utama adalah terjadi kontak sumber penularan dan  ada kontak yang sakit di sekitarnya 1-2 hari sebelumnya. Faktor  daya tahan tubuh juga menjadi faktor penting, karena meskipun ada kontak manusia bisa terhindar dari flu atau paling tidak gejalanya ringan yang pernah kita sadari. Bila tidak ada kontak dan sumber penularan flu tidak akan terjadi. karena virus tersebut tidak akan beterbangan di udara bebas yang luas, seperti di jalan, di udara luas dan tertipup angin dengan jarak yang jauh. Kalaupun es, udara dingin, atau gorengan hanya akan memperberat saat sudah terkena flu atau rdang tenmggorokan. Tetapi saat sehat bila terkena paparan tersebut tidak berpengaruh.

image

Vitsin (MSG) berbahaya bagi kesehatan. 

Sampai seratus tahun penggunaan mi oleh manusia sampai saat ini tidak ada peneltitian sedikitpun yang membuktikan bahwa vitsin berbahaya bagi kesehatan. Mitos yang selama ini dianut oleh masyarakat awam dan sebagian klinisi atau dokter bahwa MSG berbahaya ternyata mitos yang tidak benar. Ternyata MSG atau vetsin aman untuk digunakan atau dikonsumsi dalam makanan sehari-hari. Berbagai mitos tentang efek samping MSG tidak memiliki bukti ilmiah yang kuat, sehingga seluruh badan pengawasan makanan dunia masih menggolongkan MSG sebagai bahan yang “Generally Regarded as Safe” (GRAS) dan tidak menentukan berapa batas asupan hariannya. Bila terjadi kontroversi tentang suatu masalah sebaiknya merujuk perbedaan pendapat tersebut tertuju pada penelitian ilmiah atau rekomendasi resmi institusi kesehatan internasional yang kredibel. MSG tersusun atas 78% Glutamat, 12% Natrium dan 10% air. Kandungan glutamat yang tinggi itulah yang menyebabkan rasa gurih dalam segala macam masakan. Glutamat itu sendiri termasuk dalam kelompok asam amino non esensial penyusun protein yang terdapat juga dalam bahan makanan lain seperti daging, susu, keju, ASI dan dalam tubuh kita pun mengandung glutamat. Di dalam tubuh, glutamat dari MSG dan dari bahan lainnya dapat dimetabolime dengan baik oleh tubuh dan digunakan sebagai sumber energi usus halus.  Badan-badan kesehatan dunia saat ini seperti JEFCA (FAO+WHO khusus bahan pangan), Komunitas Kesehatan Eropa, US FDA dan BPOM  menyatakan aspek keamanannya dan memberikan batas asupan harian dalam penggunaan MSG adalah NOT SPECIFIED atau secukupnya. Tidak ada penetapan angka dalam penggunaanyadalam mengkonsumsi MSG. Di Amerika, pengunaan MSG dimasukan dalam kategori GRAS (Generally Recognized as Safe) sama seperti penggunaan garam, gula dan soda kue dalam pengguaanya. Isu-isu negatif yang beredar tidak didasari oleh kajian-kajian ilmiah yang diakui kredibilitasnya. Ada beberapa penelitian memvonis MSG sebagai sumber penyakit ternyata menggunakan metode penelitian yang rancu dan tidak relevan dalam pengguaan MSG dalam kehidupan sehari-hari.

Berjemur di matahari menyembuhkan batuk lama dan nafas grok-grok (hiperreaktifitas bronkus atau noisy breathing). 

Sampai saat ini tidak ada fakta ilmiah dan penelitian sedikitpun yang menyatakan bahwa berjemur di matahari dapat menyembuhkan batuk dan napas berbunyi pada bayi dan anak. Kalaupun fakta ada menunjukkan bahwa batuk dan pilek membaik setelah dijemur pada pagi hari bukan karena sekedar manfaat berjemur pada matahari. Pada penderita alergi dengan sensitif saluran napas seperti asma, napas berbunyi dan batuk lama, ternyata saat siang hari keluihannya akan berkurang secara alamiah. Biasanya pada penderita alergi tersebut gangguan akan semakin berat saaat malam dan pagi hari. Saat siang membaik selama ini dianggap karena berjemur matahari. Padahal banyak bayi dan anak dengan battuk lama , asma dan alergi tanpa berjemurpun siang hari akan membaik sendiri.

image
Diet Golongan Darah  Temuan besar teori

Dr. Peter J. D’Adamo tentang diet golongan darah ini sampai saat ini masih menjadi kontroversi di dunia kedokteran. Secara medis temuan tersebut tidak berdasarkan evidence base medicine atau kejadian medis berbasis bukti. Dalam era modern dunia kedokteran, setiap tindakan dan terapi medis harus berdasarkan penelitian secara ilmiah. Bila tidak terbukti maka pendapat dan teori tersebut belum layak digunakan dalam masyarakat. Dr. Peter J. D’Adamo adalah seorang naturopatis dari Stamford, Connecticut Amerika pada tahun 1996 di Amerika memperkenalkan cara baru diet dengan mendasarkan pada golongan darah manusia. Meskipun seorang dokter tetapi dalam kehidupan professional sehari-hari bergerak di bidang terapi alternatif atau non medis. Namun sayangnya teori dan berbagai penelitian yang dilakukan oleh Dr. Peter J. D’Adamo, tidak sesuai kaidah ilmu kedokteran dan tidak termasuk penelitian yang memenuhi kelayakan ilmiah. Sampai saat ini, belum dijumpai hasil penelitian golongan darah dalam pubmed online atau publikasi penelitian ilmiah online yang diakui dunia medis internasional. Penelitian yang diterima secara ilmiah harus memenuhi berbagai kelayakan penelitian, seperti uji klinis kasus control (double blind study), metodologi penelitian dan sebagainya. Di bidang kedokteran memang telah diakui adanya reaksi simpang makanan yang dialami oleh banyak individu manusia. Reaksi simpang makanan adalah reaksi yang tidak diinginkan terhadap makanan yang ditelan. Reaksi ini dapat merupakan kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan sistem tubuh yang ditimbulkan oleh paparan terhadap makanan. Berbagai organ tubuh yang terganggua dapat berupa diare, nyeri perut, konstipasi (sulit berak), asma, nyeri tulang, berat badan sulit naik, sakit kepala, badan lemas. Bahkan berbagai temuan ilmiah menyebutkan bahwa makanan tersebut ternyata dapat menganggau otak dan perilaku manusia, seperti sakit kepala, migrain, gangguan konsentrasi, gangguan emosi, agresifitas mengikat, gangyuan tidur dan gangguan perilaku lainnya. Bahkan berbagai penelitian biomolekular tentang penghindaran makanan terhadap penderita autism dan ADHD, yang ternyata menghasilkan perbaikan gejala yang bermakna. Tetapi penghindaran makanan tersebut bukan karena berdasarkan golongan darah tetapi setiap orang berbeda karakteristiknya. Bila dicermati bila siapapun orangnya dengan golongan darah apapun akan berhasil jika mengalami beberapa masalah kesehatan tertentu bila mengikuti diet golongan darah tersebut akan berhasil. Karena semua yang dihindari sebagian besar ternyata termasuk golongan alergen atau penyebab reaksi alergi atau reaksi simpang makan penyebab berbagai gangguan tubuh manusia.

Makanan bergas  

Telor termasuk makanan yang bergas sebaiknya dihindari karena menganggu saluran cerna. Sebenarnya hal ini adalah mitos yang tidak sepenuhnya benar. Karena pada orang yang sehat telor tidak berpengaruh terhadap saluran cerna. tetapi pada penderita hipersensitif saluran cerna telor mengakibat produksi gas dalam perut meningkat. Tetapi bukan berarti telos makanan yang mengandung gas. Penderita Maag (dispesia) atau hipersensitif saluran cerna lainnya sering menyebabkan gangguan sakit, nyeri, mulas, dan perih pada saluran pencernaan terutama bagian atas. Gejala lain yang bisa dirasakan selain rasa tidak nyaman, juga mual, muntah, nyeri ulu hati, bloating (lambung merasa penuh), kembung, bersendawa, cepat kenyang, perut keroncongan (borborgygmi) sering buang angin. Gangguan tersebut seringkali disertai tanda produksi gas yang berlebihan yang mengakibatkan sering buang angin, perut kembung, cegukan, glekekan. Gangguan pencernaan ini sering diperberat oleh makanan tertentu khususnya pada penderita alergi dan hipersensitif saluran cerna.

image
Imunisasi MMR dan Thimerosal Penyebab Autism 

Perdebatan yang terjadi akhir-akhir ini berkisar pada kemungkinan hubungan autis dengan imunisasi MMR (Mumps, Measles, Rubella) dan thimerosal (pengawet dalam vaksin).. Banyak orang tua menolak imunisasi karena mendapatkan informasi bahwa imunisasi MMR dapat mengakibatkan autisme. Akibatnya anak tidak mendapatkan perlindungan imunisasi untuk menghindari penyakit-penyakit justru yang lebih berbahaya seperti hepatitis B, Difteri, Tetanus, pertusis, TBC dan sebagainya. Banyak penelitian yang dilakukan secara luas ternyata membuktikan bahwa autism tidak berkaitan dengan imunisasi MMR.  Beberapa institusi atau badan dunia di bidang kesehatan yang independen dan sudah diakui kredibilitasnya juga melakukan kajian ilmiah dan penelitian tentang tidak adanya hubungan imunisasi dan autisme. Dari hasil kajian tersebut, dikeluarkan rekomendasi untuk tenaga profesional untuk tetap menggunakan imunisasi MMR dan thimerosal karena tidak terbukti mengakibatkan Autisme. Berbagai institusi internasional yanhg memastikan dan tetap merekomendasikan bahwa MMR bukan penyebab autis adalah  The All Party Parliamentary Group on Primary Care and Public Health, WHO (World Health Organisation), the British Medical Association, Royal College of General Practitioners, Royal College of Nursing, Faculty of Public Health Medicine, United Kingdom Public Health Association, Royal College of Midwives, Community Practitioners and Health Visitors Association, Unison, Sense, Royal Pharmaceutical Society, Public Health Laboratory Service and Medicines Control Agency, The Committee on Safety of Medicine (Komite Keamanan Obat), The Scottish Parliaments Health and Community Care Committee,  The Irish Parliament’s Joint Committee on Health and Children dan  The American Academy of Pediatrics (AAP)

Sakit Maag Karena terlambat makan

Kekambuhan sakit maag atau dipepsia karena terlambat makan masih belum dapat dijelaskan secara ilmiah dan masih belum ada penelitian yang membuktikannya. Tetapi fakta yang ada bahwa umat muslim melakukan puasa hingga sampai nlebih 12 jam juga terbukti tidak mengakibatkan gangguan maag pada sebagian besar pelakunya. Penyakit Maag atau dispesia adalah gejala penyakit yang menyerang lambung karena terjadi perlukaan atau peradangan pada lambung yang menyebabkan sakit, nyeri, mulas, dan perih pada saluran pencernaan terutama bagian atas. Gejala lain yang bisa dirasakan selain rasa tidak nyaman, juga mual, muntah, nyeri ulu hati, bloating (lambung merasa penuh), kembung, bersendawa, cepat kenyang, perut keroncongan (borborgygmi) sering buang angin. Penyakit maag juga sering disertai gangguan mulut seperti mulut berbau, sariawan, gusi dan gigi sering ngilu, lidah kotor, gusi berdarah, bibir kering dan berdarah. Gejala itu bisa akut atau jangka pendek, berulang, dan bisa juga menjadi kronis. Terjadi kondisi kronis jika gejala itu berlangsung lebih dari satu bulan terus-menerus.

Mitos dan Kontroversi : Sulit Makan dan Neophobia, ketakutan mencoba segala sesuatu yang baru ?

  • Mitos dan Kontroversi : Anak sulit makan sering dianggap karena tidak mau atau sulit mencoba jenis makanan baru yang berbeda. Kondisi ini sering disebut dengan neophobia, atau ketakutan untuk mencoba segala sesuatu yang baru.
  • Fakta: Anak sulit makan bukan karena tidak mau atau sulit mencoba jenis makanan baru yang berbeda. Tetapi karena pada anak sulit makan mengalami gangguan oral motor atau oral hipersensitif. Gangguan itu mengakibatkan gangguan mengunyah menelan sehingga mereka akan pilih pilih atau menolak makanan dengan tekstur tertentu terutama yang berserat seperti sayur, daging sapi atau nasi. Anak seperti ini hanya mau makanan yang tidak berserat dan yang crispy atau kriuk seperti telor, mi, nugget, biskuit, kerupuk dan sejenisnya. Anak sulit makan juga mengalami oral hipersensitif ditandai sulit makan makanan yang lengket, sulit makan makanan yang berasa tajam seperti terlalu manis atau terlalu pahit biasanaya lebih suka yang agak asam.

Gangguan Oral Motor

Sebagian besar penderita sulit makan mengalami gangguan oral motor. Proses makan terjadi mulai dari memasukkan makanan ke mulut, kemudian mengunyah dan menelan, sehingga ketrampilan dan kemampuan sistem pergerakan motorik kasar di sekitar mulut sangat berperan dalam proses makan. Pergerakan motorik yang berupa koordinasi gerakan menggigit, mengunyah, dan menelan dilakukan oleh otot di rahang atas dan bawah, bibir, lidah, dan banyak otot lainnya di sekitar mulut.

Proses makan terjadi mulai dari memasukkan makan dimulut, mengunyah dan menelan. Ketrampilan dan kemampuan koordinasi oral motor atau koordinasi pergerakan motorik kasar di sekitar mulut sangat berperanan dalam proses makan tersebut. Pergerakan morik tersebut berupa koordinasi gerakan menggigit, mengunyah dan menelan dilakukan oleh otot di rahang atas dan bawah, bibir, lidah dan banyak otot lainnya di sekitar mulut. Gangguan proses makan di mulut tersebut seringkali berupa gangguan mengunyah makanan.

Gangguan proses makan di mulut sering disertai gangguan nafsu makan yang makan yang tidak baik. Pengertian kesulitan makan adalah jika anak tidak mau atau menolak untuk makan, atau mengalami kesulitan mengkonsumsi makanan atau minuman dengan jenis dan jumlah sesuai usia secara fisiologis (alamiah dan wajar), yaitu mulai dari membuka mulutnya tanpa paksaan, mengunyah, menelan hingga sampai terserap dipencernaan secara baik tanpa paksaan dan tanpa pemberian vitamin dan obat tertentu. Gejala kesulitan makan pada anak adalah (1) Memuntahkan atau menyembur-nyemburkan makanan yang sudah masuk di mulut anak, (2).Makan berlama-lama dan memainkan makanan, (3) Sama sekali tidak mau memasukkan makanan ke dalam mulut atau menutup mulut rapat, (4) Memuntahkan atau menumpahkan makanan, menepis suapan dari orangtua, (5). Tidak menyukai banyak variasi makanan atau suka pilih-pilih makan dan (6), Kebiasaan makan yang aneh dan ganjil.

Gangguan oral motor dan nafsu makan yang berkurang sering disebabkan karena gangguan fungsi saluran cerna. Data yang ada di Picky Eaters Clinic Jakarta, sebagian besar penderita atau sekitar 90 persen penderita sulit makan sering disertai gangguan alergi dan hipersensitiftas saluran cerna. Gangguan hipersensitif saluran cerna pada bayi berupa : GASTROOESEPHAGEAL REFLUKS atau GER, Sering muntah atau gumoh, kembung,“cegukan”, buang angin keras dan sering, Sering rewel atau gelisah terutama malam hari atau kadang mengalami kolik namun kedaan ini sering dianggap haus minta minum, BAB > 3 kali perhari, BAB tidak tiap hari. Feses warna hijau,hitam dan berbau. Sering “ngeden & beresiko Hernia Umbilikalis (pusar), Scrotalis, inguinalis, tali pusat lama keringnya dan lepasnya lama. Air liur berlebihan. Lidah/mulut sering timbul putih, bibir kering. Gangguan hipersensitif saluran cerna pada anak berupa : MUAL terutama pagi hari, bila menangis atau batuk mudah muntah, BAB tidak tiap hari, sering sulit atau ngeden bila BAB, BAB lebih dari 2 kali, mudah NYERI PERUT (Seperti mau BAB tapi tidak jadi), tidur nungging, Feses : bau tajam, bulat (seperti kotoran kambing) warna hitam, hijau atau gelap, berlendir, pernah berdarah (sering danggap disentri atau amuba), mulut berbau, bihir kering, lidah kotor dan berpulau, mudah mual atau muntah, sering buang angin dan berbau tajam

Fenomena anak sulit makan dan hanya mau minum susu adalah problem klasik yang sejak lama belum terungkap secara benar. Keadaan seperti ini menimbulkan berbagai opini dan spekulasi, baik oleh klinisi dan orang tua yang tidak sepenuhnya benar. Meski pada umumnya usia setelah 3-5 tahun anak akan dapat mulai makan, bila dicari penyebabnya biasanya keluhan tersebut dapat membaik sebelum usia tersebut. Pada umumnya gangguan tersebut disebabkan karena gangguan oral motor yang sering terjadi pada penderita sensitif saluran cerna terutama dengan keluhan muntah dan mual. Keadaan anak yang hanya mau susu saja dan tidak mau makan khususnya nasi, daging sayur atau buah harus diamati secara teliti dan cermat.

Penelitian yang dlakukan di grow Up Clinic Jakarta menunjukkan bahwa anak yang menderita Gastrooesephageal Refluks atau mudah muntah dan mual saat bayi dan usia anak ternyata banyak mengalami gangguan oral motor. Gangguan fungsi saluran cerna tersebut sering dialami oleh penderita alergi dan hipersensitifitas makanan. Ternyata saat dilakukan penanganan alergi dan hipersensifitas makanan gangguan oral motor tersebut ikut berkurang.

Menurut penelitian di Picky Eaters Clinic Jakarta, gangguan saluran pencernaan khususnya gangguan muntah dan mual atau penderita Gastrooesepageal Refluks tampaknya merupakan faktor resiko terpenting dalam gangguan oral motor pada anak. Hal ini salah satunya dapat dijelaskan dengan teori “Gut Brain Axis”. Teori ini menunjukkan bahwa bila terdapat gangguan saluran cerna maka mempengaruhi fungsi susunan saraf pusat atau otak. Gangguan fungsi susunan saraf pusat tersebut berupa gangguan neuroanatomis dan neurofungsional. Salah satu manifestasi klinis yang terjadi adalah gangguan koordinasi motorik kasar mulut atau gangguan oral motor.

Meski jarang, gangguan ini juga bisa terjadi dalam bentuk yang tidak ringan pada penderita paska infeksi otak, gangguan kelainan bawaan, cerebral palsy dan gangguan persarafan lainnya. Namun justru gangguan oral motor sering terjadi pada penderita normal. Pada penderita normal biasanya terjadi pada penderita alergi saluran cerna dan hipersensitivitas saluran cerna lainnya.

Gangguan ini akan lebih sering pada bayi dengan kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah. Gangguan pencernaan tersebut kadang tampak ringan seperti tidak ada gangguan bahkan orangtua atau dokter seringkali menganggapnya sebagai sesuatu yang normal. Keluhan paling sering adalah tampak anak sering mudah mual atau muntah bila batuk, menangis atau berlari. Sering nyeri perut sesaat dan bersifat hilang timbul, bila tidur sering dalam posisi “nungging” atau perut diganjal bantal. Sulit buang air besar (bila buang air besar “ngeden”, tidak setiap hari buang air besar, atau sebaliknya buang air besar sering (>2 kali/perhari). Kotoran tinja berwarna hitam atau hijau dan baunya sangat menyengat, berbentuk keras, bulat (seperti kotoran kambing), pernah ada riwayat berak darah. Lidah tampak kotor, berwarna putih serta air liur bertambah banyak atau mulut berbau.

Gangguan saluran cerna ini seringkali disebabkan karena imaturitas atau ketidakmatangan saluran cerna pada anak tertentu. Sebagian besar gangguan ini sering terjadi pada penderita alergi makanan,atau hipersensitivitas makanan lainnya. Pada umumnya, ketidakmatangan saluran cena tersebut akan membaik setelah usia 5 tahun. Hal inilah yang menjelaskan mengapa setelah usia 5 tahun anak semakin membaik sebagian besar gejalanya meski tanpa dilakukan intervensi apapun. Sebaliknya, bila dilakukan intervensi seperti pemberian vitamin, enzim bahkan obat-obatan muntah apapun hanya dapat memperbaiki sesaat. Namun sebelum usia tersebut akan membaik bila dilakukan identifikasi penyebab khususnya makanan yang mengganggu saluran cerna tersebut dapat dikenali.Sebagian besar kasus penderita di Picky Eaters Clinic Jakarta gangguan membaik setelah dilakukan eliminasi provokasi makanan penyebab alergi atau hipersensitivitas.

Gangguan Penyerta

  • Keadaan ini sering disertai gangguan tidur malam. Gangguan tidur malam tersebut seperti malam sering rewel, kolik, tiba-tiba terbangun, mengigau atau menjerit, tidur bolak balik dari ujung ke ujung lain tempat tidur. Saat tidur malam timbul gerakan brushing atau beradu gigi sehingga menimbulkan bunyi gemeretak.
  • Biasanya disertai gangguan kulit : timbal bintik-bintik kemerahan seperti digigit nyamuk atau serangga, biang keringat, kulit berwarna putih (seperti panu) di wajah atau di bagian badan lainnya dan sebagainya. Kulit di bagian tangan dan kaki tampak kering dan kusam Tanda dan gejala tersebut di atas sering dianggap biasa oleh orang tua bahkan banyak dokter atau klinisi karena sering terjadi pada anak. Padahal bila di amati secara cermat tanda dan gejala tersebut merupakan manifestasi adanya gangguan pencernaan, yang mungkin berkaitan dengan kesulitan makan pada anak.

Pengalaman klinis di Picky Eaters Clinic Jakarta didapatkan sekitar 30% anak yang mengalami gangguan proses makan di mulut atau gangguan oral motor. Gangguan oral motor atau pergerakan motorik mulut ini akan mengakibatkan gangguan mengunyah dan menelan. Tampilan klinis yang terjadi adalah mengalami kesulitan dalam makan bahan makanan yang berserat atau bertekstur kasar seperti sayur atau daging sapi (empal).

Analisa kejadian ini berkembang bahwa apakah anak memang “tidak mau” makan sayur atau memang “tidak bisa” makan sayur. Pada umumnya, orang tua penderita kadang tidak khawatir karena berat badan anak tetap baik, anak lincah dan tetap pintar. Pada sebagian besar kasus, anak tidak mengalami gangguan kenaikan berat badan karena asupan makanan yang tidak bisa masuk diganti dengan susu. Anak tidak mengalami gangguan berat badan karena minum susunya sangat banyak. Namun pada sebagian kasus lainnya, berat badan anak tidak baik bila selain sulit makan susu juga tidak mau.

Tumbuh dan kembang anak yang optimal tergantung beberapa hal, di antaranya adalah pemberian nutrisi dengan kualitas dan kuantitas sesuai kebutuhan. Dalam masa tumbuh kembang, pemberian nutrisi atau asupan makanan pada anak tidak selalu dapat dilaksanakan dengan sempurna. Sering timbul masalah terutama dalam pemberian makanan, salah satunya karena oral motor. Orang tua harus mencermati, apakah memang anaknya mempunyai gangguan tersebut.

Gangguan Oral Motor

Proses makan terjadi mulai dari memasukkan makan di mulut, mengunyah dan menelan. Keterampilan dan kemampuan koordinasi pergerakan motorik kasar di sekitar mulut sangat berperan dalam proses makan tersebut. Pergerakan morik berupa koordinasi gerakan menggigit, mengunyah dan menelan dilakukan oleh otot di rahang atas dan bawah, bibir, lidah dan banyak otot lainnya di sekitar mulut. Gangguan proses makan di mulut atau disebut gangguan oral motor seringkali berupa gangguan mengunyah makanan. Hal inilah yang mengakibatkan anak hanya bisa minum susu dan tidak bisa makan jenis lainnya.

Ciri-ciri gangguan oral motor :

  • Keterlambatan makanan kasar tidak bisa makan nasi tim saat usia 9 bulan, belum bisa makan nasi saat usia 1 tahun sehingga makan harus selalu diblender pada usia di bawah 2 tahun.
  • Anak tidak bisa makan sayur, buah dan makanan tertentu. Hal ini terjadi bukan karena anak tidak suka tetapi anak tidak bisa mengunyah dan menelan makanan tersebut. Biasanya anak tidak bisa makan bahan makanan yang bertekstur kasar dan berserat seperti daging sapi (empal) atau sayur seperti kangkung.
  • Sehingga anak akan lebih suka makanan yang bertekstur lembut seperti mi, makaroni, telor, air jeruk. Kadang sayur yang bisa dimakan adalah sayur yang tidak berserat seperti wortel, kentang, bayam atau brokoli.
  • Anak lebih suka makanan yang “cryspy” atau kriuk, dengan karakteristik anak hanya suka kerupuk, biskuit atau bila makan ayam goreng hanya dimakan bagian yang kriuknya.
  • Anak juga tidak suka makanan yang beraroma amis seperti ikan laut, hati sapi atau makanan amis lainnya.
  • Anak juga tidak suka dengan rasa yang terlalu kuat seperti terlalu manis sebaliknya anak lebih suka yang asin.
  • Karakter lainnya anak juga tidak suka makanan yang lengket di mulut seperti dodol lunak, kue lapis tradisional atau makanan lengket lainnya.
  • Bila anak sedang muntah dan akan terlihat tumpahannya terdapat bentukan nasi yang masih utuh. Hal ini menunjukkan bahwa proses mengunyah nasi tersebut tidak sempurna.
  • Tetapi kemampuan untuk makan bahan makanan yang keras seperti kerupuk atau biskuit tidak terganggu, karena hanya memerlukan beberapa kali kunyahan.
  • Gangguan koordinasi motorik mulut ini juga mengakibatkan kejadian tergigit sendiri bagian bibir atau lidah secara tidak sengaja. Gangguan ini tampaknya bersifat heriditer atau menurun dari orang tua. Biasanya salah satu orang tuanya juga mengalami gangguan proses makan di mulut, seperti bila makan selalu cepat selesai, tidak dikunyah banyak langsung ditelan dan suka pilih-pilih makanan.
  • Kelainan lain yang berkaitan dengan koordinasi motorik mulut adalah keterlambatan bicara dan gangguan bicara (cadel, gagap, bicara terlalu cepat sehingga sulit dimengerti).
  • Gangguan oral motor biasanya disertai gangguan keseimbangan dan motorik kasar lainnya seperti tidak mengalami proses perkembangan normal duduk, merangkak dan berdiri. Sehingga terlambat bolak-balik (normal usia 4 bulan), terlambat duduk merangkak (normal 6-8 bulan) atau tidak merangkak tetapi langsung berjalan, keterlambatan kemampuan mengayuh sepeda (normal usia 2,5 tahun), jalan jinjit, duduk bersimpuh leter “W”. Bila berjalan selalu cepat, terburu-buru seperti berlari, sering jatuh atau menabrak, sehingga sering terlambat berjalan.
  • Biasanya anak seperti ini hanya menyukai aktivitas di dalam ruangan tidak menyukai aktivitas di luar lapangan seperti main bola, berlari atau melompat karena ada kendala dalam hal motorik kasar. Tetapi sebaliknya, kemampuan motorik halus anak seperti ini sangat baik seperti main komputer, menggambar, main game dan kegiatan motorik halus lainnya. Kegiatan tersebut adalah kegiatan yang lebih banyak dilakukan di dalam rumah, sehingga ini membuat anak hanya lebih suka aktivitas di dalam rumah.
  • Ciri lainnya biasanya disertai gejala anak tidak bisa diam, mulai dari overaktif hingga hiperaktif. Juga sering diikurti gangguan perilaku seperti gangguan emosi kadang emosinya sangat tinggi, keras kepala, mudah marah serta sulit berkonsentrasi, gampang bosan dan selalu terburu-buru.
  • Gangguan lain yang sering terjadi adalah daya tahan tubuh anak jelek sehingga anak sering mengalami infeksi virus ringan seperti radang tenggorokan, batuk, pilek, demam. Rumitnya begitu anak terkena sakit maka akan memperburuk nafsu makan dan kemampuan oral motornya karena saat sakit saluran cernanya lebih terganggu. Pada saat sakit anak lebih mudah muntah, sakit perut atau gangguan buang air besar.

Penanganan

  • Bila gangguan oral motor disertai dengan gangguan saluran cerna maka penanganan terbaik adalah memperbaiki gangguan saluran cerna yang ada. Jalan terbaik memperbaiki saluran cerna tersebut bukanlah dengan pemberian vitamin atau enzim pencernaan atau probiotik. Tetapi dengan mencari penyebabnya mengapa gangguan makan tersebut terjadi.
  • Di Picky Eaters Clinic Jakarta dilakukan intervensi dengan melaksanakan identifikasi penyebab makanan yang mengganggu sekaligus untuk memperbaiki saluran cerna. Metode yang dilakukan bukan dengan tes alergi atau pemeriksaan laboratorium tetapi dengan melakukan Chalenge Test atau eliminasi provokasi makanan. Karena tes alergi dan pemeriksaan laboratorium tidak bisa memastikan penyebab alergi dan hipersensitivitas makanan. Metode eliminasi provokasi tersebut adalah penderita harus mengkonsumsi makanan tertentu yang termasuk kategori aman untuk saluran cerna dan menghindari makanan yang beresiko menganggu pencernaan.
  • Setelah dilakukan dalam waktu 3 minggu target yang harus dievaluasi adalah membaiknya gangguan saluran cerna seperti mual, muntah, nyeri perut atau gangguan buang air besar. Saat saluran cerna tersebut membaik ternyata gangguan nafsu makan anak membaik, gangguan mengunyah anak berkurang bhkan gangguan lain yang menyertai seperti gangguan tidur, gangguan emosi, gangguan konsentrasi atau gangguan morotik kasar juga ikut membaik. Intervensi lain yang dilakukan adalah dengan melakukan terapi motor oral.
  • Dengan melakukan berbagai metode intervensi, anak juga dilatih untuk memperbaiki gangguan oral motor dengan latihan sederhana di rumah. Rekomendasi lain yang harus diperhatikan, karena anak mengalami gangguan mengunyah menelan maka anak kesulitan dalam mengkonsumsi makanan berserat, berbau amis dan terlalu manis. Sehingga sebaiknya makanan yang berbau amis seperti ikan laut, atau hati sapi harus diupayakan supaya bau amisnya berkurang. Selain itu sebaiknya makan yang dengan rasa manis harus dikurangi dengan diganti yang asin, tetapi jangan berlebihan dalam pemberian garam.
  • Dalam penanganan gangguan ini memang terjadi banyak beda pendapat baik orangtua atau di kalangan klinisi sekalipun, karena sampai saat ini faktor penyebab gangguan itu belum terungkap secara jelas.
  • Seringkali dilakukan advis untuk menghentikan susu karena dianggap bahwa tidak mau makan hanya karena terlalu banyak minum susu. Tetapi, saat minum susu dihentikan anak tetap tidak mau makan, bahkan terjadi berat badan anak merosot drastis. Hal ini terjadi karena kesulitan makan tersebut bukan karena kebanyakan susu tetapi karena gangguan mual dan gangguan oral motor pada anak
  • Berbagai tip dan cara pemberian makanan bagi anak ternyata kurang bermanfaat bila penyebab utama gangguan saluran cerna pada anak sulit makan tidak diperbaiki. Ternyata saat dilakukan intervensi penanganan gangguan fungsi saluran cerna terdapat perbaikan diikuti membaiknya nafsu makan anak.

Provided By

DOKTER INDONESIA ONLINE Yudhasmara Foundation Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210, phone (021) 5703646 – 44466102 – 08567805533 email : dokterindonesiaonline@gmail.com http://dokterindonesiaonline.com http://www.facebook.com/ Creating-hashtag-on-twittertwitter
Supported By “GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: *** Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***
Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967 Clinical – Editor in Chief : Dr WIDODO JUDARWANTO, pediatrician email : judarwanto@gmail.com curriculum vitae Creating-hashtag-on-twitter: @WidoJudarwanto www.facebook.com/widodo.judarwanto Mobile Phone O8567805533 PIN BB 76211048

Copyright © 2014 @ Dokter Indonesia Online – Informasi Edukasi Networking. All rights reserved