Author Archives: The Doctor Indonesia

Inilah Gejala Yang Terjadi Bila Terjadi Impoten


Inilah Gejala Yang Terjadi Bila Terjadi Impoten

  1. Gejala utama seorang pria yang mengalami impotensi meliputi sulitnya penis mencapai ereksi, sulitnya penis bertahan di posisi ereksi, serta penurunan gairah seksual. Impotensi atau disfungsi ereksi bukan merupakan masalah serius apabila hanya dialami sesekali. Namun apabila gejalanya tidak kunjung hilang, maka hal ini bisa jadi merupakan tanda peringatan bahwa Anda sedang menderita kondisi serius, seperti diabetes atau penyakit jantung koroner.
  2. Jarang bercinta. Susah ereksi saat bersama istri tetapi tak menemui kendala saat sedang masturbasi? Ini bisa jadi disfungsi ereksi. Mayoritas pakar juga mengatakan lebih dari 50 persen pemicu kegagalan ereksi adalah kondisi ini. Biasanya berkaitan dengan stres yang berkaitan dengan performa hubungan seks.
  3. Seks terlalu singkat. Disfungsi ereksi juga bisa muncul ketika kualitas seks Anda menurun. Hal ini ditandai dengan ereksi yang tidak terlalu keras atau hubungan seks yang terlalu singkat.
  4. Terlalu banyak ereksi. Menariknya, indikator lain dari impotensi tidak semata karena kurangnya ereksi atau ereksi yang terlalu lemah, tetapi juga kebanyakan ereksi di tengah malam. Untuk mengetes apakah ereksinya disebabkan oleh impotensi atau tidak, banyak pakar yang merekomendasikan ‘postage stamp test’ di mana Anda diminta menempelkan beberapa lembar perangko mengelilingi batang penis Anda. Jika keesokan pagi perangko-perangko ini rusak berhamburan, artinya penis Anda berfungsi saat Anda tertidur dan ini bisa berarti Anda mengalami disfungsi ereksi.
  5. Sakit gigi. Sebuah studi dari Taiwan mengungkapkan, pria impoten berpeluang 79 persen lebih besar untuk didiagnosis dengan penyakit periodontal kronis. Sebab studi tersebut mengatakan kesehatan gigi yang buruk dapat memicu masuknya bakteri ke dalam pembuluh darah dan mengganggu alirannya, termasuk yang ke kemaluan.
  6. Kebanyakan obat kuat. Nyatanya masturbasi dan menonton konten porno secara berlebihan tidaklah menyebabkan impotensi lho. Justru kondisi ini bisa dipicu oleh konsumsi obat kuat seperti Viagra yang berlebihan. Seperti diutarakan sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine di tahun 2012, konsumsi Viagra bisa membuat seorang pria mengalami ketergantungan pada obat ini lalu meningkatkan risiko disfungsi ereksi jika sewaktu-waktu tidak meminumnya.
    Iklan

    Kanker Usus Besar Kolorektal. Gejala,  Deteksi Dini dan Pencegahannya

    Kanker usus besar atau kanker kolorektal, termasuk pertumbuhan sel kanker pada usus, anal dan usus buntu. Kanker ini adalah salah satu dari bentuk kanker yang paling umum dan penyebab kedua kematian yang disebabkan oleh kanker di dunia Barat. Kanker usus besar menyebabkan 655.000 kematian di seluruh dunia setiap tahun.

    Kanker Usus Besar Kolorektal, Deteksi Dini dan Pencegahannya

    Banyak kanker usus besar yang diketahui berasal dari polip adenoma pada usus dan penumpukan tinja akibat konstipasi yang terlalu lama. Perkembangan polip tersebut kadang-kadang berkembang menjadi kanker. Terapi untuk kanker ini biasanya melalui operasi, yang biasanya diikuti dengan kemoterapi. Sekitar 75-95% kasus kanker usus menyerang orang dengan risiko genetika tingkat rendah atau tidak sama sekali.

    Tanda Gejala

    • Darah pada Feses. Ketika buang air besar dan tinja atau feses kelihatan berbeda dari biasanya, seperti dari tekstur, warna dan ukurannya, maka perlu dicurigai. Selain perubahan bentuk, warna dan ukuran, tanda utama kanker usus maupun jenis kanker lain adalah keluarnya darah bersamaan dengan feses tersebut. Para penderita kanker usus dapat pada umumnya mengeluarkan feses yang bentuknya menjadi lebih tipis dan panjang bersama dengan darah.
    • Ketidaknyamanan di Perut. Seseorang dapat dikatakan positif menderita kanker usus apabila perut senantiasa tidak merasa nyaman. Contoh rasa tidak nyaman yang dapat dirasakan adalah kembung, inflamasi, sakit dan nyeri di bagian perut. Hal ini dapat dipicu oleh invasi yang dilakukan oleh sel kanker sehingga rasa tidak nyaman bukan hanya akan timbul sesekali melainkan berkali-kali dan frekuensi yang sering.
    • Nyeri dan Sakit. Perut akan terasa sakit atau terasa nyeri dan biasanya bentuk rasa sakit ini bisa berupa kram. Diketahui rasa kram ini berasal dari invasi sel kanker. Pada keadaan seperti ini, penderita biasanya akan merasa seperti ususnya tidak pernah kosong dan ini semua disebabkan adanya dinding usus yang ditempeli tumor. Tumor tersebut akan membuat sistem pencernaan menjadi terganggu dan bisa membuat penderita merasa ada sesuatu yang mengganjal. Jalannya masuknya makanan akan dihambat oleh pertumbuhan tumor pada bagian dinding usus sehingga sulit dicerna.
    • Kembung. Perut yang terasa kembung bukan selalu gara-gara sakit masuk angin biasa. Kembung ini juga bisa menjadi kondisi dari gejala kanker usus. Kondisi kembung seperti ini juga dialami pada : kanker ginjal – ciri ciri kanker lambung. 
    • Inflamasi. Kondisi inflamasi yang dialami perut ini bisa juga dianggap sebagai kondisi peradangan dan kanker usus dapat menjadi komplikasi dari radang yang terjadi di perut. Inflamasi pada perut juga umumnya disertai dengan rasa nyeri yang dirasakan di bagian perut serta buang air besar yang encer bercampur darah.
    • Berat Badan Turun Tanpa Alasan. Turunnya berat badan yang terjadi secara drastis akan cukup mengejutkan, khususnya jika penderita tidak dalam program diet. Apabila nafsu makannya terbilang besar dan baik sebelum-sebelumnya, maka patut dicurigai mengapa berat badannya bisa berangsur menurun dengan cepat.

    Pencegahan

    • Kebanyakan kanker usus besar seharusnya dapat dicegah, dengan penelitian/pengamatan dan perubahan gaya hidup.
    • Gaya hidup
    • Rekomendasi saat ini untuk mencegah kanker usus besar meliputi peningkatan konsumsi biji-bijian utuh, buah-buahan dan sayur-sayuran, dan mengurangi konsumsi daging (berwarna) merah.
    • Walaupun demikian konsumsi serat, buah-buahan dan sayur-sayuran sehubungan dengan kanker usus besar masih lemah.
    • Kegiatan fisik (Physical exercise) berhubungan dengan kemudahan buang air besar, tetapi tidak mengurangi risiko kanker usus besar.[8][9] Duduk untuk jangka waktu lama secara regular/teratur berhubungan dengan tingkat kematian yang meningkat karena kanker usus besar. Risiko ini tidak dapat dihindarkan dengan melakukan olahraga yang teratur, meskipun memang menurunkannya.
    • Diketahui bahwa mereka yang mengonsumsi kopi secara rutin ternyata memiliki 15 persen risiko lebih kecil terkena kanker usus. Sedangkan, mereka yang minum enam gelas atau lebih, maka risiko terserang kanker usus berkurang hingga 40 persen.
    • Obat-obatan. Aspirin dan celecoxib mengurangi risiko kanker usus besar pada yang berisiko tinggi. Bagaimanapun hal ini tidak direkomendasikan pada mereka yang berisiko sedang.
    • Terdapat bukti lain bahwa suplemen kalsium dapat juga digunakan, tetapi bukti-buktinya belum cukup untuk merekomendasikan pemakaian suplemen kalsium.
    • Vitamin D dan tekanan darah (blood levels) berhubungan dengan penurunan risiko kanker usus besar.[

    Penapisan

    • Lebih dari 80 persen kanker usus besar berasal dari terjadinya polip (adenomatous polyps) yang membuat kanker usus besar sangat cocok untuk ditapis. 
    • Diagnosis melalui penapisan terjadi 2-3 tahun sebelum diagnosis ditegakkan karena timbulnya gejala-gejala.[3] Penapisan dapat mengurangi kematian akibat kanker usus besar hingga 60%.
    • Tiga jenis penapisan yang sekarang ini sering dilakukan adalah tes darah samar (fecal occult blood), flexible sigmoidoscopy, dan kolonoskopi.[3] Sigmoidoscopy tidak dapat mendeteksi sisi kanan atas dari usus besar, padahal 42% dari malignansi biasanya ditemukan di sini.[18] Kolonoskopi virtual melalui CT scan yang tidak invasif tampaknya bagus sebagai acuan deteksi kanker dan adenoma, tetapi mahal, ada radiasi, dan tidak dapat mengambil pertumbuhan tak normal yang ditemukan seperti halnya kolonoskopi biasa.
    • Yang paling baru saat ini adalah tes pada kotoran BAB dengan M2-PK Test dengan tingkat akurasi di atas 80%. Tes dapat berbentuk tes ELISA kuantitatif secara penuh atau hanya berupa tes cepat (rapid test) dengan tes kit yang dijual bebas seperti halnya untuk tes kehamilan.Tes darah samar pada kotoran BAB direkomendasikan dilakukan tiap 2 tahun sekali dan bisa melalui tes guaiac atau tes immunochemical.
    • Jika hasilnya positip, maka tindak lanjut melalui pemeriksaan kolonoskopi perlu dilakukan. Tes darah samar yang dilakukan setahun atau dua tahun sekali mengurangi tingkat kematian akibat kanker usus besar sebesar 16% dan mereka yang melakukan penapisan sebelum adanya kanker usus besar penurunan tingkat kematiannya mencapai 23%.
    • Tes immunochemical lebih akurat dan tidak perlu diet atau mengubah jadwal asupan obat-obatan sebelum testing dilakukan.
    • Di Amerika Serikat penapisan direkomendasikan pada mereka yang berusia 50 hingga 75 tahun dengan sigmoidoscopy setiap 5 tahun sekali dan kolonoskopi setiap 10 tahun sekali. Pada mereka yang berisiko tinggi, penapisan dilakukan mulai umur 40-an. Tidak jelas mana di antar 2 cara tersebut yang lebih tepat.
    • Kolonoskopi mungkin menemukan kanker lebih banyak pada bagian bawah dari usus besar, tetapi biayanya lebih besar dan lebih kompleks.
    • Pada mereka yang berisiko sedang dan telah melakukan kolonoskopi yang berkualitas dan hasilnya normal, maka American Gastroenterological Association tidak merekomendasikan penapisan jenis apapun selama 10 tahun ke depan. Bagi mereka yang telah berusia 75 tahun dan harapan hidupnya kurang dari 10 tahun, penapisan jenis apapun juga tidak direkomendasikan.
    • Penapis tumor M2-PK sudah ada di Indonesia berbentuk Tes ELISA kuantitatif penuh yang dilakukan oleh RS Kanker dengan biaya kurang lebih 2 sampai 3 kali biaya tes darah samar, tetapi masih kurang dari separuh biaya kolonoskopi yang invasif. Tes M2-PK ini tidak memiliki negatip palsu, jadi kalau negatip, berati memang benar-benar negatip. Bagi mereka yang berisiko ringan/sedang mungkin sebaiknya lebih memilih tes ini. Ternyata test M2-PK juga berguna untuk penapisan kanker paru-paru di mana tes M2-PK lebih baik daripada menggunakan tes SCC atau NSE tumor markers.. Saat ini di negara-negara maju penggunaan penapis tumor M2-PK digalakkan lebih dari penggunaan tes darah samar guiac (gFOBT) untuk penapisan berkala/rutin, karena dapat menapis tumor yang telah berdarah ataupun belum berdarah. Penapis tumor M2-PK dapat menapis hingga 80% kanker usus besar dan hingga 44% adenoma > 1 sentimeter, sementara tes darah samar guiac menapis antara 13 hingga 50 persen kanker usus besar saja.
    • Beberapa negara di Eropa dan juga Australia memiliki program nasional penapisan kanker usus besar yang masih menggunakan tes darah samar pada mereka yang berusia 50 hingga 60 tahun.

    Referensi

    • Cancer”. World Health Organization. February 2006. Diakses tanggal 2007-05-24.^ Watson AJ, Collins, PD (2011). 
    • Colon cancer: a civilization disorder.”. Digestive diseases (Basel, Switzerland) 29 (2): 222–8. doi:10.1159/000323926. PMID 21734388
    • Cunningham D, Atkin W, Lenz HJ, Lynch HT, Minsky B, Nordlinger B, Starling N (2010). “Colorectal cancer.”. Lancet 375 (9719): 1030–47. doi:10.1016/S0140-6736(10)60353-4. PMID 20304247.
    • Searke, David (2006). Cancer Epidemiology and Prevention (3 ed.). Oxford University Press. p. 809. ISBN 9780199747979.
    • Rennert, Gad (2007). Cancer Prevention. Springer. p. 179. ISBN 9783540376965.

    Inilah Gejala Yang Terjadi Bila Terkena Kanker Mulut

    Kanker mulut atau Oral Cancer adalah sejenis kanker yang tumbuh di sekitar mulut. Kanker mulut dapat berkembang dalam setiap bagian dari rongga mulut atau orofaring. Kebanyakan kanker mulut dimulai di lidah dan di dasar mulut. Hampir semua kanker mulut dimulai dalam sel datar ( sel skuamosa ) yang menutupi permukaan mulut, lidah, dan bibir. Kanker ini disebut karsinoma sel skuamosa. Ketika kanker menyebar oral (metastasizes), biasanya perjalanan melalui sistem limfatik . Kanker sel-sel yang memasuki sistem limfatik yang terbawa oleh getah bening, cairan, jelas berair. Sel-sel kanker sering muncul pertama pada kelenjar getah bening terdekat di leher. Sel kanker juga dapat menyebar ke bagian lain dari leher, paru-paru, dan bagian lain dari tubuh. Ketika ini terjadi, tumor baru mempunyai jenis yang sama sel-sel abnormal sebagai tumor primer. Sebagai contoh, jika kanker mulut menyebar ke paru-paru, sel-sel kanker di paru-paru sebenarnya sel-sel kanker mulut. Penyakit ini metastasis kanker mulut, bukan kanker paru-paru. Hal ini diperlakukan sebagai kanker mulut, bukan kanker paru-paru .Dokter kadang-kadang menyebut tumor baru “jauh” atau penyakit metastasis.

    Gejala

    • Gejala kanker pada mulut dapat terlihat dari sejumlah ketidaknormalan yang terjadi pada mulut. Seperti pembengkakan pada mulut, perdarahan yang tidak jelas sebabnya, timbulnya rasa nyeri di bagian yang ditumbuhi sel kanker, suara jadi serak berkepanjangan, dan mengalami kesulitan untuk mengunyah, menelan, dan bahkan berbicara. 
    • Bagian Mulut Terasa Tidak Normal. Gejala pertama adalah terasa tidak normal pada bagian mulut sekitarnya. Penderita akan merasa aneh di bagian mulutnya. Bagian – bagian mulut yang biasanya dapat terkena kanker mulut ialah bibir, rongga pipi, kelenjar ludah, langit – langit mulut, lidah, anak lida, dan gusi.
    • Pembengkakan. Di bagian mulut dan sekitarnya juga dapat terjadi pembengkakan mendadak. Pembengkakakn tersebut terjadi tidak normal dan tanpa alasan tertentu. Berbeda dengan pembengkakan pada gusi apa bila sedang sakit gigi. Pembengkakan juga dapat terjadi pada bibir.
    • Kerusakan Gigi. Gejala kelima adalah terjadinya kerusakan gigi. Misalnya gigi tiba – tiba copot dengan sendirinya. Atau tiba – tiba mudah keropos. Patut dicurigai karena berarti ada sel jahat yang merusak kekuatan akar gigi di dalam gusi.
    • Terdapat Bercak. Munculnya bercak merah atau putih tanpa sebab di bagian mulu misalnya bibir, lidah, ataupun rongga mulut juga dapat menjadi salah satu gejala munculnya sel kanker pada mulut. Apa lagi bercak tersebut tidak hilang dalam waktu lama. Berbeda dengan sariawan ataupun lecet.
    • Kehilangan Rasa. Penderita penyakit kanker mulut juga dapat kehilangan rasa atau indera perasa. Ini merupakan gejala yang dapat sangat dirasakan dan biasa terjadi pada tahap lumayan serius. Penderita akan sulit membedakan mana rasa asin, mana ras pahit, dan lainnya. Penderita juga tidak dapat merasakan makanan yang kasar maupun lembut.
    • Sulit Mengunyah dan Menelan. Gejala lainnya adalah kesulitan mengunyah dan menelan. Mulut akan sulit digerakan untuk mengunyah dan tidak dapat menhancurkan makanan dengan baik. Selain itu kesulitan menelan dan merasa sakit juga otot dalam mulut tidak begitu kuat.
    • Kesulitan Berbicara. Gejala kesembilan adalah kesulitan berbicara. Penderita akan merasa sulit mengucapkan kata – kata atau kalimat dengan jelas. Karena lidah dan bibir tidak berfungsi dengan baik atau sulit dipindahkan. Gejala ini biasanya terjadi ketika kondisi kanker pada tahap yang lumayan tinggi.
    • Perubahan Suara. Ada gejala yang mempengaruhi pita suara. Di mana suara penderita tiba – tiba berubah. Atau biasa juga suaranya menjadi melemah, serak, meninggi, atau lainnya dalam waktu lama berbeda dengan ketika terjangkit penyakit batuk atau flu (bindeng). Perubahan suara juga menjadi gejala yang sangat jelas dapat dilihat.
    • Pendengaran Terganggu. Karena syaraf mulut dengan telinga sangat dekat makan gejala lainnya juga dapat dirasakan di bagian telinga. Di mana telinga terasa tidak enak dan tidak nyaman. Atau pendengaran terganggu.
    • Berat Badan Menurun Drastis. Gejala lainnya yang memang menjadi gejala umum penderita penyakit kanker adalah penderita mengalami penurunan berat badan secara drastis di mana sel – sel kanker mulai menggerogoti sel lainnya.
    • Ada Sel Yang Tumbuh Tidak Normal. Gejala terakhir adalah terlihat ada sel yang tumbuh tidak normal dalam mulut. Hal ini tentu dapat dilihat oleh dokter melalui langkah check up. Tetapi biasanya penderita sebelumnya merasakan gejala lainnya terlebih dahulu sebelum melakukan pengecekan dan ditemukan sel kanker.
    • Adanya luka atau sakit pada wajah, leher
    • Ulcus atau sariawan dalam mulut yg tidak hilang dalam waktu 2 minggu.
    • Pembengkakan, perbesaran maupun benjolan pada gusi, bibir dan bagian lain di dalam mulut.
    • Bercak putih, merah atau gelap di dalam mulut.
    • Perdarahan yg berulang dari gusi atau luka dalam mulut.Rasa kebal di sekitar wajah dan mulut dan leher.
    • Gigi-gigi yang goyang tanpa penyebab yang jelas.

    Beberapa tanda dan gejala yang sering dijumpai pada penderita kanker mulut, antara lain :

    • Sariawan pada bibir yang lama tidak sembuhBercak di dalam mulut atau bibir berwarna putih, merah, atau campuran merah dan putih
    • Nyeri pada bibir atau mulut
    • Pendarahan di mulut
    • Kehilangan gigi
    • Sulit atau nyeri saat menelan
    • Sulit memakai gigi palsu
    • Benjolan di leher
    • Nyeri pada telinga

    Tidak semua gejala diatas merupakan gejala kanker. Terkadang infeksi juga dapat menyebabkan gejala seperti di atas. Untuk memastikannya Anda perlu memeriksanya ke dokter ahli.

    Pemeriksaan

    • Ada beberapa pemeriksaan lain yang digunakan untuk mengetahui apakah kanker telah menyebar atau belum :
    • Rontgen gigi
    • Rontgen dada
    • CT scanMRI

    Selain pemeriksaan dokter anda juga dapat melakukan pemeriksaan mandiri dengan cara mengikuti 7 petunjuk di bawah ini:

    • Perhatikan wajah anda di depan kaca, pada keadaan normal sisi kiri dan kanan sama ukurannya, bisa terdapat perbesaran/pembengkakan yang terdapat hanya pada salah satu sisi wajahPeriksa kulit wajah, apakah ada perubahan warna
    • Lakukan penekanan di sepanjang leher apakah ada benjolan dan ke kakuanTarik bibir bawah dan lihat apakah ada perubahan warna dan rasa sakit, kemudian raba dan rasakan apakah ada benjolan yg tidak semestinya. Lakukan hal yang sama pada bibir atas.
    • Buka mulut dan tarik pipi dengan salah satu jari di dalam mulut dan ibu jari di luar , kemudian lakukan pemeriksaan apakah ada perubahan warna, luka serta benjolan yang tidak semestinya.Kepala di tarik kebelakang dan buka mulut lebar-lebar, kemudian lakukan perabaan pada dasar mulut apakah ada benjolan serta perubahan warna.
    • Fiksasi lidah dan perhatikan permukaan dan warnanya, apakah ada perubahan warna, perbesaran. Letakkan ujung lidah di langit-langit mulut lakukan pemeriksaan terhadap sisi kiri dan kanan lidah serta dasar mulut di balik lidah.

    Jika di temukan keadaan yang tidak semestinya segera hubungi dokter gigi dan diskusikan hal tersebut dengan dokter anda. Biasanya keadaan yang tidak sembuh dalam dua minggu memerlukan perhatian khusus.

    Kenali Gejala Kanker Mulut, Pencegahan dan Penanganannya

    Kenali Gejala Kanker Mulut, Pencegahan dan Penanganannya

    Kanker mulut atau Oral Cancer adalah sejenis kanker yang tumbuh di sekitar mulut. Kanker mulut dapat berkembang dalam setiap bagian dari rongga mulut atau orofaring. Kebanyakan kanker mulut dimulai di lidah dan di dasar mulut. Hampir semua kanker mulut dimulai dalam sel datar ( sel skuamosa ) yang menutupi permukaan mulut, lidah, dan bibir. Kanker ini disebut karsinoma sel skuamosa. Ketika kanker menyebar oral (metastasizes), biasanya perjalanan melalui sistem limfatik . Kanker sel-sel yang memasuki sistem limfatik yang terbawa oleh getah bening, cairan, jelas berair. Sel-sel kanker sering muncul pertama pada kelenjar getah bening terdekat di leher. Sel kanker juga dapat menyebar ke bagian lain dari leher, paru-paru, dan bagian lain dari tubuh. Ketika ini terjadi, tumor baru mempunyai jenis yang sama sel-sel abnormal sebagai tumor primer. Sebagai contoh, jika kanker mulut menyebar ke paru-paru, sel-sel kanker di paru-paru sebenarnya sel-sel kanker mulut. Penyakit ini metastasis kanker mulut, bukan kanker paru-paru. Hal ini diperlakukan sebagai kanker mulut, bukan kanker paru-paru .Dokter kadang-kadang menyebut tumor baru “jauh” atau penyakit metastasis.

    Penyebab

    • Timbulnya kanker mulut disebabkan pertumbuhan sel-sel yang tidak terkontrol dan membuat gangguan pada jaringan sekitarnya seperti kepala dan leher. Sel-sel normal memiliki siklus hidup-mati. Namun, itu tidak terjadi pada sel penyebab kanker mulut.
    • Mereka terus bermutasi, menyebar, dan menyerang organ-organ6 sekitar sehingga menyebabkan kondisi abnormal dalam mulut. Penyebab timbulnya kanker mulut tersebut bisa disebabkan karena konsumsi alkohol, konsumsi tembakau baik dengan merokok atau menginang, dan karena faktor keturunan.
    • Terdapat banyak faktor risiko yang dapat menyebabkan kanker mulut. 

    Berdasarkan beberapa penelitian terdapat faktor-faktor risiko tertentu yang menyebabkan kanker mulut antara lain :

    • Rokok/Tembakau
    • Minuman beralkohol
    • Terkena sinar matahari
    • Riwayat kanker kepala dan leher
    • Banyak peneliti yang juga mengatakan bahwa kekurangan makan buah-buahan serta sayuran dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker mulut.

    Gejala

    • Gejala kanker pada mulut dapat terlihat dari sejumlah ketidaknormalan yang terjadi pada mulut. Seperti pembengkakan pada mulut, perdarahan yang tidak jelas sebabnya, timbulnya rasa nyeri di bagian yang ditumbuhi sel kanker, suara jadi serak berkepanjangan, dan mengalami kesulitan untuk mengunyah, menelan, dan bahkan berbicara. Selain itu tanda lainnya juga berupa:
    • Adanya luka atau sakit pada wajah, leher, serta ulcus atau sariawan dalam mulut yg tidak hilang dalam waktu 2 minggu.Pembengkakan, perbesaran maupun benjolan pada gusi, bibir dan bagian lain di dalam mulut.Bercak putih, merah atau gelap di dalam mulut.Perdarahan yg berulang dari gusi atau luka dalam mulut.Rasa kebal di sekitar wajah dan mulut dan leher.Gigi-gigi yang goyang tanpa penyebab yang jelas.

    Beberapa tanda dan gejala yang sering dijumpai pada penderita kanker mulut, antara lain :

    • Sariawan pada bibir yang lama tidak sembuhBercak di dalam mulut atau bibir berwarna putih, merah, atau campuran merah dan putih
    • Nyeri pada bibir atau mulut
    • Pendarahan di mulut
    • Kehilangan gigi
    • Sulit atau nyeri saat menelan
    • Sulit memakai gigi palsu
    • Benjolan di leher
    • Nyeri pada telinga

    Tidak semua gejala diatas merupakan gejala kanker. Terkadang infeksi juga dapat menyebabkan gejala seperti di atas. Untuk memastikannya Anda perlu memeriksanya ke dokter ahli.

    Pemeriksaan

    • Ada beberapa pemeriksaan lain yang digunakan untuk mengetahui apakah kanker telah menyebar atau belum :
    • Rontgen gigi
    • Rontgen dada
    • CT scanMRI

    Selain pemeriksaan dokter anda juga dapat melakukan pemeriksaan mandiri dengan cara mengikuti 7 petunjuk di bawah ini:

    • Perhatikan wajah anda di depan kaca, pada keadaan normal sisi kiri dan kanan sama ukurannya, bisa terdapat perbesaran/pembengkakan yang terdapat hanya pada salah satu sisi wajahPeriksa kulit wajah, apakah ada perubahan warna
    • Lakukan penekanan di sepanjang leher apakah ada benjolan dan ke kakuanTarik bibir bawah dan lihat apakah ada perubahan warna dan rasa sakit, kemudian raba dan rasakan apakah ada benjolan yg tidak semestinya. Lakukan hal yang sama pada bibir atas.
    • Buka mulut dan tarik pipi dengan salah satu jari di dalam mulut dan ibu jari di luar , kemudian lakukan pemeriksaan apakah ada perubahan warna, luka serta benjolan yang tidak semestinya.Kepala di tarik kebelakang dan buka mulut lebar-lebar, kemudian lakukan perabaan pada dasar mulut apakah ada benjolan serta perubahan warna.
    • Fiksasi lidah dan perhatikan permukaan dan warnanya, apakah ada perubahan warna, perbesaran. Letakkan ujung lidah di langit-langit mulut lakukan pemeriksaan terhadap sisi kiri dan kanan lidah serta dasar mulut di balik lidah.

    Jika di temukan keadaan yang tidak semestinya segera hubungi dokter gigi dan diskusikan hal tersebut dengan dokter anda. Biasanya keadaan yang tidak sembuh dalam dua minggu memerlukan perhatian khusus.

    Pengobatan Kanker Mulut

    • Operasi Tujuan utama dari bedah terapi kanker mulut adalah untuk menghapus setiap jaringan yang terkena. Biasanya ini adalah operasi besar dilakukan di bawah anestesi tergantung pada situs dan tingkat keterlibatan kanker.
    • Beberapa pasien mungkin memiliki sebagian besar dari mereka lidah, pipi atau dihapus karena kanker. Pasien ini memerlukan operasi plastik atau dikarenakan alat untuk menciptakan the pipi dan bibir. Kulit dan jaringan tambahan ini biasanya diambil dari bagian lain dari tubuh seperti dada, lengan, perut atau paha.
    • Jika lidah dipengaruhi membedah keluar. Ini disebut glossectomy. Lidah dapat diciptakan dengan menggunakan grafted jaringan atau prosthetics.
    • Beberapa pasien mungkin memerlukan jawbones atau tulang pipi untuk dihapus karena kanker. Tulang dapat direkonstruksi menggunakan tulang dari bagian lain dari tubuh dan mencangkok ini di tempat. Tulang pipi mungkin akan digantikan dengan prosthetics yang potongan-potongan cetakan plastik dengan bentuk tulang yang akan dihapus.
    • Operasi juga melibatkan penghapusan kelenjar getah bening untuk biopsi atau untuk penghapusan dari kanker yang telah menyebar ke getah bening. Ini disebut leher pembedahan.

    Terapi photodynamic (PDT)

    • Terapi photodynamic (PDT) preformed dalam tahap awal kanker. Ini adalah jenis terapi laser yang melibatkan mengambil obat yang membuat jaringan lebih sensitif terhadap terapi cahaya. Laser kemudian digunakan untuk menghapus atau membunuh tumor.
    • Radioterapi Radioterapi menggunakan energi tinggi radiasi sinar untuk membunuh sel-sel kanker. Kanker adalah dihapus menggunakan radioterapi sendirian atau terapi radiasi dilakukan setelah operasi pengangkatan kanker. Perawatan biasanya diberikan setiap hari selama tiga sampai tujuh minggu. Rejimen tergantung pada tingkat penyebaran kanker.

    Radioterapi memiliki efek samping seperti:

    • sakit kulit
    • bisul di mulut
    • kelelahan
    • mulut kering
    • hilangnya, atau perubahan dalam, rasa
    • kehilangan nafsu makan
    • mual
    • buruk nafas dll.
    • Radiasi dapat diberikan menggunakan sinar-X seperti mesin yang memerlukan pasien untuk mengunjungi rumah sakit untuk sesi. Ini disebut radioterapi eksternal.
    • Radiasi juga diberikan secara internal. Ini melibatkan menempatkan radioaktif kabel atau jarum ke tumor dan ini rilis konstan jumlah radiasi yang membunuh tumor dari dalam.

    Kemoterapi

    • Kemoterapi adalah penggunaan obat antikanker seperti Cisplatin untuk pengobatan kanker. Hal ini berguna ketika kanker adalah kelas tinggi dan telah menyebar ke organ lainnya.
    • Obat-obatan ini merusak DNA sel-sel kanker atau membunuh mereka untuk menghentikan mereka dari mengalikan. 
    • Efek samping umum meliputi: , Mulut ulcers, rambut rontok, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, kelelahan, kecenderungan peningkatan untuk memperoleh infeksi, peningkatan kecenderungan pendarahan
    • Efek samping harus berhenti setelah perawatan telah selesai.

    Obat-obatan

    • Obat-obatan baru digunakan melawan kanker mulut. Menonjol di antara ini adalah Cetuximab yang digunakan dalam kasus-kasus lanjutan kanker mulut. Biasanya digunakan dalam kombinasi dengan kemoterapi atau radioterapi. Jenis terapi target sel-sel kanker selektif dan dengan demikian memiliki lebih sedikit kemoterapi terkait efek samping.

    Pencegahan

    • Selalu sikat dan flossing secara teratur
    • Risiko berkembangnya sel kanker pada mulut dapat dikurangi dengan menjaga kesehatan mulut. Kondisi mulut yang tidak sehat mengurangi sistem kekebalan tubuh dan menghambat kemampuan tubuh untuk melawan kanker. Gosoklah gigi Anda secara teratur minimal 2 kali sehari dan bersihkan gigi dengan benang khusus (flossing).
    • Jangan merokok atau mengunyah produk tembakau
    • Nikotin yang terkandung dalam produk tembakau bukan hanya dapat merusak paru-paru tetapi juga mulut. Nikotin akan membuat kondisi mulut menjadi asam dan tidak sehat, sehingga dapat meningkatkan risiko kanker mulut. Berhentilah merokok atau mengunyah produk tembakau seperti bersirih menggunakan tembakau.
    • Hindari minum minuman beralkohol
    • Risiko mengembangkan kanker mulut akan meningkat seiring meningkatnya kuantitas dan lamanya seseorang mengonsumsi alkohol.
    • Batasi ekspos terhadap sinar matahari
    • Gunakan perlindungan terhadap sinar matahari pada bibir Anda ketika berada di bawah sinar matahari. Paparan sinar matahari yang berulang dapat meningkatkan risiko kanker pada bibir, terutama bibir bagian bawah. Pilihlah produk lipstik atau pelembab bibir yang mengandung tabir surya untuk penggunaan sehari-hari.
    • Berolahraga secara teratur
    • Gaya hidup yang aktif dan sehat diketahui dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu mencegah kanker di seluruh tubuh, termasuk kanker mulut.
    • Makan makanan anti kanker
    • The American Institute for Cancer Research merekomendasikan untuk makan banyak kacang-kacangan, buah, sayuran berdaun hijau gelap, biji rami, bawang putih, anggur, teh hijau, kedelai dan tomat untuk mencegah kanker. Diet dan pemenuhan nutrisi telah menjadi metode pencegahan kanker yang tepat.
    • Kurangi mengolah makanan dengan menggoreng
    • Ganti cara pengolahan makanan dengan menggoreng dan memanggang menjadi merebus atau mengukus. Gunakan bumbu sehat seperti bubuk bawang putih, jahe dan kunyit untuk menambah rasa.
    • Periksa gigi
    • Periksakan kondisi gigi dan mulut Anda ke dokter gigi secara rutin setidaknya setiap enam bulan sekali dan meminta untuk dilakukan skrining kanker mulut agar dapat mendeteksi kanker sejak dini.
    • Melakukan pemeriksaan sendiri
    • Sama seperti memeriksa kemungkinan kanker payudara, kemungkinan kanker mulut juga dapat diperiksa sendiri di rumah. Caranya adalah dengan membuka mulut lebar-lebar di depan cermin dan memeriksa seluruh bagian mulut, termasuk bagian belakang dan sisi-sisi lidah.

    Inilah PERBEDAAN Gizi 3 Jenis Beras


    Inilah PERBEDAAN Gizi 3 Jenis Beras

    • BERAS HITAM. Beras hitam juga merupakan beras yang mengandung antosianin yang sangat tinggi sehingga menghasilkan warna hitam atau keunguan. Dalam 100 gram beras hitam, terkandung energi sebesar 351 kkal, karbohidrat 76,9 gram, serat 20,1 gram, protein 8,0 gram, zat besi 1,8 mg, lemak 1,3 gram, dan kalsium 6 mg.
    • BERAS COKLAT. Beras cokelat sebenarnya merupakan beras putih yang masih memiliki bekatul serta kulit ari. Bekatul dan kulit ari mengandung banyak gizi seperti vitamin, mineral, dan serat. Beras cokelat terkadang sering dianggap sebagai beras merah karena bentuk dan warnanya hampir sama. Dalam 100 gram beras cokelat, terkandung energi sebesar 351 kkal, karbohidrat 77,2 gram, protein 7,9 gram, lemak 2,8 gram, serat 3,5 gram, kalsium 23 mg, zat besi 1,4 mg, serta vitamin B3 5 mg.
    • BERAS PUTIH.  Beras putih adalah beras yang kulit luarnya dikupas sehingga meninggalkan butiran beras berwarna putih. Beras putih umumnya digiling dan diproses untuk menghilangkan seluruh lapisannya (sekam dan bekatul) sehingga menampilkan warna putih. Dalam 100 gram beras putih, terkandung energi sebesar 357 kkal, karbohidrat 77,1 gram, lemak 1,7 gram, protein 8,4 gram, serat 0,2 gram, kalsium 10 mg, serta fosfor 140 mg.

    Amenorea, Penyebab dan Jenisnya

    Amenorea adalah panjang siklus haid yang memanjang dari panjang siklus haid klasik (oligomenorea) atau tidak terjadinya perdarahan haid, minimal tiga bulan berturut-turut. Terjadinya amenorea dan Oligomenorea sering kali mempunyai penyebab yang sama. Sumber lain menjelaskan bahwa amenorea adalah keadaaan pada wanita yang tidak mengalami menstruasi. Amenorea normal terjadi pada masa sebelum pubertas, kehamilan dan menyusui, dan setelah menopause. Siklus menstruasi normal meliputi interaksi antara komplek hipotalamus-hipofisi-aksis indung telur serta organ reproduksi yang sehat (lihat artikel menstruasi).

    Jenis-jenis Amenorea

    Amenorea dibedakan menjadi 2 jenis yaitu sebagai berikut:

    • Amenorea Primer, yaitu tidak terjadinya haid sekalipun pada wanita yang mengalami amenorea. Penyebab terjadinya amenorea primer ini secara umumnya lebih berat dan lebih sulit daripada penyebab terjadinya amenorea sekunder, seperti adanya kelainan-kelainan kongenital dan genetik.
    • Amenorea Sekunder, yaitu tidak terjadinya haid, yang dieslingi dengan perdarahan haid sesekali pada wanita yang mengalami amenorea. Penyebab terjadinya amenorea sekunder lebih mengarah pada sebab-sebab yang timbul dalam kehidupan wanita, seperti gangguan-gangguan gizi tubuh, metabolisme tubuh, tumor dan penyakit infeksi

    Tanda dan Gejala TBC Yang Harus Diwaspadai

    Dari kelompok yang bukan pengidap HIV namun kemudian terinfeksi Tuberkulosis, 5-10% di antaranya menunjukkan perkembangan penyakit aktif selama masa hidup mereka. Sebaliknya, dari kelompok yang terinfeksi HIV dan juga terinfeksi Tuberkulosis, ada 30% yang menunjukkan perkembangan penyakit aktif. Tuberkulosis dapat menginfeksi bagian tubuh mana saja, tapi paling sering menginfeksi paru-paru (dikenal sebagai Tuberkulosis paru). Bila Tuberkulosis berkembang di luar paru-paru, maka disebut TB ekstra paru. TB ekstra paru juga bisa timbul bersamaan dengan TB paru.

    • Tanda dan gejala umumnya antara lain demam, menggigil, berkeringat di malam hari, hilangnya nafsu makan, berat badan turun, dan lesu. Dapat pula terjadijari tabuh yang signifikan.
    • TB paru. Bila infeksi Tuberkulosis yang timbul menjadi aktif, sekitar 90%-nya selalu melibatkan paru-paru.[6][10] Gejala-gejalanya antara lain berupa nyeri dada dan batuk berdahak yang berkepanjangan. Sekitar 25% penderita tidak menunjukkan gejala apapun (yang demikian disebut “asimptomatik”). Kadangkala, penderita mengalami sedikit batuk darah. Dalam kasus-kasus tertentu yang jarang terjadi, infeksi bisa mengikis ke dalam arteri pulmonalis, dan menyebabkan pendarahan parah yang disebut Aneurisma Rasmussen. Tuberkulosis juga bisa berkembang menjadi penyakit kronis dan menyebabkan luka parut luas di bagian lobus atas paru-paru. Paru-paru atas paling sering terinfeksi. Alasannya belum begitu jelas. Kemungkinan karena paru-paru atas lebih banyak mendapatkan aliran udara atau bisa juga karena drainase limfa yang kurang baik pada paru bagian atas.
    • TB ekstra paru. Dalam 15–20% kasus aktif, terjadi penyebaran infeksi hingga ke luar organ pernapasan dan menyebabkan TB jenis lainnya. TB yang terjadi di luar organ pernapasan disebut “tuberkulosis ekstra paru”. TB ekstra paru umumnya terjadi pada orang dewasa dengan imunosupresi dan anak-anak. TB ekstra paru muncul pada 50% lebih kelompok pengidap HIV. Lokasi TB ekstra paru yang bermakna termasuk: pleura (pada TB pleuritis), sistem saraf pusat (pada meningitisTB), dan sistem kelenjar getah bening (pada skrofuloderma leher). TB ekstra paru juga dapat terjadi di sistem urogenital (yaitu pada Tuberkulosis urogenital) dan pada tulang dan persendian (yaitu pada penyakit Pott tulang belakang). Bila TB menyebar ke tulang maka dapat disebut “TB tulang”, yang merupakan salah satu bentuk osteomielitis. Ada lagi TB yang lebih serius yaitu TB yang menyebar luas dan disebut sebagai TB diseminata, atau biasanya dikenal dengan nama Tuberkulosis Milier. Di antara kasus TB ekstra paru, 10%-nya biasanya merupakan TB Milier.
    « Older Entries