Ascariasis atau Cacing Gelang, Gejala dan Penanganannya

Ascariasis atau Cacing Gelang, Gejala dan Penanganannya

Ascariasis adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing gelang. Cacing ini adalah jenis parasit yang bisa hidup dan berkembang biak di dalam usus manusia. Infeksi akibat cacing ini biasanya tidak menyebabkan gejala spesifik. Namun, jumlah cacing gelang yang sangat banyak dalam usus berpotensi memicu gejala serta komplikasi yang serius.

  • Fase awal infeksi, telur-telur cacing yang tertelan akan menetas , sehingga memicu gejala berupa demam, batuk kering, napas pendek, serta mengi. Fase ini umumnya bisa berlangsung hingga 21 hari
  • Pada fase lanjut, larva-larva telah berpindah ke usus dan berkembang menjadi cacing dewasa. Ascariasis ringan hingga menengah akan memicu gejala sakit perut, mual, muntah, diare, atau munculnya darah pada tinja.

Semakin banyak jumlah cacing gelang yang ada dalam tubuh, gejala yang dialami oleh pengidap akan semakin memburuk. Ascariasis yang parah akibat banyaknya jumlah cacing gelang di dalam usus akan menyebabkan gejala-gejala berupa:

  • Sakit perut yang parah.
  • Muntah-muntah.
  • Kelelahan.
  • Adanya cacing dalam muntah atau tinja.
  • Penurunan berat badan..

Penularan  

  • Tertelan telur-telur cacing gelang yang terdapat dalam air atau makanan. Bahan makanan yang tumbuh pada tanah yang terkontaminasi telur cacing gelang juga bisa menjadi sumber penyebab ascariasis.

Faktor-faktor risiko 

  • Kebersihan yang tidak terjaga. Ascariasis banyak berkembang di tempat-tempat yang kurang bersih, terutama daerah yang memanfaatkan tinja manusia sebagai pupuk.
  • Usia. Ascariasis umumnya menyerang pasien berusia 10 tahun ke bawah.
  • Kepadatan penduduk. Infeksi ini sering terjadi di daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi.

Diagnosis 

  • Selain menanyakan gejala dan riwayat kesehatan pasien, dokter akan mengambil dan memeriksa sampel tinja pengidap. Prosedur ini akan membantu dokter untuk memeriksa ada atau tidaknya telur-telur cacing pada tinja pengidap.
  • Tes darah dapat dilakukan untuk melihat adanya kenaikan sel darah putih tertentu yang disebut sebagai eosinophilia, tapi ini tidak spesifik untuk memastikan adanya infeksi Ascaris. Pemeriksaan lanjutan dengan menggunakan X-rayUSG, atau CT scan dan MRI guna melihat apakah ada larva di paru-paru, cacing dewasa pada organ hati atau pankreas, gumpalan cacing-cacing yang menyumbat saluran hati atau pankreas.

  • Mebendazole. Obat ini dianjurkan bagi pasien berusia 1 tahun ke atas. Efek samping yang berpotensi muncul meliputi diare, ruam kulit, serta sering buang angin.
  • Piperazine. Bayi berusia 3 hingga 11 bulan biasanya disarankan mengonsumsi obat ini sebanyak 1 kali saja. Sakit perut, diare, mual, muntah, serta kolik merupakan beberapa efek samping dari piperazine.
  • Albendazole. Obat ini biasanya dianjurkan untuk dikonsumsi sebanyak 2 kali sehari. Sakit perut, mual, muntah, pusing, serta ruam kulit adalah beberapa efek samping yang mungkin dialami oleh pasien setelah meminum albendazole.

Pencegahan 

  • Cuci tangan dengan air bersih dan sabun, misalnya sebelum makan, memasak, maupun setelah buang air besar.
  • Pastikan masakan benar-benar matang sebelum mengonsumsinya.Minumlah air dalam kemasan yang tersegel ketika bepergian. 
  • Jika tidak tersedia, masaklah air hingga mendidih sebelum meminumnya.
  • Konsumsi buah-buahan yang bisa dikupas, misalnya jeruk atau apel.Cucilah buah dan sayuran hingga bersih sebelum dikonsumsi.


    Iklan

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s