Penatalaksanaan Terkini Kanker Paru

Penatalaksanaan Terkini Kanker Paru

Kanker paru adalah sel kanker yang tumbuh dan berasal dari jaringan paru. Pembagian praktis karsinoma paru untuk tujuan pengobatan yaitu:

  1. small cell lung cancer (SCLC)
  2. non small cell lung cancer (NSCLC)

Faktor risiko.

  • Merokok ( aktif, pasif),
  • Polusi lingkungan kerja:
  • asbestis (galangan kapal, konstruksi, pertambangan)
  • arsenik (kebun anggur, gembala kambing, tambang emas, pelapis logam),
  • hidrokarbon aromatik polisiklik (industri baja)
  • kromat dan kromium (pekerja industri, pelapis krom)
  • silika (penemuan baja),
  • pabrik gas beracun, penyulingan nikel
  • tambang uranium, radon, dan turunannnya
  • Polusi udara: gas buangan kendaraan bermotor mengandung hidrokarbon aromatik polisiklik
  • Radiasi non-ionisasi (telepon selular),
  • Radiasi prosedur diagnostik

  • Asimptomatis, batuk, hemoptisis, nyeri dada, dyspnea karena efusi pleura. Jika sudah ada metastasis dapat memberikan keluhan nyeri tulang, sakit kepala, suara serak, sulit menelan, dan sesak napas. 
  • Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan wheezing, stridor, abses, atelektasis, aritmia (invasi ke pericardium), sindrom vena kava superior, sindrom Horner (facial anhidrosis, ptosis, miosis), suara serak (penekanan pad a N.laryngea/ recurrent), sindrom Pancoast (invasi pleksus brakialis dan saraf simpatis servikalis ). Jika sudah ada metastasis dapat ditemukan ikterus, perubahan neurologis, pembesaran kelanjar getah bening. 
  • Pemeriksaan serologi tumor marker: karena spesifisitas yang rendah dalam mendiagnosis karsinoma paru, maka lebih banyak digunakan untuk evaluasi hasil pengobatan. CEA(carcinoma embryonic antigen), NSE (neuron-spesific enolase), Cyfra 21-2 (cytokeratinfragments 19)
  • Foto rontgen dada
  • CT scan atau MRI
  • Bone scanning. Indikasi: jika diduga ada tanda-tanda metastasis ke tulang
  • Pemeriksaan sitologi sputum: dilakukan rutin dan sebagai skrining untuk diagnosis dini
  • Hasil pemeriksaan tergantung: letak tumor terhadap bronkus, jenis tumor, teknik mengeluarkan sputum, jumlah sputum yang diperiksa, dan waktu pemeriksaan sputum.
  • Pemeriksaan histopatologi: standar emas diagnosis karsinoma paru. Cara mendapatkan spesimennya: bronkoskopi, rans torakal biopsi (TTB), torakoskopi, mediastinoskopi, torakotomi

Sindrom paraneoplastik terdapat pada 10% karsinoma paru, terdiri dari:

  • Gejala sistemik: penurunan berat badan, anoreksia, demam
  • Hematologi: leukosistosis, anemia, hiperkoagulasi
  • Neurologik: demensia, ataksia, tremor, neuropati perifer
  • Endokrin: sekresi PTH (hiperkalsemia)
  • Dermatologi: eritema multiform, hiperkeratosis, jari tabuh
  • Renal: SIADH (Syndrome Of Inappropriate Antidiuretic Hormone)
  • Osteoartropati hipertrofi

DIAGNOSIS BANDING

  • Tumor metastasis dari kanker primer di tempat lain, tumor jinak paru 

P

  • SCLC
  • Limited stage (status tampilan baik) : kemoterapi kombinasi dan radioterapi toraks
  • Extensive stage (status tampilan baik) : kemoterapi kombinasi
  • Respons tumor komplit (semua stage) : radioterapi kranial profilaktik
  • Status tampilan buruk (semuastage) : kemoterapi kombinasi dengan modifikasi dosis radioterapi paliatif

KOMPLIKASI

  • Obstruksi jalan napas, gagal napas, perdarahan / hemoptisis, abses, atelektasis, metastasis ke organ: otak 

PROGNOSIS

  • Tergantung tipe histologi, staging, resektabilitas dan operabilitas. Pada SCLS kemungkinan harapan hidup rata-rata yaitu 1 tahun. Pada kelompok limited stage kemungkinan hidup rata-rata yaitu 1-2 tahun. Sebesar 30 % kematian terjadi karena komplikasi lokal dari tumor, 70% meninggal kareka karsinomatosis. 
  • Pada NSCLC yang dilakukan tindakan bedah, kemungkinan hidup 5 tahun setelah operasi adalah 30 %. Survival setelah tindakan bedah yaitu 30-40% pada stadium I, 10-15% pada stadium II, dan< 10% pada stadium III. 
  • Kemungkinan hidup rata-rata pasien tumor metastasis bervariasi, dari 6 bulan sampai dengan 1 tahun tergantung dari performance status ( skala Karnovsky), luasnya penyakit, adanya penurunan berat badan dalam 6 bulan terakhir. 

REFERENSI

  • Brarnbilla E, Travis WD, Colby TV et all. The new World Health Organization classification of lung tumours. Eur Respir J 2001; 18: 1059-1068. Diunduh dari http:/ /erj.ersjournals.corn/ content/18/6/1059.full.pdf+htrnl pada tanggal22 Juni 2012.
  • Takahashi T, Sidransky D. Neoplasms of the Lungln : Mason: Murray & Nadel’s Textbook of Respiratory Medicine, 4th ed. United States of America : Saunders .2005. chapter 42.
  • Horn L. Neoplasms of the Lung.ln: Fauci A, Kasper D, Longo D, Braunwald E, Hauser S, Jameson J, Loscalzo J, editors. Harrison’s principles of internal medicine. 18th ed. United States of America; The McGraw-Hill Companies, 2012.chapter 89.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s