Penangan Terkini Penyakit paru akibat kerja


Penangan Terkini Penyakit paru akibat kerja
Penyakit paru akibat kerja adalah sekumpulan diagnosis yang disebabkan oleh inhalasi debu, zat kimia, atau protein. “Pneumokoniosis” merupakan istilah yang digunakan untuk penyakit yang berkaitan dengan inhalasi debu mineral. 

Anamnesis

  • Tempat tinggal pasien
  • Manifestasi pulmonal dan ekstrapulmonal
  • Sesak napas terutama setelah beraktivitas (dyspnea on exertion), batuk kering/ non-produktif yang semakin memburuk pada usia pertengahan atau usia lanjut yang tidak diketahui penyebabnya
  • Tempo perjalanan penyakit
  • Kebiasaan merokok
  • Obat-obatan
  • Riwayat penyakit dahulu dan komorbid
  • Riwayat penyakit keluarga
  • Riwayat pekerjaan, paparan lingkungan dalam waktu lama

Pemeriksaan Fisik

  • Auskultasi paru: crackles (ronki) pada kedua basal paru, terutama saat akhir inspirasi
  • Jari tabuh
  • Tanda ekstrapulmonal
  • Pemeriksaan Penunjang
  • Laboratorium : darah perifer lengkap, panel kimia, urinalisis
  • Kasus tertentu : tes serologis (pneumonitis hipersensitivitas, penyakit jaringan ikat), antibodi antinetrofil sitoplasmik, kadar brain natriuretic peptide (BNP)
  • Radiologis: foto toraks, CT scan toraks dengan resolusi tinggi, foto toraks dan CT scan toraks sebelumnya, ekokardiografi (bila ada indikasi)
  • Bilas bronkoalveolar (bronchoalveolar lavage) : identifikasi dan hitung badan asbestos dan seratnya
  • Tes fungsi paru: spirometri, volum paru, kapasitas difusi, dan oksimetri, analisis gas darah arteri, cardiopulmonary exercise testing (bila ada indikasi)
  • Bronkoskopi (bila ada indikasi)
  • Biopsi paru (bila ada indikasi)

DIAGNOSIS BANDING

  • Bronkitis kronis, penyakit paru obstruktif kronis(PPOK), fibrosis paru, kanker paru. 


Silikosis

  • Prinsip: mencegah progresifitas penyakit dan timbulnya komplikasi
  • Terapi suportif, rehabilitasi, oksigen
  • Pada pasien positif silikosis dengan tes tuberkulin ( + ), pertimbangkan untuk terapi infeksi TB Iaten, misalnya profilaksis INH 300 mg/hari

Asbestosis

  • Tidak ada terapi spesifik yang efektif, terapi umumnya bersifat suportif (sama dengan fibrosis interstitial difus yang tidak diketahui penyebabnya)
  • Vaksinasi influenza dan pneumococcus
  • Terapi oksigen
  • Transplantasi paru dapat dipertimbangkan pada kasus tertentu
  • Konseling untuk berhenti merokok karena adanya peningkatan risiko kanker paru
  • Pneumokoniosis
  • Terapi suportif dan rehabilitasi untuk gangguan fungsi paru
  • Konseling untuk berhenti merokok
  • Pneumonitis hipersensitivitas

KOMPLIKASI

  • Emfisema paru, infeksi tuberkulosis laten, PPOK, kanker paru, mesothelioma, kanker lambung. 

PROGNOSIS

  • Tergantung lamanya paparan, usia saat onset gejala, dan komplikasi yang muncul 

REFERENSI

  • King Jr. TE. Interstitial Lung Diseases. In : Longo DL Fauci AS, Kasper DL, Hauser SL Jameson JL, Loscalzo J. Harrison’s Principles of Internal Medicine. 18 1h Edition. New York, McGraw-Hill. 2012.
  • King Jr. TE, Schwarz MI. Infiltrative and Interstitial Lung Diseases. In : Mason, Murray, Broaddus, Nadel. Murray and Nadel’s Textbook of Respiratory Medicine. 4 1h Edition. Philadelphia. Saunders, Elsevier. 2005
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s