Takikardi, Gejala dan Penanganannya

Sinus takikardia didefinisikan sebagai peningkatan laju denyut sinus > 100x/menit sebagai respons stimulus fisiologis sesuai (mis. olahraga) atau stimulus berlebihan ( mis. hipertiroidisme ). Kegagalan mekanisme yang mengatur laju denyut sinus dapat menyebabkan sinus takikardia yang tidak sesuai. Penyebabnya antara lain pireksia, hipovolemia, atau anemia, yang dapat berasal dari infeksi. Obat-obatan yang dapat menginduksi sinus takikardia termasuk stimulan (kafein, alkohol, nikotin); komponen yang diresepkan (salbutamol, aminofilin, atropine, katekolamin); terapi antikanker (doxorubicin/adriamycin, daunorubicin); dan beberapa obat rekreasional/ilisit (amfetamin, kokain, kanabis, “ecstasy’ 

  • Istilah takiaritmia umumnya merujuk pada bentuk takikardia berkelanjutan (sustained) atau tidak (nonsustained), yang berasal dari fokus miokardial atau sirkuit reentrant. Takiaritmia supraventrikular dapat terjadi tunggal atau sebagai kompleks prematur berturut-turut atau dalam bentuk takikardia sustained atau nonsustained. Definisi nonsustained tachycardia adalah suatu aritmia dengan laju denyut jantung > 100x/menit yang berlangsung ≥ 3x namun bertahan 100x/menit) saat siang hari dengan peningkatan laju berlebihan dalam merespons aktivitas dan normalisasi laju denyut jantung pada malam hari yang dikonfirmasi dengan monitor Holter selama 24 jam.
  • Takikardia dan gejalanya bersifat non-paroksismal.
  • Morfologi gelombang P dan aktivasi endokardium identik dengan ritme sinus.
  • Eksklusi penyebab sekunder sistemik (mis. hipertiroidisme, feokromositoma, physical deconditioning)

Diagnosis Banding

  • Hipertiroidisme, tirotoksikosis, feokromositoma, sindrom Brugada, sindrom Wolff- Parkinson-White, sindrom long QT. 

  • Tatalaksana primer takikardia sinus yaitu identifikasi penyebab serta mengeliminasi atau mengobatinya. Beta blocker dapat menjadi sangat berguna dan efektif pada takikardia sinus simptomatis fisiologis yang dipicu oleh stres emosional, dan gangguan lain terkait ansietas, manfaat prognostik pasca infark miokard simptomatis dan manfaat prognostik pada kondisi lain dengan etiologi sinus takikardia ireversibel seperti gagal jantung kongestif dan tirotoksikosis simptomatis yang dikombinasikan dengan carbimazole atau propylthiouracyl(PTU). Nondihydropyridine calcium-channel blockers, seperti dilitiazem atau verapamil, dapat bermanfaat pada pasien tirotoksikosis simptomatis apabila beta blocker dikontraindikasikan. 
  • Pencegahan tromboemboli pada AF
  • Terapi antitrombotik diberikan pada semua pasien dengan AF, kecuali pasien dengan lone AF atau memiliki kontraindikasi
  • Pemilihan agen antitrombotik sebaiknya berdasarkan risiko absolut stroke dan perdarahan, dan risiko relatif dan manfaat pemberian bagi pasien
  • Pada pasien tanpa katup jantung mekanis dengan risiko tinggi stroke, terapi antikoagulan kronis dengan antagonis vitamin K dianjurkan pada dosis penyesuaian untuk mencapai target INR 2,0-3,0 kecuali dikontraindikasikan
  • Pada pasien dengan katup jantung mekanis, target intensitas antikoagulan sebaiknya berdasarkan tipe prostetik dengan pemeliharaan INR sedikitnya 2,5
  • INR sebaiknya diperiksa sedikitnya setiap minggu selama inisiasi terapi dan bulanan setelah antikoagulasi stabil
  • Aspirin 81-325 mg/hari dianjurkan sebagai alternatif antagonis vitamin K pada pasien risiko rendah atau pada pasien dengan kontraindikasi oral antikoagulasi

KOMPLIKASI

  • Tromboemboli, gagal jantung, kematian mendadak. 

PROGNOSIS

  • Tergantung penyebab, berat gejala dan respons terapi. 

REFERENSI

  • Marchlinski F. The Tachyarrythmias. In : Longo DL, Fauci AS, Kasper DL, Hauser SL, Jameson JL, Loscalzo J. Harrison’s Principles of Internal Medicine. 18th Edition. New York, McGraw-Hill. 2012.
  • Akhtar M. Cardiac Arrythmias with Supraventricular Origin. In: Goldman, Ausiello. Cecil Medicine. 23rd Edition. Philadelphia. Saunders, Elsevier. 2008.
  • Adelmann GA. Rhythm and Conduction Disorders. In: Cardiology Essentials in Clinical Practice. London. Springer-Verlag. 2011
  • Olgin J. Approach to the Patient With Suspected Arrythmia.ln: Goldman, Ausiello. Cecil Medicine. 23rd Edition. Philadelphia. Saunders, Elsevier. 2008.

    Iklan

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s