Gejala dan Penanganan Toxic and Drug-Induced Hepatitis atau Hepatitid Imbas Obat

Gejala dan Penanganan Toxic and Drug-Induced Hepatitis atau Hepatitid Imbas Obat
Hepatitis imbas obat atau yang sekarang yang lebih dikenal dengan drug induced liver injury (DILI). Merupakan suatu peradangan pada hati yang terjadi akibat reaksi efek samping obat atau hepatic drug reactions ketika mengkonsumsi obat tertentu. Hepatitis imbas obat merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit hati akut maupun kronis.

Terdapat 2 tipe hepatotoksisitas utama yaitu toksik langsung (direct toxic) dan idionsinkrasi. Hepatitis toksik langsung dapat diduga terjadinya pada individu yang terpapar dengan obat tertentu dan tergantung dosis (dose dependent). Periode laten antara paparan dan jejas hati biasanya singkat (seringkali hanya beberapa jam) meskipun manifestasi klinisnya dapat terlambat 24-48 jam. 

  • Riwayat konsumsi obat atau jamu dalam 5-90 hari terakhir
  • Tanggal mulai dan tanggal berhenti konsumsi untuk tiap obat dan jamu
  • Riwayat hepatotoksisitas dan konsumsi obat yang dimaksud
  • Onset gejala ( demam, ruam, lelah, nyeri perut, nafsu makan menurun)
  • Penyakit lainnya,dari obat yang dikonsumsi
  • Episode hipotensi akut

Pemeriksaan Fisik

  • Ikterik, ruam, demam, klinis adanya pruritus
  • Hepatomegali, splenomegali
  • Stigmata penyakit hati kronis
  • Pemeriksaan Penunjang

LABORATORIUM

  • Rutin : darah perifer lengkap dan hitung jenis leukosit (ditemukan gambaran eosinofilia), trombosit protein total, albumin/globulin, prothombin time (PT)/INR, Kreatinin
  • Kimia hati: SGOT, SGPT, Alkali fosfatase, bilirubin total/direk, gamma GT
  • Serologis : IgM anti HAV, HBsAG, IgM anti HCV, HCV RNA, anti HEV, anti EBV, anti CMV
  • Autoantibody: antibody antinuclear, antibody otot polos, anitbodi antimitokondrial
  • RADIOLOGIS: USG, CT scan , MRI/MRCP (atas indikasi)
  • BIopsi hati, dengan indikasi: apabila hubungan temporal antara konsumsi agen hepatotoksik dengan onset jejas hati tidak jelas

Diagnosis Banding

  • Hepatitis viral akut, hepatitis autoimun, syok hati, kolesistitis, kolangitis, sindrom budd chiari, penyakit hati alkoholik, penyakit hati kolestatik, kondisi hati yang berhubungan dengan kehamilan, keganasan, penyakit wilson, hemokromatosis, gangguan koagulasi 

  • Terapi sebagian besar bersifat suportif, kecuali pada hepatotoksisitas acetaminophen. Pada pasien dengan hepatitis fulminan akibat hepatotoksisitas obat, maka tranplantasi hati dapat menyelamatkan nyawa.
  • Penghentian konsumsi dari agen yang dicurigai diindikasikan pada tanda pertama terjadinya reaksi samping obat. Pada kasus toksin direk, keterlibatan hati sebaiknya juga diperhatikan ketelibatan ginjal atau organ lain, yang juga dapat mengancam nyawa. Glukokortikoid untuk hepatotoksisitas obat dengan gambaran alergi, silibinin untuk keracunan jamur hepatotoksk, dan ursodeoxycholic acid untuk hepatotoksisitas obat kolestatik tidak dianjurkan. 

KOMPLIKASI

  • Gagal hati sampai dengan kematian. 

PROGNOSIS

  • Tergantung etiologi dan respons terapi. Pada sebagian besar kasus, fungsi hati akan kembali normal apabila obat dihentikan. 

Referensi

  • Dienstag J. Toxic and Drug-Induced Hepatitis. In : Longo DL, Fauci AS, Kasper DL Hauser SL, Jameson JL, Loscalzo J. Harrison’s Principles of Internal Medicine. 18th Edition. New York, McGraw- Hill. 2012.
  • Seeff LB, Fontana RJ. Drug-Induced Liver lnjury.ln: Dooley JS, Lok ASF, Burroughs AK, et al. Sherlock’s Diseases of the Liver and Biliary System. 12th Edition. United Kingdom: Blackwell Publishing Ltd. 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s