Gejala dan Penangan Terkini Penyakit Beri Beri

wp-1465553655979.jpg

wp-1465553655979.jpgBeri-beri adalah penyakit yang disebabkan kekurangan vitamin B1 (tiamin). Meskipun penyakit beri-beri bisa mengenai siapapun, namun penyakit beri-beri sudah jarang ditemui karena semakin berkurangnya penduduk yang kekurangan gizi. Di Amerika Serikat, penyebab utama beri-beri adalah karena alkoholisme. Penggunaan alkohol akan menghambat kemampuan tubuh untuk menyerap vitamin B1, yang akhirnya membuat tubuh kekurangan vitamin B1 meskipun cukup mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B1. Gejala beri-beri umumnya reversibel jika segera diobati, namun bila pengobatan terlambat, maka akan mengakibatkan komplikasi permanen hingga bisa mengancam nyawa penderitanya. Beri-beri, seperti halnya kekurangan vitamin lainnya, merupakan kondisi serius yang harus segera ditangani. Menunda pengobatan beri-beri dapat mengakibatkan komplikasi permanen bahkan kematian. Jika Anda mengalami gejala-gejala terkait beri-beri, atau Anda merasa kurang mengonsumsi vitamin B1, sebaiknya mintalah bantuan medis.

Walau jarang terjadi, penyakit beri-beri juga bisa merupakan penyakit warisan. Beri-beri akibat warisan atau keturunan akan menurunkan kemampuan tubuh dalam menyerap dan menggunakan vitamin B1. Beri-beri juga bisa ditemui pada bayi yang menyusui dari ibu yang kekurangan vitamin B1, dan pada bayi yang hanya diberikan susu formula yang kadar vitamin B1 nya tidak memadai.

Beri-beri umumnya akan mempengaruhi sistem kardiovaskular (dikenal sebagai beri-beri basah) atau juga sistem saraf (dikenal sebagai beri-beri kering). Sindrom Wernicke-Korsakoff adalah gangguan pada otak yang disebabkan oleh defisiensi (kekurangan) vitamin B1 yang menimbulkan sejumlah gejala neurologis dan dapat menyebabkan psikosis, kebingungan dan halusinasi.

Beri-beri adalah suatu penyakit yang disebabkan kekurangan vitamin B, akibat yang ditimbulkan biasanya berupa bengkak-bengkak dan pembesaran pada betis. Beri-beri ada 3 jenis, yaitu:

  • Beri-beri kering: Beri-beri kering memiliki gejala kaki terasa tebal dan kesemutan pada anggota badan. Otot lelah dan kekuatannya berkurang. Tahap akhir, anggota badan layuh dan penderita berjalan seperti ayam. Sering sesak napas dan jantung berdebar-debar bila sedikit berkegiatan. Beri-beri merupakan penyakit yang mengerikan karenanya penderita penyakit ini bisa meninggal dunia.
  • Beri-beri basah: Beri-beri basah memiliki ciri adanya pembengkakan dari kaki, tungkai bawah, lalu muka, dan bagian tubuh lain. Bila betis yang bengkak ditekan, terbentuk cekungan yang tak segera hilang dan terasa sakit.
  • Beri-beri jantung: Sedangkan, beri-beri jantung ditandai rasa tekanan di ulu hati, sesak napas, dan berdebar-debar dalam menjalankan kegiatannya. Kelamaan, gejala ini muncul tanpa ada kegiatan, mendadak, dan langsung berat dan penderita bisa meninggal dalam waktu singkat.

Gejala dan manifestasi klinis

Gejala beri-beri akan bervariasi tergantung sistem mana yang diserangnya (sistem kardiovaskular atau sistem saraf). Umumnya gejala beri-beri adalah reversibel, dengan syarat segera mendapatkan pertolongan dan pengobatan medis.

Gejala beri-beri kering Gejala beri-beri kering bisa terjadi sesekali atau setiap hari. Pada saat gejalanya muncul, yang terjadi adalah:

  • Kesulitan berjalan
  • Hilangnya koordinasi otot
  • Hilangnya sensasi
  • Masalah neurologis, seperti kehilangan memori, kebingungan dan ensefalitis (radang otak akut)
  • Kelumpuhan
  • Rasa nyeri dan ketidaknyamanan yang hebat
  • Gangguan bicara (cadel)
  • Kesemutan atau sensasi lain yang tidak biasa yang terjadi pada tangan atau kaki
  • Gerakan mata yang yang tidak terkendali (nystagmus)
  • Muntah.

Gejala beri-beri basah Gejala beri-beri basah juga bisa terjadi setiap hari atau juga sesekali. Gejalanya antara lain:

  • Kelelahan atau kelemahan
  • Peningkatan denyut jantung
  • Nyeri dan bengkak pada kaki
  • Efusi pleura (penumpukan cairan di sekitar paru-paru)
  • Sesak napas.

Jika tidak diobati, beri-beri adalah penyakit yang berbahaya dan berpotensi mengancam nyawa. Jika Anda mengalami salah satu gejala terkait beri-beri diatas, atau mengalami penurunan berat badan tanpa diketahui penyebabnya, maka carilah bantuan medis segera.

Penyebab dan Faktor resiko

Beri-beri disebabkan karena tubuh kekurangan vitamin B1 atau tiamin. Kurangnya tiamin dapat disebabkan karena kurangnya asupan tiamin ke dalam tubuh atau ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan tiamin tersebut. Karena saat ini sudah terdapat banyak makanan yang lengkap dengan vitamin, dan banyaknya suplemen vitamin, kekurangan asupan tiamin sudah jarang ditemui. Sebaliknya, beri-beri yang terjadi saat ini umumnya adalah karena ketidakmampuan tubuh dalam menggunakan tiamin tersebut. Hal ini disebabkan karena penggunaan alkohol atau obat-obatan secara berlebihan, atau juga disebabkan karena kelainan herediter.

Faktor Resiko Beri-beri sudah bukan lagi penyakit yang umum. Namun beberapa kebiasaan atau keadaan bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit ini. Beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena beri-beri adalah:

  • Penyalahgunaan alkohol
  • Perawatan dialisis (cuci darah)
  • Makan diet rendah tiamin
  • Dosis tinggi atau penggunaan diuretik yang sering
  • Operasi bypass lambung (pengecilan lambung)
  • Tube-feeding (sonde)

Pencegahan  Mengurangi risiko beri-beri Risiko terkena beri-beri bisa diturunkan dengan:

  • Mempertahankan diet seimbang
  • Mengurangi atau meninggalkan penggunaan alkohol
  • Mengonsumi suplemen vitamin.

Pengobatan

  • Pengobatan beri-beri harus diawasi oleh seorang profesional kesehatan. Pengobatan dasar untuk penyakit beri-beri adalah dengan mengembalikan kadar tiamin dalam tubuh ke level normal. Hal ini bisa dicapai melalui pemberian suplemen tiamin secara oral atau injeksi. Jika beri-beri segera diobati, sebagian besar gejalanya akan hilang.

Komplikasi

Beri-beri sebenarnya merupakan kondisi berbahaya yang dapat menyebabkan komplikasi parah dan mengancam hidup seseorang. Namun, jika pengobatan dilakukan sejak dini, gejala beri-beri bisa dihilangkan. Jika beri-beri tidak atau terlambat diobati, maka gejalanya bisa menjadi permanen. Oleh karena itu, seseorang harus mendapatkan pengobatan segera ketika mengalami gejala-gejala yang berhubungan dengan beri-beri atau ketika merasa diet kurang tiamin. Setelah mendapatkan pengobatan, Anda bisa meminimalisir risiko komplikasi yang serius dengan mentaati jadwal dan rencana pengobatan yang sudah dirancang khusus oleh profesional kesehatan. Komplikasi beri-beri antara lain:

  • Sakit atau rasa ketidaknyamanan yang kronis
  • Gagal jantung kongestif (jantung kurang mampu memompa darah)
  • Kehilangan mobilitas (pergerakan)
  • Masalah neurologis, seperti kehilangan memori, kebingungan dan ensefalitis
  • Psikosis
  • Pingsan dan koma

 

Referensi

  • Wooley, JA. Characteristics of thiamin and its relevance to the management of heart failure. Nutr Clin Pract. Oct-Nov 2008. 23:487-93. [Medline].
  • Isselbacher KJ, Braunwald E, Wilson JD. Harrison’s Principles of Internal Medicine. 13th ed. New York, NY: McGraw-Hill; 1994. 474-475.
  • McCormick DB. Shils ME, Young VR, eds. Modern Nutrition in Health and Disease. Philadelphia, Pa: Lea and Febiger; 1988. 355-61.
  • Rosen P, Barkin R. Emergency Medicine: Concepts and Clinical Practice. 4th ed. St. Louis, Mo: Mosby Year Book; 1998. 2138-40.
  • Thiamine. Monograph. Altern Med Rev. 2003 Feb. 8(1):59-62.
  • Beers MH, Berkow R, Bogin RM, eds. The Merck Manual. 17th ed. Whitehouse Station, NJ: Merck & Co; 1999. 45-6.
  • Cole PD, Kamen BA. “Beriberi” interesting!. J Pediatr Hematol Oncol. 2003 Dec. 25(12):924-6. [Medline].
  • National Academy of Sciences. Dietary Guidance: Dietary Reference Intake Reports. USDA National Agricultural Library. Available at http://fnic.nal.usda.gov/nal_display/index.php?info_center=4&tax_level=3&tax_subject=256&topic_id=1342&level3_id=5141.
  • The National Academies Press. Nutrition – Dietary Reference Intakes: DRIs): Recommended Dietary Allowances and Adequate Intakes, Vitamins. Available at http://iom.edu/Activities/Nutrition/SummaryDRIs/~/media/Files/Activity Files/Nutrition/DRIs/RDA and AIs_Vitamin and Elements.pdf. Accessed: July 27, 2011.
  • Karuppagounder SS, Xu H, Pechman D, et al. Translocation of amyloid precursor protein C-terminal fragment(s) to the nucleus precedes neuronal death due to thiamine deficiency-induced mild impairment of oxidative metabolism. Neurochem Res. 2008 Mar 4. [Medline].
  • Indraccolo U, Gentile G, Pomili G, et al. Thiamine deficiency and beriberi features in a patient with hyperemesis gravidarum. Nutrition. 2005 Sep. 21(9):967-8. [Medline].
  • Zuccoli G, Gallucci M, Capellades J, et al. Wernicke encephalopathy: MR findings at clinical presentation in twenty-six alcoholic and nonalcoholic patients. AJNR Am J Neuroradiol. 2007 Aug. 28(7):1328-31. [Medline].
  • Hazell AS. Astrocytes are a major target in thiamine deficiency and Wernicke’s encephalopathy. Neurochem Int. 2009 Jul-Aug. 55(1-3):129-35. [Medline].
  • Zuccoli G, Pipitone N. Neuroimaging findings in acute Wernicke’s encephalopathy: review of the literature. AJR Am J Roentgenol. 2009 Feb. 192(2):501-8. [Medline].
  • Masumoto K, Esumi G, Teshiba R, et al. Need for thiamine in peripheral parenteral nutrition after abdominal surgery in children. JPEN J Parenter Enteral Nutr. 2009 Jul-Aug. 33(4):417-22. [Medline].
  • Matrana MR, Davis WE. Vitamin deficiency after gastric bypass surgery: a review. South Med J. October/ 2009. 102:1025-31. [Medline].
  • Ahmed A, Daida Y, Novotny R. PS2-02: Micronutrient Deficiencies After Bariatric Surgery: Does Ethnicity Matter?. Clin Med Res. 2011 Nov. 9(3-4):165. [Medline].
  • Francini-Pesenti F, Brocadello F, Manara R, Santelli L, Laroni A, Caregaro L. Wernicke’s syndrome during parenteral feeding: not an unusual complication. Nutrition. February 2009. 25:142-6. [Medline].
  • Braverman LE, Utiger RD. Werner and Ingbar’s The Thyroid: A Fundamental and Clinical Text. 7th ed. Baltimore, Md: Lippincott Williams & Wilkins; 1996. 694, 864.
  • Sriram K, Manzanares W, Joseph K. Thiamine in nutrition therapy. Nutr Clin Pract. 2012 Feb. 27(1):41-50. [Medline].
  • Al-Attas OS, Al-Daghri NM, Alfadda A, Abd Al-Rahman SH, Sabico S. Blood Thiamine and Derivatives as measured by High-Performance Liquid Chromatography: Levels and Associations in DM Patients with Varying Degrees of Microalbuminuria. J Endocrinol Invest. 2011 Nov 22. [Medline].
  • Wiesen P, Van Overmeire L, Delanaye P, Dubois B, Preiser JC. Nutrition disorders during acute renal failure and renal replacement therapy. J Parenter Enteral Nutr. March 2011. 35:217-22.
  • Sica DA. Loop diuretic therapy, thiamine balance, and heart failure. Congest Heart Fail. 2007 Jul-Aug. 13(4):244-7.
  • Hanninen SA, Darling PB, Sole MJ, et al. The prevalence of thiamin deficiency in hospitalized patients with congestive heart failure. J Am Coll Cardiol. 2006 Jan 17. 47(2):354-61. [Medline].
  • Aasheim ET, Bjorkman S, Sovik TT, et al. Vitamin status after bariatric surgery: a randomized study of gastric bypass and duodenal switch. Am J Clin Nutr. 2009 Jul. 90(1):15-22. [Medline].
  • Rao SN, Mani S, Madap K, et al. High prevalence of infantile encephalitic beriberi with overlapping features of Leigh’s disease. J Trop Pediatr. 2008 May 8. [Medline].
  • Fattal-Valevski A, Azouri-Fattal I, Greenstein YJ, et al. Delayed language development due to infantile thiamine deficiency. Dev Med Child Neurol. 2009 Aug. 51(8):629-34. [
  • Weise Prinzo Z, de Benoist B. Meeting the challenges of micronutrient deficiencies in emergency-affected populations. Proc Nutr Soc. 2002 May. 61(2):251-7. [Medline].
  • Shenoy VV, Patil PV, Nagar VS, et al. Congestive cardiac failure and anemia in a 15-year-old boy. J Postgrad Med. 2005 Jul-Sep. 51(3):225-7. [Medline].
  • Karaiskos I, Katsarolis I, Stefanis L. Severe dysphagia as the presenting symptom of Wernicke-Korsakoff syndrome in a non-alcoholic man. Neurol Sci. February 2008. 29:45-6.
  • Isenberg-Grzeda E, Shen MJ, Alici Y, Wills J, Nelson C, Breitbart W. High rate of thiamine deficiency among inpatients with cancer referred for psychiatric consultation: results of a single site prevalence study. Psychooncology. 2016 May 26. [Medline].
  • Jain A, Mehta R, Al-Ani M, Hill JA, Winchester DE. Determining the Role of Thiamine Deficiency in Systolic Heart Failure: A Meta-Analysis and Systematic Review. J Card Fail. 2015 Dec. 21 (12):1000-7.
  • Angstadt JD, Bodziner RA. Peripheral polyneuropathy from thiamine deficiency following laparoscopic Roux-en-Y gastric bypass. Obes Surg. 2005 Jun-Jul. 15(6):890-2.
  • Koike H, Iijima M, Mori K, et al. Postgastrectomy polyneuropathy with thiamine deficiency is identical to beriberi neuropathy. Nutrition. 2004 Nov-Dec. 20(11-12):961-6.
  • Lu J, Frank EL. Rapid HPLC measurement of thiamine and its phosphate esters in whole blood. Clin Chem. 2008 May. 54(5):901-6.
  • Tran HA. Increased troponin I in “wet” beriberi. J Clin Pathol. 2006 May. 59(5):555.
  • Falder S, Silla R, Phillips M, Rea S, Gurfinkel R, Baur E, et al. Thiamine supplementation increases serum thiamine and reduces pyruvate and lactate levels in burn patients. Burns. 2010 Mar. 36(2):261-9.
  • Donnino M. Gastrointestinal beriberi: a previously unrecognized syndrome. Ann Intern Med. 2004 Dec 7. 141(11):898-9.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s